
Satu minggu kemudian
Daniel dan Dirga pergi ke kantor lalu Kiandra mengantar Devano, Devina, dan Varel ke sekolah sedangkan Monica asyik berbincang bincang dengan Sevina yang kebetulan berkunjung
Pov Daniel
Dia sedang duduk di kursi kebesarannya namun ia terlihat tidak konsentrasi
"kenapa dadaku rasanya sesak sekali" gumam Daniel
"tidak seperti biasanya seperti ini" lanjut Daniel
Pov Kiandra
"hay kalian belajarnya harus semangat yah" pesen Kiandra
"iya bibi kita masuk bye" ucap Devano, Devina lalu kemudian pergi masuk ke sekolah
Tinggal Varel yang masih disana
"iyaa amak, hati hati yah, love you" ucap Varel mencium pipi emaknya
"love you too" balas Kiandra
Kiandra kemudian melakukan mobilnya pergi dari sekolahan. Entah kenapa Varel masih betah memandangi mobil emaknya yang mulai menjauh
"emak gak akan ninggalin Varel kan, Varel harap begitu" ucap Varel masuk ke sekolah
Pov Rehan
Rehan sekarang juga sedang di kantor Bagaskara group. Namun ia hanya melamun dan memainkan pulpennya
"kenapa pikiranku ruwet yah" lirih Rehan
"seperti akan ada sesuatu yang akan terjadi" lirih Rehan kemudian
Tapi Rehan tidak mau memperpanjangkan. Mungkin hanya perasaan, itu yang iya pikirkan
Pov Kiandra
Kiandra sedang dalam perjalanan pulang, mobilnya berada di belakang mobil truk yang mengangkut minyak
Tanpa Kiandra sadari ternyata minyak yang ada di truk itu tumpah, dan apesnya jalan sedang sepi jadi orang di sekitar Kiandra juga tidak menyadari
Ketika mobil Kiandra lewat jalan berminyak itu, mobilnya hilang kontrol dan remnya mendadak blong
"sialan pake tumpah lagi tuh minyak, mana remnya mendadak blong lagi" gerutu Kiandra
Akhirnya mobil Kiandra menabrak keras pohon beringin yang besar, karena ketabrak pohon beringin itu tumbang dan menimpa mobil Kiandra
"emak sayang Varel" lirih Kiandra
"aku juga cinta padamu mas Daniel, i love you" lirih Kiandra tersenyum dan akhirnya tidak sadarkan diri
"EMAK" teriak Varel menggema di seluruh kelas
"eh lo kenapa?" tanya Cindy
Varel hanya menggeleng dengan keringat dingin bercucuran di wajah dan lehernya
"sebaiknya lo tenangkan diri dulu" ucap Devano memeluk Varel
Pov Daniel
Prang
"apa itu" gumam Daniel
Daniel mengambil foto itu
Deg
"sayang" lirih Daniel
Jantung Daniel semakin berdetak hebat tak karuan
Sementara di tempat kecelakaan sudah banyak orang berkerumun sementara Kiandra sudah dibawa ke rumah sakit
Sementara di rumah
"ca aku kok khawatir sama Kiandra sih" seru Sevina
"iya mbak kok mbak Kiandra belum pulang sih" lanjut Monica
"mungkin macet" Dito menenangkan menantunya meskipun jantungnya tak karuan
tak lama kemudian
Drrrrtz drrrrtz
Telepon rumah berbunyi. Monica segera mengangkatnya
"📞hallo dengan keluarga ibu Kiandra?" tanya seseorang itu
"📞saya adiknya, memangnya mbak saya kenapa?" Monica bilik tanya
"📞saya dari rumah sakit xx ingin menyampaikan bahwa ibu Kiandra mengalami kecelakaan dan kondisinya kritis" jawab petugas rumah sakit
"📞APA" teriak Monica syok
"kenapa ca?" tanya Sevina mendekati Monica
"📞baiklah saya segera kesana" ucap Monica memutuskan panggilan
"mbak Kiandra kecelakaan mbak" jawab Monica
"APA" teriak Dito dan Sevina
"ayo segera ke rumah sakit" seru Dito
Mereka mengabari Daniel, Deksa, Dirga dan Rehan. Semuanya syok terutama Rehan dan Daniel
Sesampainya Monica dan yang lainnya ternyata Daniel dan Dirga sudah sampai
"bagaimana kondisi Kiandra?" tanya Dito khawatir
"masih koma yah" jawab Dirga
Sementara keadaan Daniel sudah acak acakan
Tak lama kemudian Rehan pun datang bersama Deksa, Devano, Devina, Cindy dan Verel