Kenzou

Kenzou
Panik dan Khawatir



"Kenapa dengan Tiara? Ini siapa? Mba Tini kah?" desak Kenzou.


"Iya, Den... Cepat ke sini, Den...." ujar mba Tini, lalu terdengar suara seseorang di belakangnya,


"Telepon dari siapa Mba?"


"Maaf anda salah sambung, tidak ada nama itu di sini!!" seru mba Tini sebelum menutup teleponnya.


"Kenapa, Kak?" tanya Keizaa yang kini mulai terlihat panik.


Alih-alih menjawab, Sambil menelepon seseorang, Kenzou malah bergegas pergi meninggalkan Keizaa dengan berjuta pertanyaan di benaknya.


"Ke rumah Tiara sekarang juga!! Bawa pengacara kita dan juga pengacara keluaraga Tiara!!" perintahnya pada Ariel.


Sesampainya di halaman, Kenzou melihat salah satu bodyguardnya yang baru saja turun dari motor bebeknya, tanpa mikir panjang lagi ia langsung menghampirinya,


"Saya pinjam motormu!!" seru Kenzou.


Tanpa menunggu bodyguard itu bersedia atu tidaknya, Kenzou langsung membawa motor itu keluar, itu cara tercepat untuk mencapai rumah Tiara, tanpa membuang waktu lama kalau ia harus memanaskan mobil atau motor gedenya terlebih dahulu.


Tanpa di minta beberapa bodyguard bergegas menaiki motor mereka, dan konvoi di belakang motor Kenzou.


Rasa panik dan khawatir kini menguasai dirinya, kalau sampai keluarga Tiara menyakiti gadis kecilnya itu lagi, Kenzou tidak akan segan-segan bertindak.


Apa Tiara kena marah karena masalah Catherine? Kalau iya, bukan hanya Catherine yang akan kembali meanggung akibatnya, tapi juga Dasha... Aku akan membuat kedua wanita itu menyesal!!


Setelah mengendarai motor seperti orang dikejar setan, Kenzou sampai di rumah Tiara. Security yang sudah mengenalinya langsung bergegas membukakan pintu untuknya.


"Tiara ada, Pak?" tanyanya.


Security itu nampak bimbang, antara memberitahu Kenzou atau tidak, tapi pada akhirnya security itu hanya terdiam dan tidak mau menjawabnya.


"Jawab cepat sialan!! Atau saya akan membuat kau menderita di sepanjang hidupmu!!" ancam Kenzou.


"A... Ada Ttuan, di dalam..." jawab security itu tergagap, sambil melihat ngeri ke arah para bodyguard Kenzou yang tinggi besar dengan wajah menyeramkan itu.


Setengah berlari, Kenzou mengarah ke pintu masuk, dan langsung menggedornya dengan tidak sabar.


Tidak berselang lama pintu terbuka, tante Risya sendiri yang membukanya, dan Kenzou langsung memberikan tatapan menusuknya kepada tantenya Tiara itu.


"Dimana Tiara?!!" tanyanya.


Untuk sesaat tante Risya terlihat panik, mulutnya membuka seolah ingin menjawab pertanyaan Kenzou, lalu menutup lagi, dan setelah mendesah pelan tante Risya menjawab,


"Tiara sedang keluar bersama dengan Dasha, Nak Zou..."


"Apa kau pikir saya anak kecil yang bisa kau bohongi?!!" geram Kenzou sambil melangkah maju seperti hewan buas yang akan memangsa mangsanya.


Perlahan tante Risya bergerak mundur, ia takut dengan aura berkuasa dari dalam diri Kenzou, dengan susah payah ia menelan ludahnya sendiri.


"I... Itu benar, Tiara sedang tidak berada di rumah."


"Periksa setiap sudut rumah ini!!!" perintah Kenzou pada bodyguardnya, yang langsung menyebar ke seluruh area rumah Tiara.


"Kalian tidak bisa seenaknya saja menggeledah rumah saya!! Saya bisa melaporkan kelakuan bar-bar kalian ke pihak berwajib!!" ancam tante Risya pada bodyguard Kenzou yang tentu saja tidak ada satupun yang mengindahkan ancamannya.


Kenzou kembali melangkah maju, hingga tante Risya mundur dan jatuh ke sofa kecil di belakangnya,


"Mau mengancamku, Hah?!! Dan ingat, ini bukan rumahmu, tapi rumah kekasihku, Tiara... Sampai ada sedikit saja luka di badan wanita yang aku sayangi itu, mati kau!!!" gertak Kenzou dengan nada dinginnya.


"Telepon suamimu, dan suruh pulang sekarang juga!!" serunya.


Dengan tangan gemetar, tante Risya meraih gagang telepon rumahnya, dan langsung menekan nomor ponsel om Danu.


"Sayang, pulang sekarang... Nak Kenzou di ada di rumah!" serunya.


"Tuan muda... Kami sudah menggeledah semuanya, tapi tidak menemukan Nona Tiara..." lapor salah satu bodyguardnya.


"Apa kalian yakin?!' tanya Kenzou.


Tidak mungkin mba Tini meminta tolong padanya kalau tidak terjadi sesuatu pada gadis kecilnya itu.


"Dimana ruangannya?" tanya Kenzou lagi.


"Lantai dua, Tuan... Naik tangga belok kanan, ruangan paling ujung. Anda akan segera mengetahuinya karena orang kita sudah berkumpul di sana, menunggu arahan Tuan."


"Ok, awasi terus wanita itu, jangan ada satupun yang keluar dari rumah ini!!"


"Baik, Tuan muda..."


Dengan langkah panjang, Kenzou bergegas ke lantai dua, mengikuti arahan bodyguardnya tadi. Dan benar, bodyguard lainnya nampak berjaga-jaga di depan pintu kamar itu.


"Ini ruangannya?" tanya Kenzou.


"Ya, Tuan."


Kenzou langsung mengetuk pintu itu,  "Tiara... Apa kamu di dalam?" tanyanya dengan lembut, meski tidak dapat menutupi rasa khawatir di dalam nada suaranya.


Tidak ada jawaban, bahkan Kenzou harus menempelkan telinganya di daun pintu itu, siapa tahu Tiara menjawabnya tapi suaranya terlalu kecil untuk bisa di dengar.


"Kami sudah memanggil-manggilnya sedari tadi, Tuan muda... Tapi tidak ada jawaban dari dalam." ujar salah satu bodyguardnya.


"Ara... Jawab aku, Manis... Apa kamu di dalam sana?" tanya Kenzou lagi.


Masih tidak ada jawaban dari dalam kamar itu, dan rasa khawatir Kenzou semakin memuncak,


"Dobrak pintu sialan ini!!!" perintahnya.


Dan tiga orang bodyguard bertubuh besar itu langsung mendorong daun pintu dengan badan mereka secara serentak.


Percobaan pertama pintu masih berdiri kokoh, percobaan kedua sudah mulai ada kerusakan di bagian pinggirnya tempat handle pintu yang terkunci, dan pada dobrakan yang ketiga barulah pintu itu bisa terbuka.


Bodyguardnya memberi jalan untuk Kenzou masuk terlebih dahulu, ruangan itu terlihat gelap. Dan dengan sigap salah satu bodyguardnya menyalakan lampu flash ponselnya.


Mata Kenzou langsung tertuju pada sesosok tubuh mungil yang sedang meringkuk di lantai, dengan pakaian yang sama dengan yang terakhir kali Kenzou melihatnya semalam.


Perut Kenzou terasa mencelos, dadanya terasa sesak, dan dengan panik ia langsung mendekati gadis kecilnya itu,


"Ara... Bangun Ra!" serunya sambil menyandarkan punggung Tiara pada lengannya.


Kelopak mata Tiara mulai bergerak pelan, lalu perlahan membuka dan menatap langsung mata Kenzou.


"Papa... Papa Ara sudah lelah, Pa..." racaunya sebelum kembali memejamkan matanya lagi.


Kenzou kembali menggoyangkan badan Tiara, "Ara!! Ini aku, Zou!! Buka matamu!!" seru Kenzou dengan panik, tapi kedua mata Tiara masih tetap terpejam.


Jemari Kenzou menyentuh kening Tiara, dan ia langsung mengumpat pelan,  "Ya Tuhan... Badanmu panas sekali, Ra!!"


Tanpa pikir panjang lagi Kenzou langsung membopong Tiara, dan membawanya keluar dari gudang yang pengap dan lembab itu.


"Dimana kamar Tiara?!!" tanyanya pada salah satu asisten rumah tangga tante Risya.


"Ikut saya, Den..." jawab seseorang di belakang Kenzou, dan Kenzou mengenali suara itu sebagai suara mba Tini.


"Panggil Dokter Sam!!!!" perintahnya pada bodyguardnya.