Kiandra's Trip

Kiandra's Trip
Extra part



Malamnya


Di Cilacap


Rehan sedang makan malam sambil memandang ketiga kursi di sampingnya


"waktu berputar begitu cepat" lirih Rehan


"hay putri kalian sudah menikah dan punya anak, kalian senang" lanjut Rehan


"tak terasa ini sudah 10 tahun lebih kepergian kalian" lirih Rehan


"dan kau Reni (bundanya Kiandra) sekarang kita punya cucu" lirih Rehan


"mengapa dulu kau pergi secepat itu?" Rehan bertanya pada dirinya sendiri


"aku tahu disana kau bahagia, jangan khawatir aku juga bahagia" lirih Rehan


Setelah itu Rehan meninggalkan meja makan menuju kamarnya


Di Jakarta


Mereka juga makan malam bersama


"ma, pa, kakek, paman, bibi, kocheng Vina ke kamar dulu" pamit Devina


"iyaa" jawab para orang tua


"jangan lupa mimpiin abangmu yang ganteng tiada tanding ini ya" sahut Devano


"jangan vin, ntar mimpi buruk kalo lo mimpiin abang lo" ucap Varel


"dih serah gue mau mimpi apa" potong Devina langsung pergi


"Vano juga tidur" ucap Devano


"dah aku temenin tidur si kembar laknat dulu yah" ucap Monica


"berarti mama juga laknat dong" timpal Devano


"kok bisa?" tanya Monica


"ya bisa, kan mama yang ngelahirin Vano ama Vina berarti otomatis kelaknatan kita titisan mama dong" jawab Devano santuy


"pfft bwahahaha" tawa semua orang


"iyain deh biar seneng" pasrah Monica


"MAMA, BANG VANO JANGAN GHIBAH MULU, VINA DAH NGANTUK" teriak Devina


"JAN TEREAK MAK LAMPIR" balas Devano


"KITA KAGAK BUDEG Y" protes Varel


"LAH, GUE SIH BODO AMAT" sahut Devina


"sudah kalian ke kamar saja sebelum rumah ini roboh" ucap Dirga


Monica dan Devano ke kamar


"jam berapa sih ini?" tanya Kiandra


"jam 07.30 mak" jawab Varel


"yaudah bapak sama paman Dirga lanjut kerja dulu" ucap Daniel lalu pergi diikuti Dirga


"kakek ke kamar" ucap Dito beranjak dari kursi


"emak cuci piring, jan kemana mana" ucap Kiandra


"gak janji mak" balas Varel


Varel sendirian di ruang tamu


"lagi sendirian gini kangen pianonya emak" batin Varel


Pianonya Kiandra ada di apartemenya dan Varel udah pernah kesana ketika Varel mengikuti lomba melukis di sekolahannya si Devano dll


Varel akhirnya keluar rumah bermaksud pergi ke apartemen milik emaknya


"permisi mang Jujun" sapa Varel


"iya tuan muda ada apa?" tanya mang Jujun supir pribadi


"bisa tolong antar Varel ke apartemen milik emak?" tanya Varel


"mohon maaf sebelumnya tuan muda, apakah tuan muda sudah ijin pada nona Kiandra atau tuan Daniel?" tanya mang Jujun


"Varel sudah ijin bapak kok, mang Jujun tenang aja" jawab Varel berbohong


Mang Jujun dan Varel akhirnya pergi ke apartemen Kiandra tapi sebelumnya Varel beli martabak manis dan 3 boba untuk cemilan di sana


Sesampainya di apartemen


"mang Jujun jemput Varel jam 08.30 yah mang" ucap Varel


"baik tuan muda, kalau begitu mang Jujun pergi dulu" pamit mang Jujun


Varel segera menuju lantai 12 tepatnya apartemen Kiandra


Varel kids jaman now ya bund,buktinya bisa ke apartemen sendirian~author gj


Sesampainya di sana Varel menuliskan sepucuk kata kata cinta


Isi kata kata Varel


Dia seseorang yang menjadi lampion di hidupku


lampion yang cahayanya tidak pernah buram


cahaya terindah dari lampion itu adalah kasih sayangnya.


Dia seseorang yang melindungiku walaupun badai menerpa.


Dia seseorang yang menemaniku walaupun aku sudah menggores luka di hatinya.


Dia seseorang yang menyayangiku meskipun tidak ada balasannya.


Dari keringatnya aku bisa seperti ini. Ingin sekali ku ucapkan aku mencintainya. Iya, aku mencintainya, seseorang yang berarti dalam hidupku, yang menyayangiku tanpa batas.


Siapa dia? jawabannya hanya satu "emakku"


I Love You my mother


**********


"aku akan menyanyikan lagu muara kasih bunda untukmu mak" ucap Varel


Pov Kiandra


"Varel yuk tidur" ucap Kiandra sambil berjalan menuju ruang tamu


"loh mana dia? mungkin sudah ke kamar duluan" lanjut Kiandra ke kamar


Ternyata di kamar juga tidak ada. Lalu Kiandra ke luar rumah dan mendapati mang Jujun di sana


"mang, apakah mang lihat si Varel?" tanya Kiandra


"loh, tuan muda kan di apartemen nona" jawab mang Jujun


"kapan kesana mang?" tanya Kiandra


"sekitar 25 menit yang lalu non" jawab mang Jujun


"kok Varel gak bilang sih" ucap Kiandra


"tadi bilangnya sudah minta uzin sama tuan Daniel non" ucap mang Jujun


Tanpa pikir panjang, Kiandra langsung menemui suaminya


Dia pergi ke ruang kerja Daniel, disana hanya ada Daniel karena Dirga sudah keluar


"mas apakah kamu memberikan izin Varel keluar 25 menit yang lalu?" tanya Kiandra


"tidak sayang, Varel tidak minta izin" jawab Daniel


"haish anak itu" kesal Kiandra kemudian pergi begitu saja


Kiandra keluar rumah tanpa mempedulikan teriakan mang Jujun yang menawarinya naik mobil. Kiandra terus berlari menyusuri jalan raya. Jarak rumah dengan apartemen lumayan jauh


Hingga sampailah Kiandra di lantai 12 dengan nafas ngos-ngosan. Sebelum membuka pintu, ia sayup sayup mendengar suara putra tunggalnya yang sedang bernyanyi


Maafkan diriku bunda


kadang tak sengaja ku membuat relung hatimu terluka ku ingin kau tahu bunda betapa ku mencintaimu


lebih dari segalanya


Itulah yang Kiandra dengar. Perlahan air matanya menetes mendengar nyanyian itu


Setelah Varel selesai menyanyi, Kiandra masuk.


"loh emak" seru Varel terkejut


"hmm, lain kali kalo mau keluar bilang y rel" ujar Kiandra


"maaf mak" ucap Varel


Kiandra duduk di kasur sambil tersenyum ke arah Varel. Varel langsung menghambur ke pelukan emaknya.


"kamu kenapa" tanya Kiandra


Daniel ternyata juga ada di sana, mang Jujun sudah memberitahu Daniel tentang Varel.Daniel diam saja mendengar pembicaraan keluarga kecilnya


"Varel emang masih kecil mak, tapi bukan berarti Varel gak ngerti kalau sebenarnya ketika kita di Tegal bapak gak kerja tapi emang hubungan emak sama bapak lagi gak baik" jelas Varel


"maafin emak ya sayang" ucap Kiandra


"maafkan bapak nak, selama ini gak bisa jadi bapak yang baik" lirih Daniel


"iyaa mak, Varel bersyukur sekarang kita udah kumpul" ucap Varel


"minum boba yuk mak, Varel dah beli" ajak Varel


"yuk" balas Kiandra


"bapak gak di ajak nih" seru Daniel


"eh bapak, yuk minum boba" ajak Varel


"gaskeun" balas Daniel


Mereka menikmati malam itu dengan bahagia dan kehangatan keluarga kecil mereka


"Varel seneng kita bisa kayak gini mak, memiliki keluarga lengkap" batin Varel


Percayalah kecilnya keluarga akan hangat jika eratnya pelukan dan berselimut kebahagiaan


...πŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€ENDπŸŽ€πŸŽ€πŸŽ€...


Makasih banyak readers, mohon maaf ini season 2 nya gak ada yah


Sekali lagi terima kasih reader tercinta


Author do'a kan semoga sehat selalu