
"Iya, kemungkinan aku akan bersama-sama dengan Kenzie dan Alson untuk mencari di tempat lain atau mendatangi satu-persatu rumah teman satu kampusnya itu," jawab Kenzou, wajahnya sudah terlihat lelah.
"Aku sangat mengkhawatirkannya ... " desah Tiara.
"Tenanglah, Sayang. Kami akan menemukannya, sekarang kamu masuklah, aku akan mengabarimu saat sudah menemukan Aliana nanti," ujar Kenzou lembut, ia mencium kening Tiara sebelum wanita itu turun dari mobilnya.
Dan saat Tiara membuka pintu ponsel Kenzou berbunyi, pria itu segera mengangkatnya,
"Ada apa, Zie? Apa Aliana sudah ketemu?" tanyanya.
"Sudah, saat ini kami semua tengah berada di rumah sakit," jawab Kenzie.
"Rumah sakit? Apa terjadi sesuatu dengan Ana?"
"Tidak, dia baik-baik saja, Om Alex tengah menegurnya. Kami berada di rumah sakit karena Zaa akan segera melahirkan."
Kenzou menatap wajah Tiara, '
"Zaa akan melahirkan, apa kamu mau melihatnya juga?" tanyanya pada gadis kecilnya itu, yang langsung mengangguk dengan sangat antusias,
"Ya, tentu saja aku mau," jawabnya.
"Ok, Zie ... Terima kasih infonya. Aku dan Tiara ke sana sekarang!"
Setelah mematikan ponselnya, Kenzou kembali tancap gas menuju rumah sakit.
"Bagaimana dengan Aliana?" tanya Tiara.
"Entahlah, ini bukan kali pertamanya Aliana kabur dari para pengawalnya. Seperyinya pria bernama Davin itu membawa pengaruh buruk untuk sepupuku itu," jawab Kenzou.
Davin? Ya Tiara mengenal pria itu, Aliana memang sering terlihat berdua saja dengan Davin selama di kampus, bahkan keduanya digosipkan menjalin hubungan.
Tapi kalau Davin membawa pengaruh buruk untuk Aliana sepertinya tidak. Tapi ... Entahlah Tiara tidak mengenal pria itu dengan baik.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai ke rumah sakit tempat Tiara dirawat selama dua bulan. Dan ruang presidential suites itu kini telah disulap menjadi ruang bersalin.
Ia melihat Aliana yag tengah di interogasi Eomma Sonya dan Appa Alex di sudut ruangan, dan keluarga Kenzou lainnya yang tengah duduk di sofa besar ruang keluarga itu.
"Di mana kalian menemukannya?" tanya Kenzou pada adik kembarnya itu, Kenzie.
"Aliana pulang sendiri, tepat saat Zaa akan di bawa ke rumah sakit ini karena kontraksinya yang mulai sering. Zaa juga stress karena memikirkan sepupu kita itu, dia sangat mengkhawatirkan Aliana hingga kontraksinya terjadi lebih awal dan melahirkan sebelum tanggal prediksinya.
"Normal atau Caesar?" tanya Tiara.
"Zaa menginginkan persalinan dilakukan secara normal. Jadi saat ini team dokter sedang mengusahakan cara itu untuk membantu Zaa melahirkan," jawab Kenzie.
Sementara itu di dalam ruangan, Keizaa tengah memegang erat telapak tangan Alson saat ia kembali mencoba mengejan sambil mengangkat sedikit punggungnya,
"Berhenti .. Atur napas lagi!" seru dokter Elsya.
Dipandu dengan suster yang berdiri di sisi satunya lagi, Keizaa mulai menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya dengan pelan secara berulang, hingga dikter Elsya memintanya untuk kembali mengejan,
"Owch! Sakit Oppa!!!" teriaknya sambil meremas sekuatnya tangan Alson saat anaknya tidak kunjung keluar.
"Sabar, Snow ... Caesar saja yaa? Aku tidak tega melihatmu seperti ini," bujuk Alson smabil menyeka keringat di kening istrinya itu.
"Snow ... Jangan memaksakan dirimu seperti itu. Pikirkan juga keselamatan anak-anak kita ... "
"Coba dorong sekali lagi!" seru dokter Elsya dan Keizaa pun mengejan sekuatnya,
'Tolong keluarlah, Sayang ... Mommy mau kaalian lahir secara normal,' pinta Keizaa dalam hati.
Tidak lama kemudain terdengar suara tangisan bayi yang melengking, dan Keisaa kembali bersandar pada tempat tidur dengan napas yang memburu,
"Waahh, jagoan!" seru dokter Elsya, sebelum menyerahkan bayi itu pada perawat lainnya,
"Axel ... Aku akan memberikannya nama Axel, bolehkah?" tanya Alson dengan suara parau.
Sambil tersenyum bahagia, Keizaa menganggukkan kepalanya, ia harus tetap menghemat tenaganya mengingat ada satu bayi lagi yang harus ia keluarkan,
"Sudah terlihat, ayo mengejan lagi!" seru dokter Elsya.
Kali ini hanya butuh satu kali mengejan, anak keduanya langsung keluar, dan Keiza bisa bernapas lega karenanya,
"Princess ... Selamat kalian mendapatkan sepasang anak kembar!"
Melihat air mata di wajah tampan suaminya saat melihat anak-anaknya yang tengah dibersihkan para perawat, Keizaa kembali meremas tangannya, dan perhatian Alson kini kembali padanya,
"Siapa namanya?" tanya Keizaa sambil mencoba untuk tersenyum. Rasanya berat sekali, yang ingin ia lakukan saat ini hanyalah tidur.
"Alexa ... Bagaimana?" Alson tetap meminta persetujuan Keizaa, yang sudah pastu langsung menyetujuinya.
"Ya, axel dan Alexa ... Nama yang cocok untuk mereka berdua," gumam Keizaa, mereka kini menatap anak-anak mereka dengan penuh haru dan cinta.
Tidak lama kemudian Axel dan Alexa di letakkan di atas dada Keizaa untuk melakukan Inisiasi Menyusu Dini dengan membiarkan Axel dan Alexa mencari sendiri put1ng susu Keizaa.
Dan air mata mengalir deras di kedua mata Keizaa saat kedua anaknya itu berhasil menyusu padanya, pun demikian dengan Alson, pria itu terus menggenggam telapak mungil puyra dan putrinya itu.
"Terima kasih, snow ... Karena telah melahirkan putra yang tampan dan putri yang cantik untukku," bisik Alson lirih.
"Terima kasih juga karena telah menemaniku, Oppa ... " balas Keizaa,
"Mereka lucu sekali, ya kan?" tanyanya sambil menatap penuh cinta kedua bayi mungil yang tengah menyusu padanya itu.
"Ya, mereka sangat lucu dan menggemaskan," jawab Alson sambil memberikan kecupan pada kening Keizaa.
"Aku bangga padamu, Snow. Aku bangga pada kegigihanmu untuk bisa melahirkan secara normal. Aku sangat mencintaimu, teramat sangat mencintamu ... " lanjutnya.
"Iya aku tahu, tapi mulai sekarng cintamu itu akan terbagi untuk anak-anak kita ... "
"Ya, tapi tetap saja porsimu jauh lebih besar dari mereka, Snow. Sampai ... "
"Sampai?" tanya Keizaa,
"Sampai kamu melahirkan anak lagi untukku, dan bagianmu akan kembali berkurang," jawab Alson sambil menyeringai lebar.
"Oppa ... Aku baru saja melahirkan dan kamu sudah meminta anak lagi ... " keluh Keizaa dan Alson mengusap lembut puncak kepalanya,
"Aku hanya becanda, Snow ... " jelasnya sebelum kembali mengecup kening Keizaa, lalu beralih ke pipi putra dan putrinya yang terlihat menggemaskan.