Kiandra's Trip

Kiandra's Trip
Tugas baru



Keesokan paginya Monica terbangun. ia langsung kaget sekelah melihat ada tangan besar melilit di pinggang rampingnya


"tuan bangun kita sholat subuh dulu"ucap Monica membangunkan Dirga


"iya ayah,sebentar lagi "jawab Dirga masih memejamkan matanya


"maaf tuan saya Monica"ucap Monica menahan tawanya mendengar Dirga memanggilnya ayah


Sontak Dirga membuka matanya


"ngapain ketawa"ketus Dirga membuat Monica terkejut dan bingung mau jawab apa


"ah.. tidak tuan"elak Monica sambil memandang kelantai


"sudah aku ke kamar mandi dulu"sahut Dirga cuek


"untung tuan tampan kalau tidak sudah saya lempar ke kutub utara siapa tahu beruang kutub betina di sana banyak yang suka sama tuan"gumam Monica dalam hati setelah itu dia merebahkan tubuhnya ke kasur dan kembali tidur


"heh kamu bangun maleh enak enakan"omel Dirga sambil membangunkan Monica


"eh tuan sudah selesai,maaf tadi saya ketiduran"ucap Monica


"hmm"jawab Dirga


Saat sarapan


"hmm"dehem Dirga sambil melempar map coklat ke arah Monica


"ini apa tuan"tanya Monica


"baca"suruh Dirga dengan wajah datarnya


TUGAS BARU


pihak pertama \= Dirga Adiprata


pihak kedua \= Monica Ferana Bagaskara


1.setiap pagi pihak kedua harus membangunkan pihak pertama dua kali yaitu ketika hendak sholat dan akan berangkat ke kantor


2.pihak kedua harus menyiapkan air hangat untuk pihak pertama ketika pulang bekerja


3.pihak kedua diperbolehkan bekerja


4.pihak kedua maupun pihak pertama harus berpura pura mesra dihadapan keluarga dan orang sekitar


"sebanyak ini peraturan menantu keluarga Adiprata, apakah aku bisa melakukan tugas di poin 4? aku takut aku tidak bisa mengendalikan hatiku yang memendam cinta pada suamiku"gumam Monica dalam hati


"cepat sarapan nanti aku antar pulang dulu baru aku berangkat ke kantor"ucap Dirga dengan nada dinginnya


"iya tuan"jawab Monica sambil menundukkan kepalanya


"wanita aneh, apa aku kurang tampan sehingga dia seperti tidak suka memandang wajahku biasanya wanita model paling suka manggodaku dan kakak kakakku walau selalu kami acuhkan"gumam Dirga dalam hati sambil mengaca di ponselnya


"ayo kita pergi"ajak Monica sambil menatap lantai.Dirga tidak menyahuti ucapan Monica malah langsung mengambil kunci mobil


Saat dimobil tidak ada yang berbicara mereka hanya fokus ke arah depan sampai rumah keluarga Adiprata


Di rumah Adiprata


Monica masuk sementara di meja makan sudah ada Dito, Deksa, dan Daniel di meja makan.


"hai sudah pulang, semoga betah nak"sambut Dito


"iya terimakasih om"ucap Monica


"jangan panggil om, panggil ayah saja"sahut Dito


"iya ayah, ya sudah Monica ke kamar dulu yah"pamit Monica dan langsung di iyakan olah Dito


"oh ya Daniel ayah sepulang dari hotel gk ketemu kamu tuh"selidik Dito.Dikepalanya sudah berisi yang tidak tidak


"ayah gk usah berpikir yang negatif aku gk akan kerayu wanita secantik apapun itu walaupun dia menyerahkan tubuhnya di ranjang, lagi pula aku ke kantor untuk mengurus keberangkatan ku ke kalimantan untuk bisnis"jawab Daniel cuek sebenarnya dia sadar ayahnya akan bertanya seperti itu karena beliau tahu banyak orang yang ingin menjodohkan putrinya dengan Daniel,Dirga,maupun Deksa walaupun sudah di tolak berkali kali


"ayah pulang larut loh jam sebelas malam,bahkan kakak mu sudah ngiler di bantalnya"sahut Dito setengah berusaha menghilangkan sifat dingin putranya namun sia sia karena keduanya tetap tidak memasang wajah datar


"aku pulang jam satu dini hari ayah"jawab Daniel dengan wajah datarnya


"ayah heran deh kenapa kalian itu sulit sekali tersenyum sih bahkan sangat mencintai pekerjaan dari pada wanita"ucap Dito mulai jengkel atas wajah putranya yang tetap datar


"karena pekerjaan itu prioritas keduaku ku dan Daniel setelah ayah dan soal dingin kami bertiga memang seperti ini"jawab Deksa yang ikut bersuara setelah diam menyimak tapi tetap berwajah datar


"iya karena Dirga sekarang munkin istrinya yang jadi prioritas keduanya"jawab Daniel cuek


"ayah capek ngomong sama mayat hidup seperti kalian"timpal Dito langsung meningalkan meja makan dan kedua putranya hanya memandang nya dengan wajah datar yang setia menemaninya


Bersambung