
Setelah kepergian Arjun,Monica kembali terisak
"hiks.. hiks.. hiks mas bagaimana aku bisa menjalani pernikahan ini, aku pikir kamu akan segera aku pertemukan dengan Melly tapi ternyata dia sudah pergi"isak Monica namun segera ia menghapus air matanya tak mau jika karyawanya melihatnya menangis
"aku akan bilang kepada mas Dirga bahwa aku akan ke Surabaya untuk menghadiri pernikahan sahabatku "ucap Monica lirih
"tapi mas Dirga gak boleh tahu dulu kalau yang menikah itu adalah Arjun"tambah Monica
Di rumah keluarga Bagaskara
Sevina sedang menghubungi temannya jika saja mereka tahu perusahaan yang membutuhkan sekretaris baru, namun jawabannya tak memuaskan
"huuh dimana ada pekerjaan yah"keluh Sevina pada bi Siti, asisten pribadinya di rumah
"coba deh non Sevina hubungi teman non, munkin dia tahu"bi Siti memberi saran
"ah iya bi aku hubungi aja Monica siapa tahu di Jakarta Selatan ada lowongan"sahut Sevina dengan girang
"bener non,di sana kan tidak seperti di Cilacap"jawab bi Siti
tuut tuut
panggilan tersambung
"hallo kak tumben nelpon,bagaimana kabar ayah dan kak Kiandra"sapa Monica di seberang sana,sambil berusaha baik baik saja ketika ditelepon kakaknya
"baik ca , ehmm sebenarnya aku nelpon kamu cuma mau tanya di Jakarta Selatan ada lowongan pekerjaan tidak"tanya Sevina
"kalau di perusahaan mas Dirga sih gk ada tapi aku inget inget dulu ya kak"jawab Monica
"iya"ucap Sevina
"oh iya kak ada,hampir aja lupa,kakak iparku membutuhkan sekretaris baru untuk persiapan tender milyaran di perusahaannya"sahut Monica tetap bertahan untuk pura pura tegar
"benarkah? kakak iparmu yang mana? "tanya Sevina
"kak Deksa kalau kak Daniel munkin besok pergi ke Kalimantan untuk bisnisnya"jawab Monica
"ok bilang sama kakak iparmu kalau kakak setuju jadi sekretarisnya"ucap Sevina kegirangan
"eh ngomong ngomong butik kamu gimana, Dirga tahu belum? "tanya Sevina
"ehm baik kak, kalau mas Dirga belum tahu kak soalnya ketika aku minta izin ke butik munkin dia kira aku beli baju"jawab Monica jujur
"ehm udah panggil mas yaa,jangan lupa cepat buatkan kakak ponakan yang imut"goda Sevina
"iya kak soalnya ayah mertuaku melarangku memanggilnya tuan, tapi soal anak aku sama dia belum kepikiran sampai situ, eh udah ya kak aku lagi di butik rame banget"jawab Monica
"eh iya byee "Sevina pun menutup panggilannya
Tak terasa jam menunjukkan pukul 15.00
"aduuh mas Dirga pulang jam empat lagi,Arjun sih pakai acara nikah segala nambah numpuk nih pekerjaan ku"gerutu Monica sambil melangkah keluar hendak pulang
"pak ke jl anggrek ya"ucap Monica
"baik neng"jawab supir tersebut
"pak bisa dipercepat gk pak,soalnya ini menyangkut nyawa saya"tanya Monica di tengah jalan
"iya neng"jawab sopir taksi tersebut sambil menambah kecepatannya
Akhirnya sampai di rumah keluarga Adiprata pukul 13.40.Monica turun dari taksi dan tak lupa menyodorkan uang,lalu bergegas masuk sebelum suaminya datang
"ah mending mandi dulu,sebelum mas Dirga datang"ucap Monica
Tak lama kemudian
"assalamualaikum"ucap Dirga ketika masuk rumah
"waalaikum salam"jawab Dito
"dia mana yah"tanya Dirga
"dia siapa"tanya Dito
"eh maaf yah bukan siapa siapa mungkin di kamar"jawab Dirga sambil melangkah menaiki anak tangga ke kamarnya
ceklek
Dirga masuk kekamar dan duduk di ranjang,pandangannya menyapu ruangan tersebut
"eh mas kamu sudah pulang"tanya Monica keluar dari kamar mandi dengan menggunakan pakaian yang lengkap
"hmm"jawab Dirga
"tuh air hangatnya sudah aku siapkan"ucap Monica sambil tersenyum pada Dirga.Dirga tak membalas senyuman Monica melainkan langsung menuju kamar mandi
Sepuluh menit kemudian
Dirga keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di pinggangnya,Monica yang awalnya sibuk dengan hpnya kini melongo memandang suaminya tanpa kedip
"jangan memandangku seperti itu, aku tahu aku tampan"ketus Dirga yang sukses membuat Monica tak berani menatapnya lagi
"mas aku minta izin mau ke Surabaya minggu depan"ucap Monica sambil menatap lantai
"urusan apa"tanya Dirga dingin
"i.. itu sahabatku mau menikah jadi di undang"jawab Monica gugup
"aku ikut"sahut Dirga dingin
"baiklah"ucap Monica sambil melangkah menuju balkon