Kiandra's Trip

Kiandra's Trip
Bisa memenuhi syarat



Seperti yang di ucapkan pada bi Iroh, pagi ini mereka berdua ke toko baju kecil di ujung gang


"bi saya beli yang model apa ya?" tanya Kiandra


"kalau menurut bibi yang sopan non" jawab bi Iroh


"gimana kalau yang itu bi?" tanya Kiandra menunjuk salah satu setelan celana jins dan baju lengan panjang


"bagus itu non" puji bi Iroh


"harganya juga cuma 300 ribu bi" sambung Kiandra


Mereka pun pulang membawa setelan tersebut


Jam menunjukkan pukul 07.00


Di rumah keluarga Adiprata


"eh niel nanti tampil yang ganteng ya" ucap Deksa


"iyaa kak biar mbak Kiandra terpesona" lanjut Monica


"kayak Dirga tuh udah bikin Monica terbang ke awan" goda Sevina


"ih mbak Sevina juga gitu kan" goda Monica


"sudahlah sayang jangan ribut" potong Deksa


Sementara Dito hanya senyum dan menggelengkan kepala


"jangan kuatir aku belum cuci muka aja ganteng" ucap Daniel datar


"idih sombongnya datang" timpal Dito


"iri bilang boss" ucap Daniel masih berkutik dengan hpnya


"eleh gantengan juga Dirga" ucap Dirga


"halah masih gantengan juga diriku" sambung Deksa


"iya kalian ganteng tapi masih ganteng juga aku" ucap Daniel datar


"sudah sudah lebih ganteng ayah" potong Dito


"ganteng tapi dah tua" ucap Dirga, Deksa dan Daniel


Monica dan Sevina hanya tertawa melihat pertengkaran masalah ganteng tersebut


"eh tua tua gini tetangga sebelah rumah naksir sama ayah" ucap Dito


"emang ada yah?" tanya Sevina


"ada" jawab Dito bangga


"iya ada, mpok halimah janda anak 5" sambung Dirga


kedua suami istri itu tertawa lepas


"dasar anak non akhlak" seru Dito


"untung saya orangnya sabaran" lanjut Dito mengelus dadanya.Tapi di sisi lain dia bahagia karena anaknya bisa kayak dulu lagi


Sementara Daniel ke kamar untuk bersiap


Skipp


ting tong


Sevina segera membuka pintu


"eh ayah ayo masuk" ucap Sevina


Rehan masuk diikuti Monica


"hai bro" sapa Dito


"hai juga" balas Rehan


"eh udah baris aja nih trio D" lanjut Rehan


"iya yah udah dari tadi kayak upacara" ucap Deksa


"eh iya mana mbak Kiandra?" tanya Monica


"bentar lagi palingan dia tadi mampir ke apotek ga tau beli apa" jawab Rehan


"untung gk lupa" ucap Monica


"apanya?" tanya Sevina


"udahlah nanti juga tau" jawab Monica


"entar kalo Kiandra datang jangan kaget" ucap Rehan


Mereka semakin bingung


ting tong


Kebetulan bi Yanti sedang menyuguhkan minuman jadi dia juga yang buka pintu


"eh masuk non" ucap bi Yanti ramah


"makasih" ucap Kiandra ramah


Kiandra masuk ke dalam rumah. Monica dan Sevina kaku setelah melihat penampilan Kiandra


Setelan Kiandra



"itu Kiandra" ucap Rehan


"cantik sekali kau kak" puji Dirga


"sebentar dari matanya kok kayak pernah lihat yah" ucap Daniel mengingat ingat


"kita pernah bertemu?" tanya Daniel datar


"pernah" jawab Kiandra


Semua bingung kecuali Sevina Monica dan Rehan


"di mana?" tanya Daniel karena tidak yakin


"aku yang dansa bersama denganmu pada saat resepsi pernikahan Deksa dan mbak Sevina" jawab Kiandra


"oh" ucap Daniel datar


"saya ada kabar baik buat keluarga ini" seru Kiandra menatap Monica sedangkan Monica hanya tersenyum malu


"apa ndra?" tanya Rehan


"Monica hamil" jawab Kiandra


"benarkah?" tanya Dirga


"iya" jawab Monica


Lalu terjadilah acara pelukan yaitu Dirga memeluk Monica lalu Deksa memeluk Sevina sedangkan Dito memeluk Rehan


"selamat" ucap Daniel cuek


"makasih" balas Dirga


"duduklah kia" ucap Daniel pada Kiandra


"terima kasih" ucap Kiandra lalu duduk


"ok kamu kuliah dimana nak?" tanya Dito


"saya kuliah di Brazil om" jawab Kiandra


"wah impian ayah tercapai" ucap Dito


"pekerjaan sekarang?" tanya Daniel


"Dokter spesialis anak" jawab Kiandra


"dan kak Deksa kau berdiri di samping anaknya om Rehan" suruh Daniel


"katanya tanpa syarat" protes Dito


"tapi lihatlah betapa tingginya Kiandra" ucap Daniel


"iya tinggi banget" puji Deksa kemudian berdiri di samping Kiandra


"bisa memenuhi syarat" ucap Daniel


"tinggi amat ndra tinggimu berapa?" tanya Deksa


"183 cm" jawab Kiandra


"widih bener kata Daniel kalau ada perempuan yang bisa memenuhi syarat dia" ucap Dito


"lalu Daniel kuliah dimana dit?" tanya Rehan


"aku juga tidak tahu" jawab Dito


"kok bisa" ucap Rehan heran


"dia dari SMA tinggal di apartemen lalu saat habis kelulusan aku ke apartemen Daniel dia udah pergi katanya kuliah di luar negeri lalu aku tanya "dimana" dia tidak mau jawab" jelas Dito panjang lebar


"kita juga gk tahu" sambung Deksa dan Dirga


"terus kuliah dimana?" tanya Kiandra


"aku kuliah di Norwegia" jawab Daniel


"wah bagus" puji Rehan


"tinggimu berapa kak kok kayak tinggi banget sih?" tanya Monica


"187 cm" jawab Daniel


"TINGGI BANGET" teriak semuanya kecuali Kiandra


"uduh sellow dikit" protes Daniel


"pernikahannya kapan?" tanya Rehan


"dua minggu lagi" jawab Dito


"apakah tidak kecepatan?" tanya Kiandra


"lebih cepat lebih baik" ucap Deksa


"mana kak vitaminku?" tanya Monica


"nih" ucap Kiandra menyerahkan kapsul


"makasih" ucap Dirga


"masama" balas Kiandra


"eh ndra,ca besok kumpul bareng yuk" ajak Sevina


"iyaa" ucap Kiandra


"ngapain?" tanya Dito


"biasalah dit gosipin tetangga sebelah rumah" jawab Rehan


"ayah kalo ngomong suka bener deh" sambung Monica


Semua kaum jantan hanya menggelengkan kepala