
Di sebuah caffe di Jakarta, bukan menyorot ke caffe nya tapi lebih ke pembicaraan di dalamnya.
"bagaimana Rehan, kau setuju?"tanya pria yang membicarakan rencana perjodohan putra putrinya.
"aku sih terserah anak anak saja, kalau tidak mau juga jangan dipaksa, nanti kalo jodoh kembali juga toh"ucap pria di depanya
Mereka adalah Dito adiprata dan Rehan bagaskara, pria yang sudah berusia kepala lima.Pria 3 anak itu sedang membicarakan hal masalah anak anaknya
"aku semalam juga sudah memberi tahu kepada ke tiga putraku tentang perjodohan dengan putrimu"ucap Dito
"lalu bagaimana mereka?"tanya Rehan penasaran
"putra sulungku dan putra bungsuku setuju saja, tapi tidak dengan putra tengahku"jawab Dito dengan nada sedikit kecewa
Rehan sedikit kaget mendengar itu "aku terlanjur mengatakan pada ketiga putriku bahwa mereka akan menikah dengan putramu"ucap Rehan
"apa!!lalu mereka setuju?"tanya Dito
"yah, mereka setuju"jawab Rehan
"bagaimana ini han, tapi aku nanti akan mencoba berbicara dengan Daniel"ucap Dito kemudian
"Daniel?siapa dia?"tanya Rehan bingung
"astaga aku sampai lupa memberi tahumu, Deksa adalah putra sulung ku, Dirga adalah putra bungsu ku, lalu Daniel putra kedua ku" papar Dito
"oh iya, kita sibuk membicarakan perjodohan sampai lupa nama orang yang bersangkutan"ucap Rehan sembari tertawa yang kemudian di ikuti Dito
"lalu siapa nama ketiga putrimu, han"Dito kembali bertanya
"yang pertama Sevina, kedua Kiandra, ketiga Monica"jawab Rehan
"apa pekerjaan mereka?"tanya Dito
"Sevina bekerja sebagai sekretarisku di kantor, Kiandra seorang dokter, Monica desainer di butuk miliknya sendiri"jelas Rehan
"wah!!rupanya ketiga putrimu sangat luar biasa"puji Dito
"pastilah, orang yang didik juga luar biasa" Rehan memuji diri sendiri
"kalau anakmu, cari kerja yang lain atau meneruskan perusahaanmu?"tanya Rehan
"mereke bertiga CEO"jawab Dito
"wah hebat, masa depan anakku terjamin jika bersama putramu"puji Rehan
"itu sudah pasti, tapi masalahnya masa kedua putra ku di jodohkan dengan ketiga putrimu"ucap Dito
"Kiandra pasti kecewa, lalu putra putri kita yang lain bagaimana?"tanya Dito khawatir
"nanti biar Deksa dan Dirga memilih siapa yang dijadikan sebagai istri, dan siapapun diantara putri ku yang tidak terpilih akan aku jodohkan dengan laki laki lain"jelas Rehan
"kau setuju?"tanya Rehan kemudian
"emm baiklah, aku benar benar minta maaf atas hal ini"ucap Dito tak enak
"tidak apa apa dit, putramu juga punya hak pilih"ucap Rehan
"baiklah, aku pergi dulu, aku akan segera menjemput Kiandra"pamit Rehan
"baiklah han, hati hati di jalan"ucap Dito
"iyaa, terima kasih atas pembicaraan kita hari ini"ucap Rehan
"iyaa"balas Dito
Dito menatap punggung sahabatnya sampai hilang dari pandangannya lalu ikut pergi setelahnya
Bagaskara Hospital
Rehan turun dari mobilnya dan mulai masuk ke dalam rumah sakit miliknya serta tempat bekerja putrinya.Ia masuk setelah menemukan ruangan bertulis "DOKTER SPESIALIS" itu.
Pandangannya menyapu seluruh ruangan itu bermaksud mencari keberadaan Kiandra.
"ayah"panggil Kiandra dari belakang Rehan sembari menepuk pundaknya
"kamu kemana saja?"tanya Rehan sambil menoleh
"aku lapar ayah, aku habis ke kantin"jawab Kiandra
Rehan masuk di ikuti Kiandra dibelakangnya. Setelah di lihatnya sang ayah sudah duduk di sofa ruanganya, Kiandra pun mengambil air mineral dan menyuguhkanya ke depan ayahnya.
"ayah ingin berbicara,ndra"ucap Rehan memulai pembicaraan baru
"ayah dari tadi sudah berbicara,apa belum cukup?"tanya Kiandra membuat sang ayah yang didepanya itu berdecak kesal
"kau sangat sulit diajak bicara serius,ndra"ucap Rehan kemudian,Kiandra yang mendengarnya hanya terkekeh sambil membuka tutup botol air mineral dan akan segera meneguknya.
"kamu ingat paman Dito yang ayah bicarakan semalam?"tanya Rehan langsung.Kiandra yang mendengar pertanyaan sang ayah langsung memasang wajah serius dan meneguk habis minumnya.
Kiandra hanya mengangguk sebagai jawaban pertanyaan ayahnya karena ia ingat dan sangat ingat nama yang dilontarkan ayahnya tadi, bahkan telah membebani pikirannya sepanjang bekerja.