Kiandra's Trip

Kiandra's Trip
Keputusan



Masih di caffee


"Andre jelaskan pada saya secara detail"pinta Rehan


"jadi gini pak


Flashback on


"Andre menurutu perintah Deksa untuk menunggu di mobil saja. Namun tak lama kemudian tiba tiba ia ingin buang air kecil


"nih gue pingin buang air kecil lagi"umpat Andre


"gue ke dalam caffe aja kali ya"gumam Andre berbicara pada diri sendiri


Namun ketika melewati parkira ia tak sengaja melihat Galih dan Moza membicarakan sesuatu yang kelihatan mencurigakan


"eh itukan tuan Galih sama sekretarisnya, ngapain bicara kek gitu mencurigakan banget, gue rekam ah siapa tahu berguna buat bos"batin Andre kemudian merekam pembicaraan Galih dan Moza


"gue gk nyangka kalau ternyata Moza itu anaknya tuan Galih,apalagi buat njebak si bos, wah wah besar sekali nyalimu Galih"batin Andre menggelengkan kepala


Kemudian Andre melangkah memasuki caffe menuju ruang yang sudah di booking bosnya tersebut,semakin mendekat ia mendengar pembicaraan Sevina dan kedua kau adam tersebut


"bagaimana kalau bapak menikahi Moza tadi"usul Sevina


"gila nih"umpat Andre dalam hati


"jangan pak"cegah Andre


Flasback of


"saya sih udah tau pak kalau Moza itu anaknya tuan Galih"ungkap Sevina


"kamu kerja sama sama mereka buat ini?"tanya Rehan


"gk lah mana ada begitu,aku saja beruntung kalau pak Deksa tidak menikah dengan Moza"elak Sevina


"terima kasih Andre sekarang kamu boleh pulang antar mobil ke rumah dan bilang saya menginap di apartemen"suruh Deksa


"sesuai perintah "jawab Andre. Andre memang asisten Deksa yang bisa di andalkan dimana saja


"terus pak Deksa menikah dengan siapa jika anda tidak mau mengecewakan ayah dan adik anda?"tanya Rehan sopan


"lagian pak, Moza itu sombong dan suka berfoya foya,saya hanya mengingatkan tapi kalau bapak ingin menikah dengannya juga tidak mengapa selevel juga"ucap Sevina padahal hatinya patah entah kenapa baru 2 minggu bekerja dia sudah menaruh hati pada atasannya


"kok kamu tahu? "tanya Deksa


"sebelum sekolah SMA di Cilacap saya sekolah di Jakarta pak" ungkap Sevina


"haduh saya nikah ma siapa yah" keluh Deksa menjambak rambutnya frustasi


"bapak tidak punya kekasih? "tanya Sevina


"tidak" jawab Deksa tegas api berkobar di dadanya mendengar kata kekasih


"pak Deksa kayak gk suka gitu ya gue sebut kekasih, apa dia memiliki masalalu yang suram? ah andai aja pak Deksa pilih gue jadi istrinya" batin Sevina


"ah aku memang suka sama pak Deksa tapi perasaan gue gk boleh menimbulkan keegoisan gue, gk mungkin juga pak Deksa mau nikahin gue, dia ja cowok berkelas gk level sama gue" batin Sevina selalu mengingatkan dirinya agar tidak terayu perasaan


"aduh ayah pasti kecewa sekali pak Rehan"lirih Deksa


"tenang saja pak" Rehan mencoba menenangkan Deksa


BRAKK


Deksa menggebrak keras meja membuat Sevina dan Rehan terkejut


"anda tidak apa apa pak" tanya Rehan


1 menit tidak ada balasan


"keputusan saya bulat tapi jika yang bersangkutan tidak menerima maka terpaksa saya membatalkan tander milyaran itu" ucap Deksa tegas


"baik pak"ucap Sevina


"umur kamu berapa sev? "tanya Deksa


"26 th" jawab Sevina


"menikahlah dengan saya" ucap Deksa santai


"apakah anda tidak bermain main? "tanya Rehan tak percaya


"saya tidak pernah mengecewakan wanita"ucap Deksa


"keputusan ada di tanganmu Sevina"ucap Deksa


"ayah saya mau saya juga mau pak" ucap Sevina


"kenapa, yang menikah bukan ayah tapi kamu" sahut Rehan


"karena aku percaya pilihan ayah yang terbaik" ucap Sevina


"saya sebenarnya mau pak, anak saya mendapatkan suami yang bertanggung jawab seperti bapak, tapi jika Sevina tidak berkenan maaf saya tidak bisa memaksa" jawab Rehan


"baik Sevina,bagaimana? " tanya Deksa


"saya mau pak" jawab Sevina


"baik besok kita ke KUA dan setelah tander ini selesai kita adakan resepsi pernikahan seperti Dirga" ucap Deksa


"setuju" ucap Sevina


"MELDA" panggil Sevina


"kamu manggil siapa? "tanya Deksa


"meneger caffe ini"jawab Sevina


"iya buk" sahut seseorang yang tak lain adalah Melda


"saya mau besok kamu bagikan makanan gratis untuk orang yang makan disini serta pengemis yang lewat" suruh Sevina


"baik buk"jawab Melda kemudian berlalu meninggalkan mereka


"anda jangan heran pak caffe ini milik Sevina" ungkap Rehan


"oh " jawab Deksa santai walaupun sesungguhnya dia sangat terkejut


"ok meskipun kita menikah atas dasar tander saya mau pernikahan ini sah dimata hukum dan agama tidak ada nikah kontrak"ucap Deksa


"kedua pernikahan tidak dasar cinta tidak menghalangi saya untuk meminta hak dari mu"ungkap Deksa sedangkan Rehan hanya tersenyum


"iya pak"ucap Sevina


Kemudian mereka pulang Rehan punya rumah di Jakarta jadi dia pulang ke sana bersama Sevina


Malam berganti pagi. Kini keluarga Adiprata sedang sarapan pagi


"tumben kakak mu tidak pulang" heran Dito


"iya nih heran banget" ungkap Dirga


Tak lama kemudian


"AYAH" teriak Deksa baru pulang dari apartemen langsung berlari ke arah ayahnya


"panjang umur kau kak"ucap Daniel


"aku durhaka ayah hiks.. hiks.. hiks maafkan putra angkatmu ini ayah"tangis Deksa memelik kaki Dito


Monica, Daniel, Dirga, dan Dito saling pandang


"hai kau kenapa hmm? "tanya Dito mengangkat tubuh Deksa dan memeluknya


"kau lupa tidak ada kata anak angkat diantara kita bertiga? "tanya Daniel


"tapi aku sudah durhaka niel kau bebas melemparku kemana saja hiks.. hiks"ucap Deksa


"kau kenapa kak? "tanya Dirga


Deksa pun menhapus air matanya dan merapikan jasnya lau duduk di meja makan


"nih untuk kalian" ucap Deksa menyodorkan 4 tas belanjaan


"jas" ucap trio D kompak


"dress"ucap Monica terkejut


"kau ultah kak? "tanya Monica


"aku akan menikah hari ini"


"oh"jawab mereka


Dirga \= loading


Dito \= loading


Daniel \= loading


Monica \= loding


"APA" teriak semuanya


"hm" Jawab Deksa


"ceritakan"tegas Dito


Deksa pun menceritakan dari A-Z


Bersambung