
Akhirnya hari itu juga Mereka semua pergi ke tegal. Dengan bantuan orang suruhan Daniel, mereka menemukan alamat rumah Kiandra
Sampailah mereka di Tegal
Pov Kiandra
Kiandra sekarang tidak pergi ke restoran tapi di rumah karena sekarang hari libur
"bi Varel mana?" tanya Kiandra
"tadi den Varel pamit mau ke lapangan basket non" jawab bi Iroh
"yaudah bi" ucap Kiandra
tiba tiba
ting tong
Bel rumah berbunyi nyaring. Bi Iroh langsung membuka pintu
"e-eh Tuan besar dan keluarga" ucap bi Iroh gugup karena yang datang adalah Dito dan Rehan serta yang lainnya
"Kiandra dimana bik?" tanya Daniel
"ada di dalam tuan masuk dulu" ucap bi Iroh
Dito, Rehan, Daniel, Deksa, Sevina,Dirga,Monica,Cindy dan sikembar masuk
"siapa bi?" tanya Kiandra menuruni tangga
"kita" sahut Dito
Deg
Seketika mendengar suara Dito, Kiandra berhenti. Bi Iroh mengampiri Kiandra yang mematung di tangga
"non mending turun saja, keluarga non udah di kasih tahu semuanya sama dokter Hibram" ucap bi Iroh
Kiandra mengangguk kemudian turun dari tangga diikuti oleh bi Iroh
"k-kalian ternyata" seru Kiandra tersenyum canggung
Monica dan Sevina memeluk Kiandra
"kenapa mbak tidak bilang yang sejujur jujurnya?" tanya Monica
"kenapa kau meninggalkan kami ndra?" tanya Sevina
"aku gak mau membuat keluarga adiprata kecewa" jawab Kiandra
Monica dan Sevina melepaskan pelukan lalu duduk kembali
"sebelumnya aku minta maaf atas ini semua" ucap Kiandra
"kami udah memaafkan" ucap Deksa dan Dirga tersenyum
"ayah juga" ucap Dito
"aku juga" ucap Daniel
Kiandra langsung memeluk Daniel dan menangis di dekapannya
"maaf mas.. bukan maksudku untuk berselingkuh hiks.. hiks" tangis Kiandra
"pernikahan kita masih sah dimata hukum dan agama jadi gak mungkin aku menikah lagi" ucap Daniel mengeratkan pelukannya
Daniel dan Kiandra melepaskan pelukan.Langkah demi langkah Kiandra mendekat ke arah ayahnya
"ayah hiks.. hiks" tangis Kiandra memeluk Rehan
"apa kamu tidak rundu pada ayah selama 8 tahun ini?" tanya Rehan berlinang air mata membalas pelukan putrinya
"aku rindu kalian semua" ucap Kiandra
"sudah jangan menangis" ucap Rehan
Kiandra perlahan melepaskan pelukan
"aku mau bilang kalau sekarang aku punya anak" ucap Kiandra
"usia berapa sekarang?" tanya Daniel
"7 tahun" jawab Kiandra
"eh mbak apa kau hamil?" tanya Kiandra
"tahu aja kamu" jawab Sevina
"sayangnya aku gak bisa hamil lagi" ucap Kiandra
"kenapa?" tanya Dito
"anakku lahir prematur dan karena saat aku melahirkan aku mengalami pendarahan hebat yang membuat rahimku di angkat" jawab Kiandra
"yang sabar yah mbak" ucap Dirga
"makasih" ucap Kiandra
"eh ini pasti Cindy, Devano dan Devina?" tanya Kiandra
"iya bibi" jawab ketiganya
"eh sayang ini bibi kamu istrinya paman Daniel" ucap Sevina
Mereka bertiga memeluk Kiandra
"hay kalian lebih cantik dan ganteng sekarang" puji Kiandra
"makasih bibi" ucap mereka
"oh ya mas apa kamu gak tanya anakku anaknya siapa?" tanya Kiandra
Daniel terdiam
"pasti kalau anaknya pulang tuan Daniel bakalan percaya" sahut bi Iroh sambil meletakkan kue
"mama disini lebih sejuk dari pada di Jakarta" ucap Cindy
"iya sayang" ucap Sevina
Tiba tiba
"tutup kuping" suruh Kiandra
Mereka menurutinya meskipun tidak tahu apa apa