
Masih di situasi yang sama
"VAREL YANG TAMPAN INI PULANG SILAHKAN DI SAMBUT DENGAN SENYUMAN" teriak Varel anaknya Kiandra
"OGAH" sahut Devano, Devina dan Cindy
"eh ada kutu beranak" ucap Varel saat melihat ketiganya
"hai kocheng" ucap Devano memeluk Varel
Keluarga yang lainnya tidak melihat jelas waja Varel
"itu Varel ma yang aku bilang mirip paman Daniel" seru Devina
Varel menghampiri keluarga itu
"buset ini mah kembar" seru Dirga
Daniel segera memeluk Varel erat
"ga papa nak dia bapak kamu" ucap Kiandra
"bapak kenapa baru pulang?" tanya Varel
"kan bapak kerja" jawab Kiandra
"bapak kangen sama Varel" ucap Daniel
"Varel juga" ucap Varel
Mereka berpelukan lumayan lama
"oh ini yang kamu bilang sahabat di Jakarta itu?" tanya Kiandra
"iyaa" jawab Varel
Semua orang memeluk Varel satu persatu
"udah sekarang kamu duduk gih" suruh Kiandra
"mau kemane?" tanya Varel
"mau ke dapur buat minum" jawab Kiandra
"oh iya mak Varel nitip mau es teh anget" ucap Varel
"gak ada" jawab Kiandra
"kok ga ada?" tanya Varel
"tanya aja sama bapakmu ada gak es teh tapi anget" ucap Kiandra
"oh iyaya, ya mangap mak" ucap Varel
"maap btw" ucap Kiandra
"yaelah mak kesleo dikit aja" ucap Varel
"hmm" sahut Kiandra
"woy kocheng mabar kuy" ajak Devina
"woke" ucap Varel
mereka mabar lumayan lama
"oh iya nak namamu siapa?" tanya Deksa
"my name is Varel danandra adiprata uncle" jawab Varel
"halah sok inggris kamu" seru Kiandra dari dapur membawa minuman
"sabar rel dia emak mu" ucap Varel mengelus dadanya
"pfft bwahahaha" semua orang tertawa
"nih uang jajan kamu buat 2 minggu" ucap Kiandra menyerahkan uang lima puluh ribu
"makasih ya mak, buat setahun juga bisa" ucap Varel
"wah anaknya bapak pinter banget emang buat beli apa cukup untuk setahun?" tanya Daniel
"buat beli kalender pak" jawab Varel enteng
"anakmu konyol sekali" ucap Deksa
"oh iya, Varel punya pertanyaan" seru Varel
"apa?" tanya Devano
Mereka bersahabat jadi manggilnya lo gue
"kalau gue punya permen 5 terus lo ambil 2 sisa berapa?" tanya Varel
"2" jawab Devano, Cindy dan Devina
"salah" ucap Varel
"kok bisa kan gue minta permen lo" protes Devina
"kan gue gak ngasih ahay" ucap Varel
"anzim lo" ucap Devano
"rupanya belum pernah di tabok pake sandal swallow mama gue yah" sambung Cindy
"sekalian pake panci jumbonya mama gue" ucap Devina
"huwa emak tolongin Varel" ucap Varel berlari
Alhasil terjadilah acara kejar kejaran antara mereka berempat
"sudah sudah" ucap Monica
Seketika mereka berhenti berlari
"eh guys gw ada pertanyaan" seru Devano
"apa?" tanya Cindy
"gue kemarin ada soal "tumbuhan menyimpan makanan di?" gitu" jawab Devano
"terus lo jawab apa bang?" tanya Devina
"gue jawab di meja makan, emang salah?" tanya Devano
Semua orang tua yang menyimak hanya bisa tepok jidat dan geleng geleng kepala
"bener kok lo" jawab Varel
"wah alhamdulillah" ucap Devano
"eh live di youtube yok" ajak Cindy
"ayok" ucap ketiga bocah itu
"hay guys disini Cindy lagi live dan ini sepupu gue namanya Devina" ucap Cindy ngelive
Devina segera meneteskan air putih ke matanya
"hiks..hiks halo gays gue habis dipukul ama abang gue" ucap Devina ngedrama
"anzim lo" ucap Devano
"mulai deh dramanya" ucap Monica dan Dirga
"ngedrama lagi lo" ketus Cindy
"dan ini sepupu gue yang satunya kembarannya Devina namanya Devano" ucap Cindy
"hay guys gimana gue ganteng kan" ucap Devano
"yang satu hobinya ngedrama yang satu ngelive dan yang satu narsis dah paket lengkap" ucap Dito
"ok guys jangan hiraukan mereka ya, mereka emang rada rada itulah" ucap Cindy
"dan ini sepupu gue yang baru aja nemu di selokan namanya Varel" lanjut Cindy
"sekate kate lo" ucap Varel
"hay guys gue Varel mau es teh anget gak, bikin sendiri" ucap Varel berdiri di kursi
"dah satunya suka ngedrama yang satunya suka ngelive dan satunya tukang narsis eh sekarang kedatangan satu yang bar bar" ucap Daniel