Kenzou

Kenzou
Jam Kosong



"Jam kosong, Pak Juan berhalangan hadir. So, kita mau ke mana nih?" tanya Keizaa pada Tiara dan Clarissa di kantin kampus mereka.


"Bagaimana kalau kita cari kebaya saja? Buat acara wisuda Kak Zou, Kak Zie dan juga Kak Al," saran Clarissa.


"Wah, ide bagus tuh! Apa kita mau pakai kebaya samaan?" tanya Keizaa.


"Oh tidak, terima kasih. Kita mau menghadiri wisuda bukan mau jadi pagar ayu, Zaa!" jawab Clarissa sambil menggerakkan kedua tangannya dengan dramatis.


Keizaa memutar kedua bola matanya sebelum berkata,  "Yang bilang kebayanya samaan siapa? Aku cuma menyarankan kita cari kebaya bareng, untuk masalah warna dan model sih terserah masing-masing saja," sanggahnya.


"Kayanya aneh deh kalau kita pakai kebaya, Za, Ra. Secara kita bukan bagian dari mahasiswi yang diwisuda. Kita hanya menemani kekasih kita saja, bagaimana kalau dress saja?" saran Tiara.


"Oh iya benar, nanti dikira kita juga diwisuda lagi," kekeh Keizaa.


"Ya sudah kita cari gaun saja! Aku tidak punya gaun baru, semua sudah aku kenakan saat bersama dengan Kak Zie. Jadi ya, kita ke Mall saja kalau begitu!" sahut Clarissa.


"Aku temani kalian berdua saja ya," ujar Tiara.


"Kenapa kamu tidak ikut beli juga, Ra?" tanya Keizaa.


Tidak mungkin Tiara tidak memiliki uang saat ini, karena seluruh harta kekayaannya sudah kembali lagi padanya sejak hampir setahun yang lalu.


"Aku masih banyak gaun yang belum di pakai. Kak Zou selalu membelikannya untukku. Jadi lebih baik aku pakai pemberian Kak Zou itu saja, untuk menghargainya karena dia sendiri yang memilihnya untukku," jawab Tiara.


Keizaa memberengut kesal, "Betapa perhatiannya Kakakku itu padamu, Ra! Padahal kamu belum menjadi istrinya. Sementara Kak Al, tidak sekalipun dia membelikanku gaun baru. Meski dia telah menyerahkan kartu tanpa limitnya itu untuk aku gunakan sesukaku, tetap saja mungkin rasanya berbeda kalau dia yang memilihkannya sendiri untukku, seperti Kak Zou memilihkan gaun untukmu!"


Ia mendesah kesal sebelum menambahkan,  "Katanya sayang, katanya cinta, tapi tidak perhatian padaku! Masa kalah sama pria sedingin dan sekaku Kak Zou!"


"Zaa, setiap pria memberikan perhatian pada wanitanya itu dengan cara yang berbeda-beda. Coba kamu pikirkan dengan baik, selama ini Kak Al lebih perhatian padamu dalam hal apa?"


"Semuanya, kecuali membelikan baju untukku!"


"Apa Kak Al sering menghadiahimu perhiasan?" tanya Clarissa dan Keizaa mengangguk.


"Lalu apa bedanya memberikan perhatian lewat perhiasan dengan gaun? Yang penting keduanya sama-sama dipilih langsung oleh orang yang kita cintai!"


Keizaa menyeringai lebar seperti orang bodoh,  "Ya, kamu benar, Ra."


"Tapi, aku izin Kak Zou dulu yaa," ujar Tiara.


"Aku juga mau izin Kak Zie," timpal Clarissa.


"Kamu tidak izin suamimu, Zaa?" tanya Tiara.


"Alson Oppa sudah ada di parkiran mobil, begitu aku chat tidak ada dosen dia langsung menuju kampus," jawab Keizaa sambil kembali tersenyum lebar.


"Bagus dong, jadi kita semua naik mobil Kak Al saja!" seru Clarissa.


Tiara yang mengerti maksud dari kedatangan Alson mencoba untuk mengalihkan Clarissa,  "Sa, aku lupa ada buku yang harus aku cari di perpustakaan, kamu bisa kan temanin aku sebentar?" tanyanya.


"Sudah pasti aku akan menemanimu, Ra. Kamu juga kan Zaa?"


"Zaa harus menemui suaminya, Sa. Kasian Kak Al kalau harus menunggu di parkiran sendirian kan?"


"Hmm ok, kalau begitu kita ke perpus sekarang saja, supaya Zaa dan Kak Al tidak kelamaan menunggu kita!"


"Ok!" seru Tiara sambil mengedipkan sebelah matanya pada Keizaa.


"Thank you so much," ucap Tiara tanpa suara.


"Bentar, Sa. Kak Zou telepon!"


"Ya, Kak?"


"Kamu di mana? Aku sudah di parkiran nih, di sebelah mobil Alson," tanya Kenzou.


Ya Tuhan... Cepat sekali Kak Zou sampainya.


"Eh iya, Kak. Aku ke parkiran sekarang ya!"


"Ajak Clarissa juga, aku sudah bersama Kenzie sekarang."


"Baik, Kak."


"Kenapa?" tanya Clarissa, Keizaa pun menatap Tiara dengan penuh tanya juga.


"Kak Zou dan Kak Zie juga sudah berada di parkiran. Kita di suruh ke sana sekarang," jawab Tiara.


"Ya sudah tunggu apalagi? Ayo kita ke p;arkiran sekarang!" seru Clarissa sambil jalan mendahului Keizaa dan Tiara.


"Sorry, Zaa. Aku tidak tahu Kak Zou akan sampai secepat ini."


"Tidak apa-apa, Ra. Tapi kita ke mall di bawah apartment Alson Oppa saja, yaa..." pinta Zaa.


"Ya, nanti aku bilang ke Kak Zou kalau kita mau ke X Mall saja."


"Terima kasih Kakak Ipar!" seru Keizaa sambil memeluk Tiara.


"Kenapa Kakak cepat sekali sampainya?' tanya Tiara sesampainya ia tempat parkir.


"Aku dan Zie memang sedang dalam perjalanan ke sini, Al juga. Makanya kami cepat sampai. Jadi kalian mau ke mana?"


"Kami mau ke X Mall, Kak. Ada yang mau kami cari di sana," jawab Tiara, Clarissa langsung menganggukkan kepala,


"Iya, ada yang mau kami beli. Itu pun kalau kalian tidak keberatan mengantar kami," timpalnya.


"Sudah pasti aku tidak akan keberatan mengantar Tiaraku. Kamu bagaimana Zie?"


"Tidak perlu ditanyakan lagi, dimana ada Cla di situ ada aku," sahut Kenzie sambil memberikan tatapan menggoda pada Clarissa.


"Kita jalan sekarang?" tanya Alson.


Semuanya langsung menganggukkan kepalanya.


Bab kedua hari ini...


Tunggu bab selanjutnya lagi yaa...


Happy reading.