
"pak emak kenapa?" tanya Varel menangis
"emak kecelakaan nak, kita doakan semoga emak baik baik aja yah" jawab Daniel menghapus air mata putranya dan memeluknya
Dokter keluar
"dokter bagaimana keadaannya?" tanya Dito
"pasien sedang koma, sekarang kalian boleh masuk tapi 2 orang dulu" jelas dokter
"makasih dok" ucap Daniel
Daniel dan Varel masuk
Kaki mereka terasa berat ketika melihat Kiandra yang biasanya bersikap kocak sekarang terbaring di rumah sakit dengan banyak alat
"mak bangun dong mak hiks.. hiks" ucap Varel menangis
"sayang apa kamu tega liat kita kayak gini?" tanya Daniel
Perlahan tangan Kiandra terangkat
"emak" ucap Varel memegang tangan emaknya
"h.hai Va.rel" sapa Kiandra terbata bata
"emak gak akan pergi kan?" tanya Varel memeluk Kiandra
Kiandra hanya tersenyum
"sayang kamu sembuh ya" pinta Daniel
Kiandra hanya tersenyum
"ma..na y.ang lai..nnya?" tanya Kiandra
"mereka ada di luar" jawab Daniel
Varel dan Daniel keluar berganti Dito dan Rehan
"sayang" lirih Rehan dengan menangis
"ayah" ucap Kiandra tersenyum
"nak kamu harus sehat lagi yah, kamu punya Varel yang butuh perhatian kamu" ucap Dito
Kiandra tersenyum
"tolong limpahkanlah kasih sayang u tuk Varel" ucap Kiandra
"pasti nak, dia itu cucu keluarga adiprata" ucap Dito
"makasih" ucap Kiandra
"apa hanya ini?" tanya Kiandra
"ada diluar" jawab Rehan
Rehan dan Dito keluar berganti Deksa dan Dirga yang masuk
"apakah kau baik baik saja mbak?" tanya Dirga
"ya seperti ini" jawab Kiandra
"tolong jaga mbak Sevina dan Monica yah" pinta Kiandra
"pasti" jawab mereka berdua
"kamu harus kuat ya ndra, kita disini selalu suport kamu" ucap Deksa
"makasih" ucap Kiandra
"mbak Sevina, Monica?" tanya Kiandra
"sebentar aku panggilkan" ucap Dirga
Dirga dan Deksa keluar berganti Monica dan Sevina
"mbak Kiandra" seru Monica
"Kiandra" seru Sevina barengan
Mereka berdua memeluk Kiandra
"kalian jaga diri yah" ucap Kiandra
"tolong jaga Varel" ucap Kiandra
"kau emaknya ndra kau yang seharusnya jaga Varel, kamu harus sembuh" ucap Sevina
"kalau tidak bagaimana?" tanya Kiandra
"kau tidak boleh berbicara seperti itu" ucap Monica
Kiandra hanya tersenyum
"bisakah kalian menuruti permintaanku?" tanya Kiandra
"asalkan tidak aneh aneh" jawab Sevina
"tidak" ucap Deksa
Kiandra menyerahkan 3 amplop
"berikan amplop ini untuk mas Daniel ketika dia berulang tahun ke 37" ucap Kiandra menunjuk salah satu amplop
"lalu yang ini untuk Varel terika dia ulang tahun yang ke 12 th, dan berikan yang ini ketika dia berulang tahun yang ke 11 th" lanjut Kiandra menunjuk amplop lain
Monica dan Sevina mengguk sementara cairan bening itu terus mengalir di pelupuk matanya
"sekarang aku gak peduli kata dokter, aku mau semua orang berkumpul di sini" ucap Kiandra
Monica mengangguk dan pergi memanggil orang yang diluar
Semua orang yang ada di luar masuk
"kau tidak apa apa ndra?" tanya Deksa
"aku gak papa kak, mungkin sebentar lagi aku tidak akan merasakan sakit lagi" jawab Kiandra
"emak jangan pergi" ucap Varel
"nak kamu jaga kesehatan yah, belajar yang rajin, maaf emak pernah berkata yang tak seharusnya emak katakan kepadamu" ucap Kiandra tersenyum sambil membelai rambut Varel
"ra Varel masih butuh kamu, kamu harus sembuh" ucap Daniel
"sayang aku percaya kamu pasti bisa, lihatlah ayah. Ayah bisa mererawat 3 putranya masa kamu gak bisa sih hehehe" ucap Kiandra cengengesan
"kak Deksa, Dirga aku minta tolong kalian jaga Monica dan mbak Sevina yah" ucap Kiandra
"jangan pergi mbak, kau sudah ku anggap seperti kakak perempuan bagiku" ucap Dirga
"kau juga adikku ndra, kami disini menyayangimu" ucap Deksa dengan raut wajah sedih
"makasih, kalian juga kakak dan adikku" ucap Kiandra
"ayah jaga kesehatan ya, kalau kerja jangan lembur entar kalau pulang kantor dibawa kunti loh" canda Kiandra
"maka dari itu kau jangan pergi" ucap Rehan
"kamu harus sembuh nak" ucap Dito
Tiba tiba
"akh" pekik Kiandra memegangi kepalanya
"aku panggilkan dokter dulu" ucap Daniel
Daniel handak berlari tapi Kiandra mencegahnya
"mungkin saatnya aku pergi" lirih Kiandra
"emak jangan pergi hiks.. hiks" tangis Varel
"jika memang ini yang terbaik, kami ikhlas melepaskan mu" ucap Daniel sambil menangis
"pergilah dengan tenang" lanjut Rehan
"tidurlah jika kau mengantuk ndra" ucap Sevina
"kami semua ikhlas" ucap Deksa,Dirga dan Dito
"Varel akan mencoba ikhlas mak, love you soo much mak" ucap Varel
"pergilah dengan tenang sayang, kami baik baik saja" ucap Daniel
"good bye all" lirih Kiandra kemudian menghembuskan nafas terakhir