
Sore menyapa dengan indah. Monica dan Dirga kini tiba di rumah.Tak lupa Monica menyiapkan air hangat untuk Dirga
Dikamar Dirga dan Monica
"ca tugas kamu jadi istri aku cuma nomor 1 sampai 3 aja deh"ucap Dirga
"nomor 4 gk lagi? "tanya Monica
"kita romantis beneran aja,lagian udah 1 bulan menikah juga"jawab Dirga
"terserah mas aja deh"pasrah Monica padahal hatinya tengah berbunga bunga
author \= anggep aja 1 bulan ya
Di ruang santai
"kak kapan tander milyaran itu? "tanya Daniel
"lusa, memang kenapa? "Deksa tanya balik
"syaratnya apa aja? "tanya Daniel
"gk tau sih,nanti aku sama Sevina datang ke caffe mau bicarain itu"jawab Deksa
"lagi bicarain apa nih orang tua? "tanya Dito baru aja datang
"anda sendiri apa tidak sadar jika sudah tua bapak Dito? "canda Dirga
"umur aja masih 25 kok"ucap Dito sombong
"iyee pak 25 2 kali"sahut Daniel
Semuanya tertawa kecuali Daniel dan Deksa yang hanya tersenyum samar samar
"aku ikut bahagia melihatmu tertawa puas, tidak seperti 2 tahun lalu yang memilukan" batin Daniel
"ok ayah, Daniel, adik dan adik ipar saya ingin pamit dulu untuk membahas tander milyaran bersama Sevina"pamit Deksa sambil menyatukan kedua tangan di depan dada
"harus menang boy"pesan Dito
"HARUS"sahut Daniel dan Dirga
Skiiiiiiip
"selamat malam maaf mengganggu lama"salam Deksa
"ga papa pak"ucap Rehan
"perkenalkan saya Sevina sekertaris Abadi group"ucap Sevina memperkenalkan diri
"salam kenal"sambung Galih Ceo Atmaja company yang berusia seumuran Rehan dan Dito
"kenalin saya Moza sekertaris di perusahaan Atmaja company
"baik bisakah kita mulai? "tanya Deksa menyudahi cipika cipiki yang menurutnya tidak penting
"baik silahkan pertama tama ini syaratnya,apakah kalian bisa memenihi syarat? "tanya Galih
"hmm"jawab Deksa
Galih pun menyerahkan 2 map berisi syarat yang harus dipenuhi oleh orang yang mengikuti tander milyaran tersebut
"itu syarat yang harus dipenuhi,saya rasa kita kesini hanya untuk membicarakan ini jadi saya dan Moza pamit dulu"pamit Galih kemudian melangkah keluar caffe di ikuti Moza
Ketika sudah di parkiran caffee
"pa apa kita akan berhasil? "tanya Moza pada papanya yaitu Galih
"baik aku percaya pada papa"ucap Moza kemudian mereka melajukan mobil keluar pekarangan caffe
Masih di caffe
"apa kabar ayah? "tanya Sevina memeluk ayahnya
"baik nak, tapi apakah kau mau memeluk ayah terus? "tanya Rehan
"kenapa gk mau yah dipeluk anaknya?"tanya Sevina
"aish bukan begitu tapi ini sudah 10 menit, apa kau tidak malu dilihat atasanmu? "tanya Rehan menyadarkan Sevina
"eh iya ayah"ucap Sevina kemudian melepaskan pelukannya pada Rehan
"maaf pak"ucap Sevina menundukkan kepalanya
"tidak apa apa wajar saja jika ayah dan anak melepas rindu"ucap Deksa santai
"bagaimana kalau kita baca syarat dari Atmaja company"usul Rehan
"baiklah,Sevina baca saja yang agak keras"ucap Deksa
"baik pak"ucap Sevina membuka map pemberian Galih
"syarat yang pertama yaitu semua perusahaan harus bekerja sama sampai tender selesai"ucap Sevina
"baik,apalagi"tanya Rehan dan Deksa kompak
"yang kedua tidak boleh membicarakan hal pribadi selama tander berlansung"ucap Sevina
"yang ketiga yaitu"Sevina menggantung ucapannya dan merubah raut wajahnya menjadi tegang
"kalau baca yang benar bocah"sahut Rehan menjitak kepala Sevina
"huh maaf pak saya tidak yakin kita bakal menang tander ini"ucap Sevina lirih
"kenapa, apa kau baik baik saja? "tanya Deksa khawatir
"saya tidak apa apa tapi syaratnya yang kenapa napa pak"ungkap Sevina
"yang mana sih"kepo Rehan kemudian mengambil map dan membenarkan kacamata nya
"yang ketiga yaitu untuk pemimpin perusahaan yang sudah menikah"ucap Rehan
"APA"teriak Deksa menggema untung caffe nya sudah mereka booking
"berani sekali dia"ucap Deksa penuh emosi
"ini adalah impian ayah dan adik ku gk mungkin aku membatalkannya"ucap Deksa lirih
"bagaimana jika bapak menikahi Moza tadi"ucul Sevina
"huh"Rehan menghembuskan nafas kasar karena sebenarnya ia berharap Sevina berjodoh dengan Deksa
"jangan pak"ucap seseorang
"Andre,kan ku bilang tunggu di mobil"ucap Deksa
"maaf pak, saya mendengar pembicaraan Moza dan tuan Galih di perkiran. Mereka menyiapkan syarat ini hanya untuk menjadikan bapak suaminya Moza, karena Moza suka sama bapak"jelas Andre kepercayaan Deksa
"hahaha tidak mungkin kau bisa menjebak ku"ucap Deksa smirk
Bersambung