
Tiga hari kemudian
Monica dan Dirga sudah pulang kembali ke Jakarta Selatan
"mas nanti makan siang bareng yuk"ajak Monica sambil memasangkan dasi Dirga
"ya kamu ke kantor aja nanti bawa makanan"jawab Dirga datar lalu mengambil tas dan melangka keluar kamar
Selesai sarapan trio D kemudian berangkat ke kantornya masing masing sedangkan Monica lebih memilih ke butik terlebih dahulu sebelum pergi ke kantor Dirga
Di butik
tok tok tok
"masuk"sahut Monica
"permisi bu,apakah ibu memanggil saya?"tanya Lina asisten baru Monica di butik
"iya,tolong kamu antar pesanan orang nikahan di jalan garuda ya soalnya saya gk bisa nganter karna mau ke kantor suami saya"jelas Monica
"baik bu, kira kira dianter jam berapa bu"tanya Lina
"jam 11.30"jawab Monica
"baik,kalau begitu saya permisi dulu ya bu"pamit Lina yang hanya dibalas senyuman oleh Monica
Di sisi lain di kantor Abadi group
Deksa sedang mengotak atik laptopnya karena banyak pekerjaan yang harus di periksa
"📞tolong kamu keruangan saya, ada hal yang harus di bicarakan"ucap Deksa di telepon genggam
"📞baik pak"jawab seorang di telepon
tut
panggilan diakhiri sepihak oleh Deksa
"untung atasan sama kaka iparnya Monica" batin Sevina
Sevina pun kemudian melangkah ke ruangan Deksa
tok tok tok
"masuk"sahut Deksa
ceklek
"ada apa pak?"tanya Sevina
"duduk"titah Deksa
"lusa ada tender milyaran,dan kamu harus mempersiapkan semuanya karena saya tidak mau perusahaan ini kalah"lanjut Deksa
"baik pak, apa boleh tau perusahaan mana saja pak? "tanya Sevina
"perusahaan Atmaja Company, perusahaan kita dan"Deksa menggantung ucapannya
"dan"ulang Sevina penasaran
"dan Bagaskara group"jawab Deksa
"ayah"gumam Sevina pelan
"iya, dan jangan lupa kita ada janji dengan kedua perusahaan itu untuk membicarakan tander tersebut"jelas Deksa
"baik pak kalau begitu saya keluar dulu untuk mempersiapkan tander tersebut"pamit Sevina yang hanya di jawab anggukan oleh Deksa
Jam sudah memasuki jam makan siang.Monica melajukan mobilnya dengan sidikit tergesa gesa karena takut suaminya menunggu.Setelah melewati perjalanan dengan tergesa gesa kini Monica telah sampai di kantor
"permisi saya mau tanya ruangan Ceo dimana ya"tanya Monica pada resepsionis
"memangnya kau sudah ada janji?"tanya wanita cantik dibelakanya
Sontak Monica menoleh ke belakang dan menatap heran ke wanita tersebut
"mbak siapanya Ceo di sini?"tanya Monica
"saya Vivi sekretarisnya dan juga orang terdekat Ceo disini"jawab Vivi dengan tatapan meremehkan
Deg
Mendengar hal itu Monica kemudian mengalihkan pandangannya kembali memandang resepsionis
"di lantai 12 mbak"jawab resepsionis sopan
"kau siapanya pak Dirga hingga berani mengacuhkan ucapanku?"tanya Vivi sedikit membentak
"menurutmu?"tanya Monica sambil menyilangkan tangan di dada
"pembantu, halah pembantu aja belagu"jawab Vivi dengan tatapan meremehkan
"ok aku tidak bisa berdebat denganmu terlalu lama"ucap Monica kemudian melangkahkan kaki meninggalkan Vivi yang sedang marah
Setelah sampai di lantai 12 Monica langsung mengetuk pintu
tok tok tok
"masuk"sahut Dirga dari dalam
ceklek
"eh kamu udah datang ca"ucap Dirga namun pandangannya masih setia pada leptop
"hmm"jawab Monica kesal sambil tangannya terkepal
"yaudah mana makananya? "tanya Dirga kemudian beranjak dari kursi kerjanya ke sofa yang diduduki Monica
"tuh"jawab Monica menunjuk makanan sofa
"cuek banget apa ada masalah di butik?"tanya Dirga
"gak kok yuk makan"ajak Monica tersenyum
"yuk"ucap Dirga
Ditengah tengah makan tiba tiba ada yang mengetok pintu
tok tok tok
"masuk"sahut Dirga
ceklek
Pintu terbuka dan muncullah wanita seksi,cantik,dengan rambut di urai
"hai pembantu keluar dulu aku dan pak Dirga ingin membicarakan sesuatu"suruh Vivi pada Monica
Mendengar kata pembantu tatapan Dirga berubah menjadi mematikan, tangannya terkepal erat dan rahangnya mengeras
"oh baiklah"sahut Monica kemudian keluar ruangan
Vivi yang mendengar itu langsung kepuasan dan tersenyum miring.
"hai tunggu"cegah Dirga kemudian berlari menyusul Monica
Kini Monica telah sampai di ruang para karyawan
"ca tunggu"teriak Dirga sambil terus berlari dan akhirnya berhasil memegang tangan Monica
Semua karyawan Dirga menatap tak percaya pada adegan itu
"lepas mas"ucap Monica
tak menunggu lama Dirga kemudian menelpon Vivi dan menyuruh Vivi ke ruang para karyawan
Tak lama kemudian Vivi datang dengan gaya santai karena tidak menduga apa yang akan dilakukan Dirga
PLAKK
Satu tamparan keras berhasil mendarat sempurna di pipi mulus Vivi
"akh kenapa kau tega pak"ringis Vivi mulai menangis
Semua karyawan langsung berkerumun ingin melihat jelas adegan tersebr
"karena kamu sudah menghina dia pembantu"jawab Dirga tegas
"memangnya mbak cantik itu siapa ya "tanya salah satu karyawan
"dia Monica istri saya"jawab Dirga enteng dengan tangan masih bergandengan dengan Monica
"maafkan saya pak hiks.. hiks.. hiks"Vivi mulai menangis
"eh itukan mbak yang ribut sama dia tadi"sahut resepsionis
"apa yang dia katakan pada istri saya"tanya Dirga pada resepsionis
"dia mengaku ngaku orang terdekat bapak"jawab resepsionis menundukkan kepalanya karena takut melihat tatapan Dirga yang seolah ingin menyantap siapa saja
"KAMU SAYA PECAT"teriak Dirga
"pak saya mohon kasih saya kesempatan"mohon Vivi
"satpam"teriak Dirga
"seret dia keluar"titah Dirga pada satpamnya
"baik pak"jawab satpam
"ayo ca kita lanjutkan, semuanya bubar"ucap Dirga kemudian menarik Monica kembali ke ruangannya
Tak menunggu lama mereka kembali pada pekerjaannya masing masing
BERSAMBUNG