
Sampai sekarang sifat Daniel masih sama saja sedangkan Kiandra sudah hamil 8 bulan.
Pagi ini Kiandra pergi ke restoran seperti biasanya, meskipun tengah hamil Kiandra tidak pernah bermalas malasan.
Kiandra juga sudah tidak tinggal di apartemen tapi di rumah yang terkesan simple.
Di restoran
"akh.." ringis Kiandra
"ada apa bu?" tanya asisten Kiandra
"ga tahu" jawab Kiandra
Tanpa menunggu lama asisten Kiandra itu segera mencari bantuan lalu ke rumah sakit, sesampainya di sana dia segera menghubungi bi Iroh.
Tak lama kemudian bi Iroh datang
"bagaimana kondisi non Kiandra?" tanya bi Iroh
"sedang di tangani oleh dokter" jawab asisten Kiandra
"apa saya boleh pulang?" tanya asisten Kiandra
"silahkan nona" jawab bi Iroh
Perempuan itu hanya tersenyum manis kemudian pergi.
Tak lama kemudian dokter keluar
"dengan keluarga pasien?" tanya dokter
"iya saya, bagaimana keadaannya?" tanya bi Iroh
"kandungan pasien lemah maka dari itu bayinya harus lahir prematur" jawab dokter
Pov Daniel
"kenapa perasaanku tidak enak" gumam Daniel
"mungkin cuma perasaan" lanjut Daniel kembali bekerja
Pov Kiandra
"lakukan yang terbaik dokter" ucap bi Iroh
"baiklah" sahut dokter
Dokter itu kemudian pergi menyiapkan ruang oprasi.
2 jam berlalu namun dokter belum juga keluar membuat bi Iroh sangat khawatir sampai menangis
Ceklek
Dokter keluar
"bagaimana dok apakah oprasinya berjalan lancar?" tanya bi Iroh
"maaf bu pasien mengalami pendarahan hebat jadi terpaksa tim dokter mengangkat rahim pasien" jawab Dokter
"asalkan non Kiandra ga papa saya insya allah ikhlas" ucap bi Iroh
"keadaan ibunya sudah membaik lalu bayinya juga alhamdulillah lahir sehat" jawab dokter
"lalu dimana bayinya?" tanya bi Iroh
"sebentar lagi akan di antar ke sini oleh suster" jawab dokter
"apakah saya boleh masuk?" tanya bi Iroh
"sebentar lagi pasien akan di pindah di ruang rawat, jadi sebentar lagi anda bisa masuk" jawab dokter
Dokter itu pun kemudian pergi. Tak lama kemudian datanglah suster dengan menggendong bayi kecil.
"ini selamat bu bayinya laki laki" ucap suster itu menyerahkan
"makasih" balas bi Iroh
Deg
Bi Iroh terkejut ketika melihat bayi Kiandra.
"i-ini bagaimana bisa semirip ini, wajahnya sangat mirip dengan tuan Daniel" gumam bi Iroh
Suster itu pergi, karena Kiandra sudah di ruang rawat bi Iroh masuk membawa bayi itu
"non bibi mohon sadar yah" ucap bi Iroh
"non gak ingin lihat putra non" ucap bi Iroh
"lihat deh non, wajahnya sangat mirip dengan tuan Daniel" ucap bi Iroh
Perlahan Kiandra membuka mata
"s-saya kenapa bi?" tanya Kiandra baru sadar
"alhamdulillah non udah sadar" ucap bi Iroh
"aku kenapa bi?" tanya Kiandra
"non sabar yah" ucap bi Iroh sebelum menjawab
"non Kiandra melahirkan lalu pendarahan hebat yang mengakibatkan rahim non di angkat" lanjut bi Iroh
"Kiandra akan mencoba ikhlas atas semua ini bi" ucap Kiandra
"apakah dia anakku?" tanya Kiandra
"iyah non, anak non laki laki, tapi.. " bi Iroh menggantung ucapannya
"tapi apa?" tanya Kiandra
bi Iroh langsung menyerahkan bayi itu
Deg
"apakah yang bibi maksud adalah ini?" tanya Kiandra
Bi Iroh mengangguk sembari menangis
"ini bukan mirip bi tapi sama dengan wajah mas Daniel" lanjut Kiandra