
"maafin ayah ndra,ayah tidak tahu" ucap Dito merasa bersalah
"ayah juga nak, seharusnya ayah tidak berbicara seperti itu" imbuh Rehan
"maafin aku juga ra, aku sudah membentak kamu tanpa tahu semua" sesal Daniel
"aku juga ya ndra" ucap Sevina dan Deksa
"kami semua" ucap semua orang
"kenapa minta maaf?,sudahlah ini juga salahku yang tidak hati hati saat turun tangga" ucap Kiandra
"kamu mau kerumah sakit?" tanya Daniel
"gak usah hanya nyeri, lusa pasti juga sembuh" jawab Kiandra tersenyum
"eh anakmu mana ca?" tanya Kiandra
"si kembar lagi tidur mbak" jawab Monica
"waw kembar, laki laki atau perempuan?" tanya Kiandra
"laki laki dan perempuan" jawab Dirga
"namanya siapa?" tanya Kiandra
"Devanno kenzi adiprata dan Devinna kenzia adiprata" jawab Monica
"wah nama yang bagus" puji Kiandra
tok tok tok
Bi Iroh mengetuk pintu kamar Kiandra
"masuk bi" ucap Kiandra
Bi Iroh masuk ke kamar. Dia terkejut ketika melihat semua orang di sana
"tenang bi, mereka udah tahu" ucap Kiandra
"baik non, ini belanjaannya" ucap bi Iroh
"makasih bi maaf ngrepotin" ucap Kiandra
"gak masalah non" balas bi Iroh kemudian keluar
"nih ca buat si kembar" ucap Kiandra menyerahkan bingkisan besa
"makasih" ucap Monica membukanya
"makasih kak bajunya imut banget" ucap Monica
"sama sama" ucap Kiandra
"eh ra kame bener bener ga papa?" tanya Daniel
"gak kok mas, lusa juga sembuh" jawab Kiandra
"kalau masih sakit mending ke rumah sakit ndra" ucap Deksa
"gak kok kak" tolak Kiandra
Kiandra kemudian meraba raba ranjangnya mencari sesuatu
"cari apa?" tanya Dito
"handphone ku" jawab Kiandra
"kan pecah non" sahut bi Iroh sambil mengantar makanan
"kapan?" tanya Kiandra
"jatu dari lantai 2 kemarin kan non" jawab bi Iroh
"oh iya" ucap Kiandra
"makan yah non, saya permisi" pamit bi Iroh
Kiandra hanya diam saja memandang makanan itu
"makanlah kubantu duduk" ucap Daniel
Daniel tidak menyahuti langsung membantu Kiandra duduk
Meskipun susah payah Kiandra akhirnya bisa duduk
"ndra kamu beneran gak papa?" tanya Daniel khawatir
"gak papa mas" jawab Kiandra tersenyum
"lihatlah dia masih bisa tersenyum walau sedang sakit, ketiga putri Rehan memang istimewa😊" batin Dito
"eh kak Kiandra, emang bener yah kalau habis melahirkan itunya di jahit?" tanya Dirga
"ya iya lah, kau ini ada ada saja adik ipar" jawab Kiandra
"tidak ada sisa untukku?" tanya Dirga
"tidak ada dir, kau harus puasa" jawab Kiandra menggoda
Semuanya tertawa
"tenang saja mas pasti disisakan sedikit untukmu" ucap Monica mengedipkan sebelah mata
Semuanya tertawa
"sudahlah tapi ingat dir, kau harus puasa dulu untuk saat ini" ucap Kiandra mengingatkan
"iyaa kak" jawab Dirga
"aku juga puasa kok, tenang saja" ucap Deksa
"kenapa?" tanya Monica
"kan mbak lagi hamil" jawab Sevina
"oh iya ya" sahut Monica
"aku juga puasa" seru Daniel
"awokawok ahay" ejek Dito dan Rehan
"ish ayah tega bener dah" protes Dirga
"iya nih gak kasian apa" imbuh Deksa
"ayah sama ayah mertua juga gak dapat jatah" ucap Daniel cuek
"eh iya ya" ucap Rehan sadar
"ahay awokawok" ejek Deksa
"sudahlah jangan ribut masalah jatah" potong Monica
"mending kak Daniel bantu kak Kiandra makan" sambung Monica
"ga papa, lanjutkan aja candanya, makanannya udah hampir habis kok" ucap Kiandra
"sebenarnya tangan gw terluka, tapi gw ga mau ngrepotin orang terdekat gw apalagi suami gw" batin Kiandra
NB:Dirga,Monica,Deksa,Sevina,Daniel,dan Kiandra kalau ngebatin ngomongnya "gw" bukan "aku"
"kau tidak ke kantor?" tanya Kiandra
"besok, aku mau disini dulu sama kamu" jawab Daniel datar
"gw tahu gw sama mas Daniel udah pernah ngelakuin hubungan suami istri tapi mungkin dia masih cinta ke mantanya, karena juga gw belum hamil sampai sekarang" batin Kiandra
"kami keluar dulu" ucap semua
Kini di kamar itu tinggal Daniel dan Kiandra
"kau pasti lelah karena menangis jadi sekarang tidurlah" ucap Daniel berbaring di ranjang
Kiandra pun mengangguk dan menbaringkan tubuhnya membelakangi Daniel
"maaf gw belum bisa hamil dan sekarang gw malah ngrepotin" batin Kiandra
Bersambung