
Tiara mengalihkan perhatiannya dari jalan raya ke arah Kenzou, saat kekasihnya itu memasuki salah satu mall mewah di selatan Jakarta itu.
"Kenapa ke mall?" tanyanya.
"Aku mau mengajakmu belanja," jawab Kenzou sambil tersenyum lembut.
"Belanja?" ulang Tiara.
"Ya, belanja untuk keperluan rumah kita!"
"Ru... Rumah kita?" ulang Tiara lagi.
Kenzou menghentikan mobil mewahnya di samping petugas valet parking, lalu menatap lembut gadis kecilnya yang terlihat bingung itu.
"Kenapa kamu senang sekali mengulang perkataanku hari ini, Ra?" tanyanya sambil tersenyum menggoda.
Kenzou mengulurkan tangannya untuk membantu Tiara melepaskan seat bealtnya, dan mencuri satu ciuman cepat di bibirnya, membuat wanikta itu memekik pelan karenanya.
"Kak!" keluhnya dengan tatapan menegur karena telah menciumnya di depan umum, dan Kenzou hanya menyeringai lebar seperti orang bodoh sambil melepaskan seat beltnya sendiri.
Sementara salah satu petugas itu membukakan pintu untuk Tiara, Kenzou memilih membuka pintunya sendiri supaya Tiara tidak menunggunya lama di luar ruangan.
Ia langsung menggandeng gadis kecilnhya itu saat melewati pintu masuk mall,
"Apa kamu lapar?" tanyanya.
"Sedikit," jawab Tiara.
"Kalau begitu, mau belanja terlebih dahulu atau makan dulu?"
"Aku tidak terlalu lapar, jadi kita belanja dulu saja ya," ujar Tiara, meski ia tidak tahu belanja seperti apa yang dimaksud Kenzou itu.
Sampai akhirnya Kenzou mengajak Tiara masuk ke salah satu home living store, yang menjual pernak-pernik interior dan aksesoris mewah, baik yang terbuat dari keramik, silver maupun kristal.
Kenzou kembali tersenyum lembut saat Tiara kembali menatapanya dengan bingung,
"Pilihlah, apapun yang kamju mau untuk mendekor rumah kita," ujarnya.
"Kak, aku benar-benar gtidak mengerti, apa maksudnya dengan rumah kita?" tanya Tiara.
Sambil menggelengkan kepalanya, Kenzou mengacak-acak puncak kepala Tiara,
"Bukankah kita akan segera menikah? Dan aku sudah membelikan rumah untukmu, dan juga atas namamu," jelasnya.
Menikah? Padahal aku belum bilang kalau aku setuju menikah dengannya.
"Kak..."
"Sudah pilih saja, jangan banhyak protes, Ok?!" seru Kenzou sebelum beralih ke karyawan toko itu,
"Tolong bungkus apapun yang gadis kecilku ini mau!" serunya pada mereka, yang langsung menganggukan kepalanya.
Mereka sudah diberitahu kalau putra tertua Adipramana itu akan datang berkunjung ke toko mereka, jadi mereka menutup tokonya untuk pembeli lainnya hari ini, setidaknya sampai Kenzou dan Tiara selesai belanja di toko mereka itu.
"A... Apa yang harus aku beli?" tanya Tiara sambil mengerutkan keningnya.
Ia tidak pernah memperhatikan dekorasi rumahnya, pernak-pernik apa yang ada di rumahnya, pajangan mewah apa yang ada di rumahnya. Selama ini ia tidak pernah memperhatikan itu.
Dan saat ini rasanya ia ingin nangis sejadi-jadinya, karena ia pasti akan mengecewakan Kenzou kalau sampai tidak becus dalam mengurus rumahnya, ia benar-benar tidak tahu harus memulainya darimana.
"Pilih apa saja yang kamu suka, yang kamu mau barang-barang itu berada di dalam rumah kita," jawab Kenzou.
Lalu Kenzou melihat wajah panik Tiara, ia tidak tahu apa yang menyebabkan raut kepanikan di wajah kekasihnhya itu.
"Dengarkan aku, pilih apapun yang kamu mau. Aku tidak peduli apa itu, selama kamu suka, dan semua barang-barang itu adalah pilihanmu sendiri, maka aku pun akan menyukainya juga!" serunya, dan Tiara menganggukkan kepalanya dengan ragu-ragu.
Kenzou mengalihkan perhatiannya kepada karyawan toko wanita, yang tengah tercengang menatap mereka berdua, yang langsung salah tingkah saat Kezou menangkap basah pandangan matanya itu.
"Berikan yang terbaik, yang biasa dipilih oleh pasangan pengantin baru untuk rumah mereka! Kalau kekasihku ini menyukainya, bungkus semuanya!" perintahnya.
Setelah karyawan itu menganggukkan kepalanya, ia langsung menghampiri Tiara,
"Ikut saya, Nona."
Tiara menatap ragu Kenzou, dan langsung mengikuti langkah karyawan itu setelah melihat pria itu menganggukkan kepalanya.
Karyawan itu dengan lembut menjelaskan semua produk unggulannya, kelebihannya dibandingkan dengan home living store lainnya, produknya dikhususkan untuk kalangan atas karena harganya yang terbilang jauh lebih mahal.
Tapi uang memang tidak bohong, karena semua produk itu benar-benar membuat siapapun pasti meneteskan liur dan ingin memilikinya, tidak terkecuali Tiara.
Mengikuti kata hatinya, Tiara memilih satu persatu pajangan, peralatan dapur yang terbuat dari perak, pernak-pernik yang terbuat dari kristal untuk mengisi lemari hias, guci, dan lain sebagainya.
"Kirim semuanya ke alamat rumah saya, saya sudah e-mail alamatnya ke Mr. Sean!" seru Kenzou setelah menyelesaikan pembayaran, lalu menggandeng Tiara keluar dari toko itu.
"Kak, apa tadi aku belanja terlalu banyak?" tanyanya,
"Itu belum memenuhi bahkan seperempat saja rumah kita, Manisku!" jawab Kenzou sambil mencubit gemas hidung mancung Tiara.
"Ya Tuhan..." desah tiara.
"Sekarang kita makan dulu ya, setelah itu aku akan membawamu ke rumah kita!"
Rumah yang dimaksud Kenzou itu berada tidak jauh dari mall tempat ia belanja tadi, masih berada di kawasan elite ibu kota, dengan luas tanah yang terlihat sama besarnya dengan rumah orang tua Kenzou, hanya saja bentuk rumah ini lebih modern.
Pagar rumah membuka secara otomatis saat mobil Kenzou mendekatinya, beberapa pengawal nampak sudah berjaga-jaga di depan rumah mewah itu, dan membukakan pintu untuk Tiara dan juga Kenzou, sebelum membawa mobil itu masuk semakin dalam ke arah garasi.
"Silahkan masuk, Nyonya Zou!" serunya sambil tersenyum lebar.
Tiara merasa seperti kurcaci saat memasuki rumah dengan dekorasi mewah dan langit-langit yang tinggi itu, Dan masih gterus ternganga saat Kenzou mengulurkan tangannya untuk meminta ponsel Tiara,
"Untuk apa?" tanya Tiara.
"berikan saja," jawab Kenzou sambil terus tersenyum. Hari ini, pria dingin dan angkuh itu sering sekali tersenyum mempesona seperti itu.
Dengan enggan Tiara mengeluarkan ponselnya dari dalam tas tangannya, dan langsung menyerahkannya pada Kenzou.
Kenzou terlihat mengutak-atik ponsel pinta Tiara itu, sebelum akhirnya menyerahkan kembali ponsel itu padanya,
"Aku sudah mendownloade aplikasi smart home di ponselmu!" serunya.
"Smart home? Untuk apa?"
"Coba kamu buka aplikasi itu."
"Aplikasi ini dapat mengendalikan rumah dan semua peralatan rumah dari ponsel pintarmu ini, semuanya diatur dalam satu alat saja. seperti memantau CCTV, sistem penguncian rumah, menyalakan atau mematikan listrik, mengatur AC, dan peralatan elektronik lainnya," jelas Kenzou.