
masih di situasi yang sama
"apa kau mau belanja ca? "tanya Dito
"iya ayah belanja bulanan aja kok sama kak Sevina" jawab Monica
"kamu gk mau beli baju gitu ca kayak cewek lain? "tanya Dito
"tiga minggu lalu aku udah beli baju kok yah" jawab Monica
"emang kamu beli baju biasanya kapan aja? "tanya Dito
"seperlunya yah" jawab Monica
"oh" ucap Dito
"aku tidak salah memilih menantu Monica tidak boros dan sombong seperti anak konglomerat lain" batin Dito
ting tong
Bel rumah berbunyi nyaring. Kini Monica membuka pintu dengan semangat karena dia yakin bahwa yang datang adalah Sevina
"eh ca, aku kepagian gk? "tanya Sevina
"gk kok kak, ayo masuk" jawab Monica
"makasih" ucap Sevina
Sevina dan Monica pun masuk ke rumah
"assalamualaikum yah" ucap Sevina
"waalaikum salam" balas Dito
"kakak mau belanja apa saja? "tanya Monica
"cuma bahan dapur, isi kulkas sama baju mungkin" jawab Sevina
"wah tumben kakak mau beli baju di mall" heran Monica
"selain mall dimana lagi?" tanya Dito yang dari tadi hanya menyimak
"gk beli di mall kok yah, ca aku dengar ada toko baju kecil di samping kantor mas Deksa" jawab Sevina
"kalian tidak pernah beli baju di mall" tanya Dito
"gk pernah yah, ditoko kecil kecilan aja ramah dikantong" jawab Sevina
"ya sudah kita pamit dulu ayah assalamualaikum" pamit Sevina dan Monica kompak
"wa alaikum salam hati hati" balas Dito
"iya yah" sahut keduanya
"Didikan Rehan pada putrinya memang baik mereka tidak menghamburkan uang meskipun dari keluarga berada" batin Dito mengagumi menantunya
Monica dan Sevina pergi naik mobil menuju sebuah mall yang tidak terlalu berkelas.
"ca udah semua kan?" tanya Sevina
"udah kak" jawab Monica
"oh iya ca jangan bilang kalau kita dari pasar tradisional bukan dari mall" ucap Sevina
"iya kak nanti suami kita marah" lanjut Monica
"makan es krim yuk" ajak Sevina semangat
"ayo kak" balas Monica
Sampailah mereka di kedai kecil penjual es krim
Mereka mengobrol sambil menikmati es krim di tengah terik matahari
"eh kak, jadi yang dansa sama kak Daniel tadi malam itu kak Kiandra" ucap Monica
"benar ca" ucap Sevina
"eh tapi kakak gak ngantor?" tanya Monica
"aku di pecat ca" jawab Sevina
"bagus dong" timpal Monica
"eh kakak udah malam pertama belum?" tanya Monica
"belum" jawab Sevina santai
"kau sendiri?" tanya Sevina
"belum" jawab Monica
"tapi kayaknya gk lama lagi lingerie pemberian kak Kiandra ke pakai deh" keluh Monica
"mungkin, entah ini hanya perasaanku atau perasaanmu juga" ucap Sevina
"sama, tapi juga gapapa toh mereka juga suami kita" ucap Sevina. Monica hanya mengangguk pelan
"eh kak kita belanja banyak seperti itu gapapa kan?" tanya Monica ragu
"iya juga ini uang suamiku ca" ucap Sevina
"sama" ucap Monica
"emang kita ngehabisin berapa rupiah sih?" tanya Monica lagi
"kira kira 800 ribu ca" lirih Sevina
"tapi kita juga harus bilang sama suami kita kalau kita ngehabisin uang mereka" ucap Monica
"iya harus mereka pasti marah" keluh Sevina
"itu juga kesalahan kita" ucap Monica
Matahari semakin menyengat di kulit. Monica dan Sevina memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing
Jam berlalu dengan cepat kini sudah menunjukkan pukul 16.00 waktunya Dirga Deksa dan Daniel pulang
Di rumah Deksa dan Sevina
Setelah mendengar klakson mobil Deksa, Sevina berlari dari lantai 2 menuju pintu depan. Sevina membukakan puntu untuk Deksa tak lupa mencium tangannya
"mandi lah mas aku udah siapin air hangat untukmu" ucap Sevina
"makasih" ucap Deksa datar lalu meninggalkan Sevina seorang diri
Di rumah keluarga Adiprata
Monica melakukan hal yang sama seperti Sevina yaitu menyiapkan air hangat untuk Dirga mandi
Skip
Setelah sholat isya' semua orang keluarga Adiprata ke meja makan untuk makan malam
Setelah makan
"Daniel kau kenapa pulang telat?" tanya Dito
"aku baru bertemu temennya Monica yang kemarin itu yah" jawab Daniel
"terus kakak suka sama dia?" tanya Dirga
"enggak" jawab Daniel cuek
"dia bicara yang enggak enggak ya kak?" tanya Monica
"dia berpakaian sangat minim" ucap Daniel
"kakak gk memfotonya?" tanya Dirga
"iya tapi cuma foto bajunya" jawab Daniel
"mana ayah pingin lihat baju mana yang dia pakai" ucap Dito penasaran
"dia kira aku pria apaan" kesal Daniel
"berubah banget dia" gumam Monica
"udah masih banyak wanita lain, mending istirahat aja" potong Dirga
Semua orang pergi ke kamar untuk tidur dan menyambut pagi
Bersambung