
Skip keesokan harinya pukul 11 siang mereka kembali ke Jakarta tentu dengan membawa Kiandra, bi Iroh dan Varel
"mak Varel mau keliling rumah dulu yah" ijin Varel
"iya sayang hati hati" ucap Kiandra
Verel pun berjalan di taman namun tiba tiba dia jatuh
"EMAK" teriak Varel
Daniel dan Dirga yang berada di ruang tamu terkejut. Rehan dan Dito yang sedang membaca koran di dekat kolam juga sangat terkejut, duo twins yang sedang belajar dengan Monica juga ikut terkejut termasuk Kiandra
Daniel segera pergi ke taman belakang rumah lalu menggendong Varel ke ruang tengah. Kiandra tergopoh gopoh turun menuju ruang tamu termasuk si kembar yang ikut pergi ke ruang tamu juga Rehan dan Dito
"eh lo kenapa?" tanya Devano
"iya siang siang main tereak tereak aje" sambung Devina
"eh gue jatoh ye, bukannya khawatir kek malah ngegas" protes Varel
"tapi kamu gapapa kan?" tanya Dito
"ga papa" jawab Varel
"sini sini emak obatin lenganmu" ucap Kiandra kemudian memangku Verel
Yang lainnya hanya menonton
"tahan yah" ucap Kiandra sambil mengoleskan obat merah
Verel tidak menjawab melainkan menatap lekat Kiandra
"mak" panggil Varel
"ngape?" tanya Kiandra membereskan kembali obat merah itu selesai mengobati Varel
"jangan pergi ye mak" ucap Varel memegang tangan emaknya
Semua orang menatap Varel dan Kiandra sedangkan Kiandra mendengar ucapan putra semata wayangnya langsung menghentikan kegiatannya dan beralih menatap Varel sambil tersenyum
"Varel kita hanya manusia biasa, kita tidak tahu kapan kita dipanggil oleh tuhan, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik nak" ucap Kiandra lembut penuh kasih sayang
Semua orang hanya bisa menyimak
"ingat pesan emak jika kau sudah besar, kejarlah mimpimu dan jangan hiraukan omongan mereka yang iri padamu, teruslah maju kedepan nak" lanjut Kiandra
"emak yakin suatu saat nanti kamu akan jadi orang sukses dan bisa membanggakan bapak tapi ingatlah jika kamu sudah seperti itu jangan pernah melupakan allah nak dan jangan pernah kamu semena mena pada orang lain" sambung Kiandra
"karena hanya dengan kehendak allah kamu bisa sesukses itu nak dan jangan pernah berperilaku semena mena pada orang karena pasti ujung ujungnya liang kubur kita sama bukan. Apakah kamu pernah liat orang kaya yang memakamkan jenazahnya sendiri? tentu tidak bukan" ucap Kiandra kemudian
"iya mak Varel tahu" ucap Varel memeluk hangat Kiandra
Semuanya yang menyimak ikut terharu
"ya allah kenapa aku mempunyai banyak firarat buruk" batin Kiandra
Varel melepaskan pelukan
"bapak" panggil Varel
"iyee" ucap Daniel
"bapak pernah liat setan?" tanya Varel
"kagak" jawab Daniel
"kakek" panggil Varel
"kakek juga gak pernah liat setan" ucap Rehan
"kakek juga" timpal Dito
"paman Dirga?" tanya Varel
Dirga hanya menggeleng
"bibi Monica?" tanya Varel
"kagak tuh" jawab Monica
"gue tahu lo nanya kek gitu pasti elo lihat hantu di taman kan teros elo kaget habis itu lo jatoh" seru Devano
"kok lo tahu?" tanya Varel
"kamu lihat hantu?" tanya Daniel
Varel mengangguk
"gue tahu kerena gue pernah liat" jawab Devano
"masa" ucap Dirga tak percaya
"yaelah pa percaya dikit dong ama anak" ucap Devano
"ceritanya?" tanya Rehan
"pada suatu malam mama nidurin kita lah terus si vina udah tidur dan vano yang gak bisa tidur, yah terus vano pura pura tidur dong, lah saat mama keluar kamar, vano liat gorden belum di tutup lah terus vano tutup dong saat mau nutup vano liat setan di taman bahkan dahi vano kejedot" cerita vano
"oh yaudah" ucap Rehan
Semua kembali di sibukkan oeh pekerjaan masing masing