
Beberapa tahun kemudian
Tak terasa, kini kehidupan Daniel, Varel dan yang lainnya sudah 4 tahun tanpa Kiandra si menantu konyol
Tepat hari ini adalah hari ulang tahun Varel yang ke 11. Dihadiri oleh Devina, Devano, Cindy, serta orang tua mereka
huft
Lilin sudah di tiup, potong kue juga sudah, sekarang mungkin saatnya hadiah. Monica dan Dirga memberikan hadiah peralatan sekolah lengkap, Sevina dan Deksa menghadiahkan baju dan mainan, Dito memberikan banyak snack dan Rehan menghadiahkan lemari warna hitam bermotif sport
"wah kakek debaek pilih warna hitam" puji Varel
"memangnya kenapa warna hitam?" tanya Dito
Rehan, Daniel dan Varel saling pandang
"warna hitam itu warna kesukaan emak" jawab Varel
Deksa dan Dirga mengelus punggung Varel lalu Monica dan Sevina mengambil sesuatu
"nih" ucap Monica menyerahkan amplop
"apa?" tanya Daniel
Monica memberikan amplop kepada Varel
"apa ini bi?" tanya Varel
"ini surat dari emakmu waktu dia di rumah sakit" jawab Monica
Varel membuka dan membacanya
From:Kiandra
Too:Anaknya emak
Hai Varel, tak terasa kamu sudah besar nak, maaf emak gak bisa menemani kamu selama ini
Kamu nurut yah apa yang dikatakan bapak
Ingat nak, meskipun kita sudah berbeda alam. Emak ingin melihat putra semata wayang emak bisa meraih sarjana luar negeri. Lihatlah bapak, bapak kuliah di Norwegia, paman Dirga kuliah di Jerman, bibi Monica kuliah di Australia, bibi Sevina kuliah di Amerika Serikat dan paman Deksa kuliah di Belanda.
Jangan lupakan pesan emak nak, jangan lelah menjadi orang baik kerena kebaikan itu akan datang dengan sendirinya dan jangan pernah kamu sombong karena semua yang kamu punya sekarang adalah titipan
Selamat ulang tahun anakku, semakin besar semakin pandai yah
Love you
"love you too mak" ucap Varel meneteskan air mata
"eh den Varel kenapa?" tanya bi Iroh yang kebetulan meletakkan camilan di meja
"habis baca surat Kiandra bi" jawab Daniel
"oh begitu" sahut bi Iroh mangut mangut
"bi, ingatan Varel kembali ke malam itu bi" seru Varel
"seorang ibu akan melakukan semuanya demi anaknya den, termasuk aden" balas bi Iroh kemudian undur diri
"maksudnya malam itu apa?" tanya Daniel
"dulu pada suatu malam ketika aku berumur empat th,kita masih di Tegal, waktu itu badanku demam tapi di luar sedang hujan lebat disertai petir dan angin sementara mobil emak juga di servis, kerena emak lupa pengalaman pribadi waktu dia jadi dokter, akibatnya emak menggendongku menuju ke rumah sakit dengan berjalan kaki di bawah ganasnya malam. Pengorbanan emak waktu itu tidak akan pernah luntur di kepalaku" jawab Varel bercerita
Semuanya menangis haru karena tidak ada yang bersama Kiandra waktu itu
"EMAK" teriak Varel bangun tidur
"kenapa lu" tanya Devano
"gue mimpi buruk" jawab Varel
"mana emak?" tanya Varel kemudian
"noh masak di dapur" jawab Devano
Jadi hanya mimpi ya, Varel habis jatuh di taman langsung tidur siang soalnya
"syukurlah" ucap Varel lega
"eh bersepeda yuk" ajak Cindy baru masuk
"hayuk" ucap mereka
"sepeda tandem nih" ucap Devina
"seru nih" lanjut Varel
Mereka akhirnya bersepeda bersama
INGAT GUYS KIANDRA GAK MATI, CUMA MIMPINYA VAREL