
"Astaga, Zou!! Apa kamu sudah gila?!!" pekik mommy Kei yang berdiri di ambang pintu bersama dengan eomma Sonya.
"Ups!! Ketahuan ... " bisik Kenzou dan dengan enggan menjauhkan dirinya dari Tiara lalu turun dari tempat tidurnya untuk menghadap mommy dan tantenya itu.
"Anak sama Papi kelakuan sama saja! Apa kamu lupa kalau Tiara baru saja siuman?!" keluh mommy Kei sambil menjewer telinga kanan Kenzou, membuat pria itu memekik pelan dan Tiara terkikik geli.
"Sakit, Mom ... " rintih Kenzou sambil mengusap telinganya.
"Biarkan saja, Kei. Seperti kamu membiarkan Hardhan melakukan itu juga padamu dulu," goda eomma Sonya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Tiara,
"Dulu malah ada yang sempat-sempatnya main di sana," lanjutnya sambil menunjuk pintu toilet.
"Astaga, Nyaa ... Apa kamu harus membocorkannya pada mereka?" sungut mommy Kei.
"Aku hanya mengingatkan saja, Kei. Kalau kamu plus Hardhan, wajarlah lahir anak seperti Kenzou ini, apalagi seperti Keanu," kekehnya membuat mommy Kei kembali memberengut kesal.
"Kenapa Mommy dan Tante ke sini? Apa om Sam yang memberitahu kalian kalau Tiara telah siuman?" tanya Kenzou, masih terasa dongkol karena mommy Kei dan eomma Sonya telah mengganggu kegiatannya tadi, belum lagi jeweran mommy Kei di telinga kanannya.
"Apa Mommy tidak boleh menjenguk calon menantu Mommy?"
Mendengar pertanyaan mommy Kei itu membuat wajah Tiara merona merah,
"Tiara ... Melihat betapa tidak sabarnya Zou, setelah kamu sepenuhnya pulih nanti, Mommy akan segera menikahkan kalian berdua!" seru mommy Kei, yang tentu saja membuat wajah Kenzou berbinar ceria,
"Benarkah, Mom?" tanyanya.
"Ya, dengan satu syarat," jawab mommy Kei.
"Apa?"
"Kalian tidak boleh bercampur dulu sampai Tiara lulus kuliah!"
Pundak Kenzou seketika melemas,
"Apa Mommy mau membuatku hidup terpisah seperti Al dan Zaa dulu? Itu kejam sekali Mom ... " keluhnya.
"Supaya kamu merasakan apa yang Al dan Zaa rasakan dulu. Kamu yang mendukung ide gila Papimu dan Om Alex itu, ya kan? Sekarang biar kamu merasakan itu juga!" tegas mommy Kei.
"Tapi Mom ... "
"Apa kamu keberatan, Ra?" tanya mommy Kei terdengar lembut saat bicara dengan Tiara.
"Tidak, Tan. Aku ikut saja apa yang menjurut kalian baik untukku," jawabnya yang langsung mendapatkan tatapan frustasi Kenzou.
Pria itu mengusap wajahnya, lalu kembali memohon pada mommy Kei,
"Mom ... Jangan seperti itu, please. Aku tahu aku dulu salah, bahkan aku sempat menyalahkan Tiara karena telah membiarkan Al dan Zaa melakukan itu, hingga menyebabkan Tiara celaka. Tapi aku sudah mengakui kesalahanku itu, Mom."
Kenzou mengerang pelan saat melihat sudut bibir mommy Kei berkedut karena menahan tawanya,
"Mommy menggodaku, ya kan?" tanyanya sambil memicingkan kedua matanya.
"Tadinya ... Tapi karena Tiara setuju dengan ide Mommy, sepertinya itu bukan ide yang buruk juga untuk kalian," jawab mommy Kei sambil mengusap lembut puncak kepala Tiara.
"Mom .. "
"Astaga, Zou ... Kamu terdengar seperti bukan dirimu saja. Mommymu hanya becanda," celetuk eomma Sonya sambil menepuk bahu Kenzou.
Untuk wanita seusia eomma Sonya, tepukan itu terasa kencang hingga membuat Kenzou meringis. dan memegang bahunya itu.
"Apa kata dokter Sam?"
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, Mom. Tiara hanya perlu melakukan terapi untuk menguatkan kembali kedua kakinya yang telah lama tidak digunakan itu."
"Syukurlah ... Mommy harap wanita jahat itu dan keluarganya tidak menggangu Tiara lagi."
"Aku sudah mengurus mereka semua."
"Pastikan kali ini benar-benar beres! Mommy tidak mau ada dendam lainnya lagi dari mereka!" tegas mommy Kei.
Ia masih trauma tentang pembalasan Karina dulu, hingga membuat anak dan keponakannya berada di dalam bahaya, hingga eomma Sonya harus kehilangan janin yang tengah dikandungnya itu.
Belum lagi ia nyaris kehilangan papi Hardhan saat jet pribadinya itu meledak di udara. Yang untungnya papi Hardhan tidak berada di dalamnya.
Tapi tetap saja itu membuat mereka sedih, mengingat mereka harus kehilangan beberapa bodyguard dan awak kabin.
Mommy Kei tidak mau hal serupa akan terjadi pada putra dan calon menantunya ini. Jadi ia tidak seperti dulu yang mudah memaafkan bahkan pada musuhnya sekalipun. Sekarang, ia lebih cenderung mendukung apapun keputusan papi Hardhan dalam menangani lawannya.
Dan Tiara ...
Wanita muda ini mengingatan pada dirinya dulu, yang begitu polos dan mudah sekali luluh dengan memaafkan orang yang telah berkali-kali menyakitinya itu.
"Dan kamu Tiara ... Sekali orang lain berbuat jahat padamu secara sengaja. maka mereka akan melakukannya lagi dan lagi. Jadi kali ini, jangan pernah memaafkan mereka, biarkan Zou yang membereskan mereka, ok?"
Tiara mengangguk pelan. Niat baiknya pada sepupunya itu telah membuat Tiara nyaris berpisah dengan Kenzou, juga membuatnya nyaris kehilangan nyawanya.
Jadi ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi. Karena kini sudah jelas baginya, kalau Dasha tidak akan pernah bisa berubah. Apalagi dengan Om dan Tantenya itu.
"Kamu jangan takut tidak memiliki siapapun setelah kehilangan mereka. Kamu telah memiliki kami, memiliki Mommy, Papi, Zou, Zaa, dan semua keluarga besar kami. Kami semua akan selalu melindungimu."
"Ya, Tan ... "
"Jangan panggil Tante lagi, mulai sekarang kamu harus memanggil Mommy, karena Mommy telah menganggapmu sebagai putri Mommy sendiri sejak kamu berteman dengan Zaa!" tegas mommy Kei.
Air mata Tiara tumpah, ia menghapus air matanya sebelum mengangguk,
"Iya, Ta ... Mom."
******
Dear readers ...
Bagi yang belum membaca kisah Aliana, kalian bisa melihatnya di channel 'Youtube Si Nicegirl' Cuma slow up yaa jadi harus bersabar. Begitu juga dengan kisah Kenzie nantinya akan di up di channel Youtube itu.
Terima kasih ... Happy reading and have a nice day.