
Masih di situasi yang sama
"kita mau langsung pulang apa gimana nih?" tanya Deksa
"lha emang mau kemana lagi? "Dito balik tanya
"ini rumah kita bertiga,jadi kalian tidak mau masuk dulu?" tanya Dirga
"oh, yasudah kita masuk dulu kelihatannya tidak jauh berbeda dari rumah kita ya gk han? "tanya Dito sambil membandingkan rumah Rehan, rumahnya,dan rumah trio D
"iya mereka pintar memilih rumah" puji Rehan
Rumah Dito
Rumah Rehan
Rumah Trio D
"ayo masuk apa enggak? "tanya Daniel yang sudah membuka pintu rumahnya
Semua pun masuk rumah
"duduk dulu semuanya" titah Deksa
"makasih" ucap Rehan
"rumah ini asri" puji Sevina
"kakak mau tinggal disini? "tanya Daniel
"pinginnya sih gitu" jawab Sevina
"gak papa kok kak rumah ini jadi rumah kalian berdua aja" ucap Daniel pada Deksa dan Sevina
"beneran? "tanya Dirga
"iya nih,ini kan rumah impianmu untuk tinggal bersama istrimu nanti? "tanya Deksa
"udah aku akan beli baru, oh ya kakak ipar" jawab Daniel seraya mencolek pundak Sevina
"pilih kamar yang di pojok atas itu aja" usul Daniel
"kenapa" tanya Sevina sedangkan Deksa sudah merona disampingnya ketika mendengar nama kamar pojok
"hahahaha kau lucu ketika merona kak, lagian baru dengar namanya saja udah kayak gitu" ucap Dirga mengejek Deksa sambil tertawa lepas
Semua orang disana membulatkan mata tak percaya melihat Dirga tertawa selepas itu
"memangnya kenapa kamar itu? "tanya Sevina sekali lagi
"kedap suara kak" jawab Dirga
Deksa tambah merona mendengar jawaban Dirga
"jadi kalau *** *** tambah nikmat kak" lanjut Daniel
Kini Sevina juga merona. Sedangkan Rehan,Dito dan Monica hanya bisa tertawa lepas melihat pasangan pengantin baru itu
"lagian juga kalau aku tinggal disini entar yang makaikan dasi ke kantor siapa" ucap Daniel
"memangnya kau tidak bisa pakai dasi nak? "tanya Rehan
"bukan Daniel saja tapi juga kedua menantumu" jawab Dito
"terus kalian sebelum nikah siapa yang pakaikan? "tanya Monica
"ayah" jawab mereka cuek sambil menahan malu
"tapi semenjak ada Monica Dirga tak lagi menyuruhku memakaikannya dasi" ungkap Rehan
"mungkin sekarang Deksa juga" goda Rehan
"ish ayah ini" ucap Sevina kesal
"lah kan iya kamu istriku jadi kamu yang pakaikan aku dasi" sahut Deksa
"kau segeralah cari istri kakak ipar" goda Monica
"satu tahun lagi" sahut Daniel datar
Semua orang terkejut ketika mendengar jawaban Daniel
"tidak 10 bulan lagi" ucap Dito tegas
"aku belum siap kalau secepat itu ayah" protes Daniel
"contohlah aku, apakah kemarin lusa kau mengira aku akan menikah? "tanya Deksa
"tidak kak" jawab Daniel
"maka dari itu kau harus menikah putraku" lanjut Dito
"1 th lagi, ok" ucap Daniel membentuk huruf o dengan jarinya
"10 bulan lagi atau 4 D group ayah ambil kembali" ancam Dito
"ish iya iya" pasrah Daniel
"tapiiii" ucap Daniel menggantung ucapannya
"tapi apa? "tanya Deksa cuek
"tapi beri aku waktu 8 bulan untuk mencari namun jika 8 bulan itu aku belum bisa membawa calon yang cocok ayah harus mencarinya dalam waktu 2 bulan" jelas Daniel
"ok ingat pesan ayah, kakak dan adikmu sudah mendapatkan istri sarjana luar negri loh ya" pesan Dito yang hanya mendapatkan anggukan oleh Daniel
"eh iya Deksa kamu kuliah dimana?" tanya Rehan
"di universitas jurusan bisnis di Belanda ayah" jawab Deksa
"waw" ucap Monica dan Sevina
"memangnya kakak dan adik ipar kuliah dimana?aku lupa "tanya Daniel
"aku kuliah di universitas jurusan kearsitekan di Amerika Serikat" jawab Sevina
"dan adik ipar ?"tanya Daniel
"aku kuliah di universitas jurusan ekonomi di Australia kak" jawab Monica
"wah kalian memang pasangan yang serasi" puji Daniel cuek
"makasih" ucap keempatnya
"emangnya kamu gk mau sama sekali punya menantu lulusan dalam negri ?"tanya Rehan pada Dito
"mau sih tapi dulu aku punya adik perempuan yang ingin kuliah di luar nengri tapi aku tidak bisa mengabulkan keinginannya karena dia lebih dulu dipanggil tuhan" jawab Dito
"oh jadi gitu alasannya ?"tanya Rehan lagi dan Dito hanya mengangguk
"entah kenapa aku ngerasa bahwa Daniel nanti akan dapat istri sarjana luar negeri" ungkap Rehan
"sama" sahut Monica dan Sevina dan Dito hanya tersenyum
"baiklah malam ini semuanya tidur di sini nanti habis sholat isya' aku ingin cerita tentang masa lalu ku didepan istri dan mertuaku" jelas Deksa
"kau serius nak ? "tanya Dito
"iyaa" jawab Deksa
"aku juga akan bercerita tentang masa lalu ku pada suamiku dan keluarga suamiku" ucap Sevina
"kau yakin sayang ?"tanya Rehan
"yakin gk yakin harus yakin karena mereka juga berhak tahu apalagi mas Deksa" jawab Sevina
"ok kalian segera ke kamar dan istirahat di sini kamarnya banyak" ucap Dirga
Semuanya hanya mengangguk dan berlalu dari ruang tamu ke kamar masing masing
Bersambung
maaf ini karya pertama jadi banyak yang salah menulisnya