
Masih dalam situasi yang sama
"makanya segeralah cari istri" ucap Dirga dan Deksa komapak
"hai aku cemburu dengan kalian" ucap Daniel pada Sevina dan Monica
"kenapa kau cemburu adik ipar?" tanya Sevina
"suami kalian memeluk kalian ketika kalian menangis tapi mereka tidak memelukku" jawab Daniel
"iya iya" pasrah Deksa dan Dirga berdiri kemudian memeluk Daniel
"kau tinggi sekali kak" puji Monica
"makasih adik ipar" ucap Daniel
"oh ya aku punya hadiah untuk kalian" ucap Daniel melepaskan pelukannya
"apa? " tanya orang menjawab kompak
"tuh dateng di depan" jawab Daniel menunjuk teras rumahnya menggunakan dagu
Semuanya pergi ke luar termasuk Daniel sendiri
"mobil siapa nih kak? " tanya Dirga
"mobilmu dengan Monica dan mobil kak Deksa dengan kakak ipar
"makasih" ucap Sevina dan Monica
"sama sama" jawab Daniel
"ayah juga ada sesuatu" ucap Rehan
"apa?" tanya semuanya
"aku akan memberikan kalian apartemen" ucap Rehan
"serius? "tanya Monica memastikan
"duarius" jawab Rehan
"1 untuk Dirga dan Monica dan 1 untuk Deksa dan Sevina" lanjut Rehan
"ayah juga ada sesuatu untuk 2 pasutri ini" ucap Dito
"apa lagi? " tanya Daniel
"villa" jawab Dito
"villa di Jogja punya Deksa dan Sevina villa di Samarinda punya Dirga dan Monica" lanjut Dito
"wah kak banjir hadiah untuk kalian dari mobil ke apartemen lalu ke villa" goda Daniel
"makasih kalian semua" ucap Deksa
"iya"jawab Dito, Rehan, Daniel
Setelah duduk kembali di kursi ruang tamu
tiba tiba
Drrt Drrt
Hp Daniel berbunyi ia segera menjauh untuk mengangkat telfon
beberapa saat kemudian Daniel kembali dengan wajah panik
"gawat" ucap Daniel
"gawat kenapa sih kak? "tanya Dirga
"Horsi, Ken, dan Venus sakit" jawab Daniel
"APA" teriak Deksa dan Dirga
"telpon Dokter" perintah Deksa
"sudah kak" jawab Dirga
"mereka siapa pak? "tanya Sevina pada Deksa
"selingkuhanmu mas? "tanya Monica pada Dirga
"bukan lah" jawab Deksa dan Dirga
"lalu siapa? "tanya Rehan
"IKUT AJA DULU"teriak Deksa Dirga dan Daniel
Tiba tiba sampailah mereka pada rumah yang cukup besar berlantai 2 meski tak sebesar dan semewah rumah Adiprata yang berlantai 4,rumah tersebut nampak elegan
"mana Horsi, Ken, dan Venus itu? "tanya Rehan
"di samping rumah ayah"jawab Deksa
Mereka pun pergi ke samping rumah.Terlihat ada penjaga di sana membuat keempat orang itu semakin bingung
"apakah sudah diperiksa dokter? "tanya Deksa
"sudah tuan kini mereka sedang tidur"jawab penjaga
"kalian tidak takut?" tanya Deksa pada Sevina dan Monica
"memang siapa mereka? "tanya Sevina
"harimau kesayangan peliharaan kak Daniel kak Deksa dan aku" jawab Dirga
"ASTAGFIRULLAH" teriak Dito Rehan Monica dan Sevina
"jangan berisik nanti dia bangun" tegur Deksa
"ok ayah ikut takut kalian kenapa napa nanti" ucap Dito
Mereka pun masuk terlihat 3 harimau besar sedang tidur dalam kandang besar terpisah dan dirantai
"besar banget mereka yah" ucap Monica
"iya mana imut lagi" sahut Sevina
"kau suka dengan Ken? "tanya Deksa pada Sevina
"iya imut banget" jawab Sevina
"ayo kita aku masuk ke dalam" ajak Deksa dan Dirga
"kamu tidak takut mas?" tanya Monica
"anda tidak di celakai pak? "tanya Sevina
"mereka sudah 2 th ikut dengan kita mana mungkin kita takut" jawab Deksa dan Dirga
"ayo kalau begitu" ajak Monica semangat empat lima
"kamu ikut aku sev masuk ke kandang Ken" ucap Deksa kemudian masuk ke kandang harimau miliknya
"ayo ca kita ke kandang si Venus" ajak Dirga menarik Monica masuk ke kandang harimaunya
"kita ke mana? "tanya Dito
"jika kalian tidak takut ikutlah ke kandang Horsi kesayanganku" ucap Daniel
Mereka semua masuk ke kandang harimau kesayangan trio D
"kenapa kau sakit hmm? "tanya Daniel pada Horsi dan mengelus bulunya yang halus
"harimau kau tanyai" protes Dito ikut mengelus Horsi
Deksa Sevina
"kau rindu denganku yah Ken? "tanya Deksa pada Ken sambil mengelusnya
"dia jawab apa pak? "tanya Sevina
"gk jawab" jawab Deksa
"jangan memanggilku pak panggil saja seperti Monica dan Dirga" lanjut Deksa
"ya sudah aku akan memanggilmu mas ketika kita tidak dikantor" ucap Sevina yang hanya dibalas anggukan oleh Deksa
Dirga Monica
"seberapa lamanya sih aku tidak mengunjungimu sampai kau sakit? tanya Dirga pada Venus membelai kepala Venus
"dia sangat lemah" ucap Monica
"iya ca" sahut Dirga
"aku sayang mas sama Venus mu" ucap Monica menyentuh tangan harimau itu
"makasih" ucap Deksa tersenyum lau dibalas senyuman oleh Monica
Hari semakin sore kini mereka memutuskan untuk pulang
Bersambung