Kiandra's Trip

Kiandra's Trip
Ekstra part



Kini usia pernikahan Daniel dan Kiandra hampir dua tahun namun Kiandra belum juga hamil. Setiap malam Kiandra hanya bisa menangis dalam diam. Namun Daniel maupun keluarga yang lain tidak pernah menuntut anak dari Kiandra


"mas bangun sholat shubuh dulu" ucap Kiandra


"iya sayang sebentar" ucap Daniel suara serak


"gak boleh entar keburu abis waktu shubuh" ucap Kiandra


"baiklah" ucap Daniel bangun langsung meny0sor bibir Kiandra


"ih disuruh sholat malah nyosor" gerutu Kiandra


"hehe maaf sayang bibirmu nikmat" ucap Daniel kemudian pergi ke KM


Selesai mandi Daniel sholat shubuh sementara Kiandra turun untuk menyiapkan sarapan


"eh mbak Kiandra udah disini ternyata" sapa Monica baru keluar dari kamar


"iya ca mbak kesiangan" balas Kiandra


"aku juga soalnya si kembar agak rewel semalam" ucap Monica


"yaudah kamu pasti capek ngurusin anak kamu mending duduk dulu" ucap Kiandra


"terus yang bantu mbak siapa?" tanya Monica


"gak usah hampir jadi kok" jawab Kiandra tersenyum


"yaudah mbak makasih" ucap Monica kemudian ke kamar menghampiri anaknya


Setelah sarapan di sajikan semua makan tapi gak ada Deksa dan Sevina


"sayang aku ke kantor dulu" pamit Dirga mencium kening Monica dan pipi gembul anak kembarnya


"ayah anakmu yang tampan sejagat ini ke kantor yah" pamit Dirga


"aku doain ada cewek seksi kesasar di kantormu" goda Daniel


"amiin" balas Dirga gak sadar


"ok nanti panci besar itu sampai di kantormu dan mendarat di kepalamu mas" ucap Monica


"bwwaahahaha" sontak Daniel, Kiandra dan Dito tertawa


"eh bejanda sayang" ucap Dirga


"bercanda btw" sahut Kiandra


"ya itu" ucap Dirga


"ra aku ke kantor dulu yah" pamit Daniel sambil mengelus lembut pucuk kepala istrinya


"ayah Daniel yang tamvan ini pergi dulu" pamit Daniel


"iyaa" ucap Dito


"dada semuanya" ucap Dirga dan Daniel kompak


Setelah suaminya pergi, Kiandra berangkat ke rumah sakit. Dan sesampainya di sana ia kembali menangis dan ngomong sendiri


"hiks hiks kenapa aku gak bisa berikan anak untuk suamiku" isak Kiandra


"menangis tidak akan menyelesaikan masalah"


Kata kata bundanya itu terdengar sendiri di telinganya


"aku gak boleh nangis" ucap Kiandra menyemangati dirinya


Ia mulai memikirkan ide konyol


"oh aku punya ide" seru Kiandra


"meskipun hatiku tersakiti tetap saja aku gak boleh ngorbanin mas Daniel" lirih Kiandra


"biar mas Daniel menikah lagi dan memiliki anak" lirih Kiandra


"tapi siapa yang bisa membantuku untuk ini?" tanya Kiandra mulai mikir lagi


"ah iya dokter Hibram, dokter kandungan di rumah sakit lain" ucap Kiandra kemudian


"📞hallo" sapa Kiandra


"📞iya ndra ada apa?" tanya orang itu


"📞besok elo bisa ke restoran deket rumah sakit tempat elo kerja gak?" tanya Kiandra


"📞bisa bisa tumben lo nelpon gw,kirain lo udah lupa ama guwe" protes orang itu


"📞yaelah bram mana mungkin guwe lupa ama temen dari SMP kayak elo" ucap Kiandra


Ya itu adalah dokter yang dimaksud Kiandra. Dokter Hibram


"📞iya iya udah dulu ya besok ketemu jam 11 aja gimana?" tanya dokter Hibram


"📞iyaa udah dulu yah ada jadwal oprasi guwe, bye" ucap Kiandra menutup panggilan secara sepihak


"huh semoga kamu bisa mendapatkan wanita yang baik mas" ucap Kiandra tersenyum


"aku akan mencoba ikhlas" lirih Kiandra