Kiandra's Trip

Kiandra's Trip
Melahirkan



Maaf ya author skip soalnya biar lebih singkat


Sembilan bulan kemudian


Kandungan Monica semakin besar dan Sevina baru lima bulan. Hal itu membuat Dirga dan Deksa lebih memperketat keamanan.


"eh mbak Sevina ayo berangkat" ajak Monica


"ayo ca" balas Sevina


"mau kemana?" tanya Kiandra kebetulan tidak ke rumah sakit


"ke pasar tradisional" jawab Sevina


"udah bilang husband kalian?" tanya Kiandra


"baru aja" jawab keduanya


"mau aku temenin?" tanya Kiandra


"gk usah, udah di temanin bi Siti dan supir kok" jawab Monica


"yaudah hati hati" ucap Kiandra


"iya" ucap keduanya melambaikan tangan


Setelah kepergian mereka, Kiandra naik ke lantai 2 tepat di kamarnya


"saudaraku sudah hamil, sedangkan aku belum" keluh Kiandra


"tak apa, pasti ada saatnya" ucap Kiandra menyemangati dirinya


Pov Monica


Kiandra dan Monica sudah berbelanja banyak dan mereka memutuskan untuk pulang


Di mobil


"mbak kira kira anaku laki laki apa perempuan yah?" tanya Monica


"kalau kembar?" Sevina balik tanya


"ya ga papa sih" jawab Monica


Tiba tiba


"akh" teriak Monica memegangi perutnya


"kamu kenapa ca?" tanya Sevina


"perutku sakit" jawab Monica


"mungkin kamu mau melahirkan, pak langsung ke rumah sakit" ucap Sevina


"non Monica tahan yah" ucap bi Siti


Sevina kini menghubungi Dirga, Deksa, Daniel, Dito, dan Rehan yang terakhir Kiandra


Di rumah sakit


Dirga sedang membantu persalinan Monica di ruang VIP rumah sakit milik Rehan sedangkan di luar sedah berkumpul kecuali Kiandra.


Beberapa saat kemudian suara bayi memecah kepanikan semuanya


"hah 2 bayi berarti kembar dong" seru Deksa


"alhamdulillah" ucap Dito dan Rehan saling berpelukan


Sevina juga tengah menangis haru dipelukan Deksa sedangkan Daniel hanya melihat hal haru tersebut


Pov Kiandra


Setelah mendapatkan kabar bahwa adiknya melahirkan, Kiandra bersiap kerumah sakit. Karena tergesa gesa Kiandra sampai tidak konsen saat menuruni tangga akibatnya dia terpleset dan tergelinding dari tangga lantai 2 sampai lamtai dasar ruang tamu


"AKH" teriak Kiandra


"NONA KIANDRA" teriak bi Iroh lalu menghampiri Kiandra


"sakit hiks hiks" tangis Kiandra memegangi punggungnya


"ayo kita ke rumah sakit aja non" ajak bi Iroh panik


"tidak bi Monica melahirkan seharusnya di rumah sakit sekarang di selimuti kebahagiaan bukan keadaanku seperti ini" tolak Kiandra


"lalu gimana non?" tanya bi Iroh panik


"bawa ke kamar" lirih Kiandra


Bi Iroh menuruti perintah Kiandra, dengan di bantu satpam rumah,Kiandra sampai kamar


"jangan beri tahu semua orang,kecuali mereka memaksa atau saya yang beri tahu" pinta Kiandra


"tapi.." bi Iroh berat menurutinya


"dan pak satpam anggap bapak tidak membantu saya dan bekerja seperti biasanya" ucap Kiandra


"ambil ini" ucap Kiandra memberikan dua uang seratus ribuan


"makasih non" ucap satpam lalu pergi


"non terus gimana, yang ada nanti tuan muda Daniel malah marah ke non gara gara nona gak ada saat non Monica melahirkan" jelas bi Iroh


"ga papa bi yang penting semua orang gak hawatir apalagi suami saya" ucap Kiandra tersenyum


"baiklah non istirahat" ucap bi Iroh keluar


Kiandra pun istirahat walaupun air mata membanjiri bantalnya. Karena punggungnya sakit terpaksa dia harus tudur tengkurap


Skip


Keesokan harinya. Tidak ada yang pulang termasuk Daniel


Matahari semakin terasa kini jam sudah menunjukkan pukul 09.00. Monica sampai ke rumah Didampingi Dirga,Dito,Rehan,Deksa,Sevina,dan Daniel


Benar apa yang di katakan bi Iroh. Daniel,Sevina,Rehan,dan Dito kesal kepada Kiandra


"kenapa sih Kiandra tidak datang kemarin" kesal Dito


"aku juga kecewa sama Kiandra" ungkap Dito


"aku juga kesal" sambung Sevina


"sabar sayang, aku juga kecewa sama Kiandra" ucap Deksa


"maafkan Rara ya ca" ucap Daniel


"ga papa kok kak, pasti mbak Kiandra punya alasan" balas Monica


"ya ampun ca kenapa kamu baik sekali" protes Sevina


Daniel pun pamit ke kamar untuk berbicara dengan Kiandra


Sesampainya di kamar Daniel melihat Kiandra tengkurap di ranjang


"ra kenapa kamu gak datang saat Monica melahirkan?" tanya Daniel dingin


Kiandra hanya diam saja


"kenapa kamu diam?" tanya Daniel, tapi Kiandra tetap Diam


"JAWAB" bentak Daniel


Semua orang pun langsung ke kamar Daniel dan Kiandra


"kamu ini gimana sih ndra, Monica melahirkan kamu gk kesana" protes Sevina baru datang


Karena melihat keluarganya kumpul, Kiandra menjawab tapi masih tengkurap


"ada pekerjaan penting" jawab Kiandra


"APAKAH PEKERJAAN JAUH LEBIH PENTING DARI ADIKMU YANG SEDANG MELAHIRKAN RA?" tanya Daniel


"kenapa sih gak ada yang mau ngakuin kebaikan gw, bahkan mas Daniel bentak gw" batin Kiandra menangis


"kak sudahlah" cegah Monica


"ndra duduk, apakah ini cara kamu menghormati suamimu dan keluarganya?" tanya Rehan


Karena punggungnya masih sangat sakit karena belum diobati, Kiandra hanya diam saja


"kenapa kamu berbeda dengan adik kakak mu?" tanya Dito


entah mengapa mendengar itu hati Kiandra seperti ditusuk ratusan pisau


"sedahlah ga papa kok yah" ucap Monica


"LIHATLAH MONICA MASIH MAU MEMBELAMU, TAPI KAMU MALAH MEMBELA PEKERJAAN" bentak Daniel


"LIAHATLAH KEBAIKAN MONICA" bentak Daniel


Karena hatinya sangat sakit terbesar ia harus jujur


"AKU KURANG BAIK APA MAS?" bentak Kiandra tetap tengkurap


"AKU KEMARIN GAK KE RUMAH SAKIT GARA GARA AKU GAK INGIN MERUSAK KEBAHAGIAAN DI SANA" bentak Kiandra


"AKU KEMARIN TERPLESET DARI LANTAI DUA HINGGA LANTAI DASAR DAN SEKARANG SEENAKNYA KAMU BENTAK AKU, ASAL KAMU TAHU DARI DULU AKU SENSITIF DENGAN BENTAKAN" ungkap Kiandra


Semuanya kaget


"AKU MENANGIS DARI PAGI SAMPAI SEKARANG TAPI KAMU SEMALAM GAK PULANG, KAMU KIRA GAK CAPEK APA HAMPIR 24 JAM TENGKURAP, DUDUK SAKIT,JALAN JATUH KAMU KIRA GAK CAPE" bentak Kiandra


"AKU CAPE DITAMBAH LAGI GAK ADA YANG PULANG" bentak Kiandra


"GAK ADA YANG MAU DENGAR PENJELASAN DULU, AKU DARI YADI NAHAN TANGIS MENDENGAR OMONGAN KAMU,AYAH,DAN MBAK SEVINA.AKU MINTA MAAF AKU BELUM BISA JADI MENANTU, PUTRI, DAN ISTRI YANG BAIK" bentak Kiandra


"maaf aku terbawa emosi jadi aku bentak kalian" ucap Kiandra merasa bersalah


Bersambung