
Kesesokan paginya
"mas bangun sholat shubuh dulu"ucap Monica
"iyah bentar ngantuk nih"jawab Dirga dengan suara parau
"maaas Dirgaa"ayo bangun shubuhnya mau habis lho"sahut Monica
"iya"jawab Dirga kali ini segera bergegas ke kamar mandi
Ketika Dirga keluar kamar mandi Monica pun segeta menyiapkan alat sholat untuknya dan Dirga
"mas pulang dari sini aku mau ke Cilacap bentar ya"ijin Monica
"iya ga papa aku ikut saja"jawab Dirga
"gimana kalau pagi ini kita pulang terus pergi ke Cilacap dan pulang lagi ke Jakarta besok"usul Dirga
"ide yang bagus"sahut Monica
"ya udah kita beres beres aja dulu"sahut Dirga
Setelah mereka beres beres,mereka pun langsung ke Cilacap rumah keluarga Monica meskipun disana tinggal Rehan dan Kiandra karena Sevina pergi ke Jakarta menjadi sekretarisnya Deksa.Mereka tiba di Cilacap sudah pukul 15.50 WIB
"uduuh sampai juga"keluh Monica sambil memijat pundaknya
"rumahnya lumayan besar ya"ungkap Dirga
"iyaa dari dulu memang seperti ini, tapi lebih besar rumahmu mas"jawab Monica
"hmm benar,tapi aku suka rumahmu"kata Dirga
"hmm mas, aku boleh tanya?"tanya Monica yang hanya dijawab deheman oleh Dirga
"kok setiap aku pulang kerja,terus naik taksi aku bilang rumah keluarga Adiprata kok mereka bilang orang terkaya se asia tenggara,emang iya? "tanya Monica
"benar,karena aku, kak Deksa,dan kak Daniel selalu memprioritaskan pekerjaan nomor dua setelah ayah"ucap Dirga
"oh, ayo masuk"ajak Monica
"sabar ca, suamimu lebih mencintai pekerjaannya dari pada dirimu, sadar diri kau Monica"batin Monica sambil masuk rumah
"BI IJAH"teriak Monica memanggil pembantunya
"untung istri kesayangan " batin Dirga sambil menutup kupingnya
"eeh non Monica pulang,mana suaminya kok sendirian aja?"tanya bi Ijah yang memang belum melihat laki laki dibelakang
"saya bi"sahut Dirga dengan muka datar. Memang Dirga sudah menyayangi Monica tapi masih jarang tersenyum
"iya den perkenalkan saya bi Ijah,pembantunya non Monica"ucap bi Ijah
"iya bi saya Dirga"jawab Dirga
"gimana bi ganteng kan suami saya bi, tapi sayang kaya pangeran es"canda Monica
"iya non ganteng kok"jawab bi Ijah
"iya ganteng tapi punya istri yang jago tereak"sahut Dirga datar
"oh ya bi mana ayah dan kak Kiandra"tanya Monica
"kalau tuan di kantor kayanya tapi bentar lagi pulang terus kalau non Kiandra kalau gk salah ke rs deh non"jawab bi Ijah
"oh kalau begitu saya permisi naik ke atas ya bi"pamit Monica lalu pergi ke atas di ikuti Dirga
Detik demi detik berlalu hingga waktu menunjukkan pukul 16.45.Kini Monica tengah menunggu kepulangan sang ayah ditemani Dirga yang sedang menghandle pekerjaan di laptopnya
Tak lama kemudian sebuah mobil yang lumayan mewah masuk pekarangan rumah yang tak lain adalah Rehan Adiprata
"ayah"panggil Monica ketika melihat ayahnya
"eh kamu pulang nak, mana Dirga? "tanya Rehan
"di sini ayah"sahut Dirga kemudian ikut keluar menyalami mertuanya
"kalian berdua memang kesini atau habis dari suatu tempat? "tanya Rehan
"habis dari Surabaya untuk menghadiri pernikahan sekretaris butikku ayah"jawab Monica membuat Rehan menghentikan langkahnya
"kau punya butik ca?"tanya Rehan
"iya ayah, sejak kuliah aku punya namun aku privasi"ungkap Monica
"ternyata anak manja sepertimu bisa buka usaha ya ca"gurau Rehan
"ngomong ngomong mana kak Kiandra? "tanya Monica mengalihkan pembicaraan
"mungkin akan kembali sebentar lagi"jawab Rehan kemudian melangkah masuk di ikuti Monica dan Dirga di belakang
"Woy Monica"teriak Kiandra yang baru keluar dari taksi seketika menghentikan langkah ketiga orang itu
"kakak"ucap Monica pelan kemudian memeluk kakaknya
"tak terasa kau kemarin masih manja manja sekarang jadi istri orang"ucap Kiandra
"iya kak,aku rindu kakak"sahut Monica