Kiandra's Trip

Kiandra's Trip
Pernikahan



Semua persiapan di hotel sudah siap,tamu yang di undang pun juga lumayan banyak tinggal menunggu pengantinnya saja karena penghulu juga sudah duduk di tempat dimana akan berlangsung nya ucapan ijab qobul


"Dirga kau sangat tampan"puji Dito


"apakah kau adik ku"tanya Deksa karena melihat penampilan Dirga berubah 180 derajat


"oh ya adiku tersayang aku hanya bisa datang di acara ijab qobbul saja karena harus mengurus perusahaan abadi group agar memenangkan tander milyaran boy,jadi maaf ya"ucap Daniel


"yahh kakak kau selalu bekerja datanglah kak hari pernikahanku dengan wanita itu"bujuk Dirga


"ehmm yaudah kita datang"ucap Daniel dan Deksa karena tidak tega membiarkan adiknya sendirian di momen penting keluarga yang baru kali ini putra bungsu menikah duluan


sementara di tempat lain


"sayang semoga bahagia ya"ucap Rehan


"aku percaya suamimu itu tegas dan berkharisma"puji Sevina


"idih gunung es gitu aja berkharisma katamu kak"sahut Monica sambil bergidik


"tapi tampan kan"goda Kiandra


"iya kak bahkan aku suka sama dia"jawab Monica keceplosan


"benarkah kau menyukainya"tanya Sevina


"waaw seru tuh pasti"goda Sevina


"aduh jangan bilang siapa siapa ya kak"ucap Monica seraya mengatupkan kadua tanganya


"iya itu privasi kita"jawab Kiandra


"dijagain tuh suami kamu "nasehat Sevina


"iya kak"jawab Monica


"eh sayang tuh Dirga sudah dibawah,samperin sonoh"ucap Kiandra


"sebentar lagi sudah menjadi milikmu seluruhnya" ucap Sevina menggoda Monica


"ini yang akan mendampingi kamu turun"ucap Kiandra


"kakak gk mendampingi aku"tanya Monica


"kita harus menjamu tamu tamu, kamu mau membuat pengorbanan kita mencuri pakaian pelayan ini sia sia"jawab Sevina


U


"kita ingin dihari pernikahan mu kita jadi pelayan, nanti kamu ditemani ayah, bi ijah, bi siti juga"ucap Sevina


"bi iroh juga"sahut Kiandra yang sudah memakai baju pelayan,menguncir rambut serta memakai masker


"tapi kalau nanti malam di temani Dirga"goda Sevina


"aku juga bawa bi ijah ikut kak"ucap Monica


"sudah bi iroh bawa Monica turun ya"suruh Kiandra


ketika Monica turun semua tamu memandangnya takjub tak terkecuali ketiga gunung es tersebut terutama Dirga


"cantik bener istri gua"ucap Dirga takjub


"bentar lagi"jawab Daniel cuek


"iya nih buru buru aja"sahut Deksa dengan wajah datarnya


Ijab qobbul pun dimulai


"saya trima nikah dan kawinya Monica ferana binti alm Alif dengan maskawin emas seberat 55 gram serta uang tunai 350 juta dibayar tunai"ucap Dirga dengan lantang dan para tamu undangan pun menjawab "sah"tak terkecuali Kiandra ,Sevina ,Deksa, dan Diga


malam semakin larut para tamu undangan pun pulang kecuali Dito,Rehan,Sevina,dan Kiandra sementara Deksa pulang 1 jam yang lalu karena kecapean dan Daniel memilih pergi ke kantor meskipun jam menunjukkan pukul 10 malam.


"Sayang kami pulang ya"pamit Sevina dan Kiandra


"iya kak"jawab Monica sambil memeluk kakaknya


"kamar kamu juga udah bersih"ucap Kiandra


"mksh kak,kapan kapan aku akan kesana"ucap Monica menangis sedangkan Dirga hanya mematung melihat kejadian haru tersebut


"adik ipar jaga adik ku ya jangan dikasih makan sate karena dia alergi sate"ucap Sevina pada Dirga


"dan sstu lagi batasi nonton drakornya"sahut Kiandra


"iya kak"jawab dirga dengan muka datarnya


"baiklah kami permisi dulu"pamit Sevina


"iya kak hati hati"jawab Monica


Mereka pun segera berjalan dimana Dirga berdiri di depan dan sevina mengekorinya.Tiba tiba Dirga berhenti mendadak dan membuat dahi Monica terbentur punggungnya karena memang Monica bertinggi badan 167 cm sedangkan Dirga 175 cm


"ke..kenapa tuan berhanti"tanya Sevina


"aku membawamu kesini sebagai istri bukan sebagai pembantu jadi jalanlah di sampingku"suruh Dirga dengn wajah datarnya dan Monica pun berjalan di samping Dirga


sesampainya di kamar


"apakah kamu bahagia menikah dengan ku"tanya Dirga dan langsung membuat Monica bingung mau menjawab apa


"bahagia tuan, memangnya tuan meragukan saya"tanya Monica serta menjawab pertanyaan Dirga


"ehmm tidak,tidurlah setelah bengun tidur baca kertas di atas meja itu"suruh Dirga dengan nada cuek


"iya tuan"jawab Monica


.


.


Bersambung