Kenzou

Kenzou
Kecewa



Sesaat setelah melajukan mobilnya keluar dari rumah Tiara dalam keadaan emosi, Kenzou dihinggapi rasa bersalah. Ditambah lagi dengan raut wajah sedih Tiara tadi yang tidak mau pergi dari benaknya.


"Sial!! Kenapa jadi aku yang merasa bersalah padanya?" sungut Kenzou sambil memukul stir mobilnya.


"Apa aku berlebihan? Apa aku terlalu menekannya tadi? Apa aku terlalu menyalahkannya?" batinnya terus bertanya-tanya.


Ya, tidak seharusnya Kenzou menimpakan semua kesalahan kepada gadis kecilnya itu. Bagaimanapun juga Kenzou tahu seperti apa perangai Tiara, kalau dengan orang yang telah menyakitinya berkali-kali saja wanita itu masih merasa kasihan, apalagi dengan sahabatnya, Keizaa.


Tapi tetap saja Kenzou merasa sakit hati, karena yang awalnya malam itu ia mengira Tiara berinisiatif untuk menciumnya terlebih dahulu karena wanita itu memang menginginkannya, ternyata semua hanya demi menutupi Keizaa dan Alson yang tengah bermesraan.


Ingatannya seketika itu juga kembali ke hari itu, hari disaat ia membangunkan Alson untuk melanjutkan kembali touring mereka ke Bandung.


"Apa itu?" tanya Kenzou saat melihat noda merah di atas sprei putih Alson.


"Aku menumpahkan wineku semalam," jawab Alson saat itu.


Dan berarti itu adalah noda darah dari Keizaa yang telah dibuka segelnya oleh Alson. Bodohnya Kenzou karena tidak dapat membedakan warna darah dengan warna Wine, karena saat itu ia juga tengah uring-uringan akibat perbuatannya denga Tiara di malam harinya.


"Semua karena kau yang tidak bisa mengendalikan dirimu Al!!" geram Kenzou.


Kenzou meminggirkan mobilnya, sambil menghela nafas panjang, ia mengusap keras wajahnya dengan tangannya.


Sebaiknya aku dengarkan dulu saja penjelasan Tiara, semoga saja wanita itu memiliki alasan yang tepat untuk untuk membantu Zaa, atau aku akan sangat kecewa padanya.


Seketika itu juga Kenzou mengendarai mobilnya kembali ke rumah Tiara, ia hanya memarkirnya di depan pagar, dan pengawal bayarannya langsung membukakan pintu untuknya.


Terlihat Tiara tengah terlibat perbincangan serius dengan Dasha di ambang pintu masuk. Takut wanita licik itu akan menyakiti gadis kecilnya lagi, Kenzou segera mempercepat langkahnya.


"Aku juga tahu tujuanmu menerima cinta Kak Zou semata-mata hanyalah untuk membalaskan dendammu padaku! Karena selama ini aku selalu merebut priamu, dan kini saatnya kamu membalas dengan merebut pria yang aku cintai, ya kan? Sebenarnya kamu tidak pernah mencintainya kan, itu makanya kamu selalu mengulur-ulur waktu saat Kak Zou memintamu untuk menikah dengannya!" terdengar suara Dasha.


Kenzou menghentikan langkahnya, Tiara belum menyadari kedatangannya, dan Kenzou ingin mendengar apa jawaban dari gadis kecilnya itu.


Pertanyaan yang selama ini selalu menghantui siang dan malamnya, kenapa Tiara selalu menolak pinangannya?


"Kalau iya, kenapa? Akhirnya kamu bisa merasakan juga kan bagaimana rasanya pria yang sedang kamu dekati beralih mencintai aku? Itu namanya karma, Cha! Dan kamu layak mendapatkannya!" balas Tiara.


Jantung Kenzou seolah terhenti saat itu juga. Memang awal percintaan mereka dimulai bukan atas dasar cinta, atau setidaknya ia tahu Tiara belum mencintainya.


Tapi semakin lama mereka bersama, Kenzou semakin merasa kalau Tiara telah mulai jatuh cinta padanya, dan wanita itu juga berkali-kali menyatakan cintanya.


Benarkah Tiara seperti itu? Rasanya tidak mungkin.


"Kamu sengaja membiarkanku terus tinggal di sini supaya kamu bisa memperlihatkan kemesraanmu dengan Kak Zou kan? Supaya kamu membuatku semakin patah hati, dan kamu merasa senang karena telah berhasil balas dendam padaku, ya kan?" tanya Dasha lagi.


Terdengar helaan nafas Tiara, sebelum wanita itu melipat kedua tangannya dan menjawab dengan penuh keyakinan,  "Ya, benar. Kenapa? Masalah?"


"Benarkah?!" tanya Kenzou dengan nada tidak percaya. Ternyata benar Tiara tidak mencintainya, semua hanya sandiwaranya demi sebuah dendam.


Mendengar suara Kenzou refleks Tiara balik badan, danKenzou mengarahkan tatapan dinginnya pada wanita itu, wanita yang ia kira berhati tulus.


"Kak...."


Kenzou tahu Tiara akan mencoba menjelaskan maksud dari perkataannya, tapi Kenzou sudah tidak mau mendengar alasan apapun lagi, yang kemungkinan besar wanita itu akan kembali menggunakan air matanya untuk membuat Kenzou luluh. Wanita itu tahu betul kelemahan Kenzou.


Tanpa berkata-kata lagi, Kenzou langsung balik badan meninggalkan rumah Tiara untuk kedua kalinya di malam itu, ia sudah teramat sangat kecewa dengan gadis kecilnya itu.


"Kak!!" panggil Tiara lagi yang berlari mengejar Kenzou, dan berhasil memeluk Kenzou dari belakang.


"Kak, tolong dengarkan penjelasan aku dulu," isaknya lirih.


Tidak mau kembali tertipu dengan air mata Tiara lagi, dengan kasar Kenzou menepis tanhgan Tiara,


"Jauhkan wanita itu dariku!!" perintahnya pada pengawalnya sebelum melanjutkan lagi langkahnya menuju mobilnya.


"Kak!!" terdengar panggilan terakhir Tiara sebelum Kenzou masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil sportnya itu dengan kecepatan tinggi.


Wanita yang ia cari selama bertahun-tahun ini, ternyata telah memanfaatkannya untuk balas dendam. Kalau memanfaatkan Kenzou untuk balas dendam masalah lainnya, Kenzou tidak akan pernah keberatan, dan akan dengan senang hati membantunya.


Tapi ini masalah hati, kenapa wanita itu tega mempermainkan hatinya? Mengulur-ulur waktu untuk menikah dengannya, dengan seribu satu alasan.


Sudah cukup Kenzou membuang waktunya percuma demi wanita itu. Yang ternyata tidak jauh berbeda dengan sepupunya, Dasha.


Lebih baik ia menjauhkan diri dari semuanya, karena saat ini hatinya benar-benar sakit. Tiara bukan hanya menyalahgunakan kepercayaan yang Kenzou berikan padanya, tapi juga menyalahgunakan kedekatan mereka demi balas dendam pada Dasha.


Kamu tidak mencintaiku saja sudah cukup buruk untukku, Ra. Ditambah kamu memberikanku harapan palsu demi sebuah dendam. Aku tidak akan memaafkanmu untuk itu.