
Kenzou mencondongkan badannya hingga wajah mereka nyaris bersentuhan,
"Bagaimana dengan hatimu?"
"Ha... Hatiku? Memangnya kenapa dengan hatiku?" tanya Tiara, ia merasa gugup dengan kedekatan mereka.
"Apa aku boleh memilikinya?" tanya Kenzou sambil tersenyum menggoda.
Astaga... Bukankah tadi aku sudah meleleh? Ya Tuhan... Bolehkah aku terbang ke langit ketujuh? Aku bahagia sekali saat ini Tuhan...
"Kenapa diam saja, Gadis kecilku?"
"A... Aku... Aku takut." jawab Tiara.
"Takut kenapa?"
Kenzou menggeram kesal saat dokter Sam beserta beberapa dokter dan perawat masuk ke dalam ruang rawat itu, mereka masuk disaat yang tidak tepat.
"Apa panasnya sudah turun?" tanya dokter Sam.
"Sudah lebih baik dari tadi." jawab Kenzou,
Dan dengan enggan ia menjauhkan dirinya dari Tiara, untuk memberikan tempat pada dokter Sam yang langsung memeriksa Tiara.
"Hasil tes darahnya sudah keluar... Tiara terkena serangan virus. Kami akan memberinya anti virus, untuk untuk meredakan sakit, nyeri dan demamnya. Sementara itu, antibodi tubuhnya akan bekerja sendiri untuk menangani sisanya. semoga dalam dua hari ini Tiara sudah kembali sehat." jelas dokter Sam pada Kenzou sebelum beralih ke Tiara,
"Apa ada keluhan lainnya?" tanyanya.
"Aku hanya merasa nyeri dikedua kakiku." jawab Tiara.
"Tidak perlu khawatir, nyeri itu karena demamnya, antibodi kamu sedang berperang melawan virus itu."
"Selain itu ada lagi?"
Tiara menggelengkan kepalanya, "Tidak... Itu saja."
"Ganti bajunya Ners, baju Tiara basah karena keringat!" perintah dokter Sam pada salah satu perawat.
"Tunggu!!" cegah Kenzou saat perawat itu hendak melepas baju Tiara.
"Kenapa kalian tidak keluar dulu dari kamar ini?" tanyanya sambil menatap jengkel ke dokter Sam dan dokter pria lainnya.
Dokter Sam mengerutkan keningnya dengan bingung, "Kenapa kami harus keluar?" tanyanya.
"Tiara akan ganti baju... Apa kalian akan melihatnya juga?"
"Astaga Zou... Kami sudah terbiasa dengan itu."
Kenzou menaikkan sebelah alisnya, "Tapi aku tidak mau ada pria lain yang melihat tubuh calon istriku itu! Keluar kalian, saya akan memanggil kalian lagi kalau Tiara sudah siap!!" serunya.
Ya Tuhan... Dulu Hardhan sekarang Kenzou... Kenapa para pria di keluarga itu posesif sekali dengan pasangannya?! desah dokter Sam di dalam hatinya.
Sambil menggelengkan kepalanya dokter Sam berkata, "Baiklah kami keluar, lagipula tidak ada yang mengkhawatirkan dengan kondisi Tiara, jadi kau tidak perlu memanggil kami lagi."
"Ya sudah tunggu apa lagi, cepat keluar!" seru Kenzou dengan tidak sabar.
"Kenapa Kakak tidak keluar juga?" tanya Tiara, dan ia mendengar nafas para perawat wanita yang tercekat.
Mungkin karena Tiara berani mengusir pewaris tertua keluarga Adipramana yang paling ditakuti itu.
Dan Tiara langsung menyesali pertanyaannya tadi, ia menggigit lidahnya sendiri, sambil mengerang merutuki dirinya sendiri di dalam hatinya.
"Apa kamu keberatan aku di sini? Aku akan balik badan dan tidak akan mengintip." tanya Kenzou sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Te... Terserah Kakak.' jawab Tiara.
"Kalau terserah aku, maka aku akan tetap berada di ruangan ini!" tegas Kenzou lalu menatap tajam mata kedua perawat yang akan membantu Tiara.
"Cepat gantikan bajunya!" perintahnya.
"Baik, Tuan Muda." jawab kedua perawat itu serentak.
Sambil menunggu Tiara ganti baju, Kenzou mengeluarkan ponselnya dari saku celana panjangnya, dan langsung menghubungi asisten pribadinya.
"Apa pihak berwajib sudah datang?" tanyanya.
"Sudah, Tuan... Mereka sudah dibawa ke tahanan sampai menunggu jadwal sidang. Bagaimana dengan Nona Dasha?"
"Biarkan dia di gudang itu lebih lama lagi, tidak ada yang boleh mengeluarkannya sampai saya memperbolehkannya!" tegas Kenzou.
"Baik, Tuan."
Kenzou baru akan memasukkan ponselnya kembali ke saku celananya ketika ada panggilan masuk dari Keizaa,
"Ya, Zaa?"
"Bagaimana dengan Tiara?" tanya Keizaa.
"Sudah membaik." jawab Kenzou.
"Apa aku dan Alson Oppa sudah boleh masuk?"
"Belum, masih ada yang ingin aku bicarakan dengan Tiara."
"Apa Kakak akan menyatakan cinta Kakak padanya?"
"Hmm mungkin... Jadi jangan ganggu kami dulu, Ok?!"
"Siap Kak... Hwaiting!!" seru Keizaa.
Kenzou yakin, saat mengatakan itu, Keizaa pasti sambil mengepalkan tangannya seperti biasa.
"Ingat, jangan ganggu!" Kenzou kembali mengingatkan Keizaa.
"Sudah Selesai, Tuan." ujar salah satu perawat tadi.
Kenzou langsung balik badan, dan langsung menatap lembut Tiara.
"Keluarlah kalian!" perintahnya pada para perawat tanpa melihat mereka lagi.
Perawat-perawat itu menganggukkan kepalanya, sebelum keluar dari kamar itu.
Sambil terus menatap Tiara, Kenzou kembalu duduk di sebelahnya,
"Merasa lebih baik?" tanyanya.
"Ya, terima kasih karena sudah menyelamatkanku..." jawab Tiara.
"Berterima kasihlah dengan menjadi kekasihku yang sebenarnya... Dalam artian tidak bersandiwara lagi." balas Kenzou sambil tersenyum memikat.
Tiara kembali merasakan jantungnya yang berdegup kencang, dan perutnya yang terasa jungkir balik saat melihat senyum itu.
Pria itu jarang sekali tersenyum, mungkin pria itu menyadari efek yang akan ia timbulkan pada wanita ketika ia sedang tersenyum.
Membuat para wanita ingin meraih dan menciumnya hingga gila. Setidaknya itulah yang dirasakan Tiara saat ini.
"Aku tidak secantik Dasha..."
"Siapa bilang? Kamu cantik secara natural, sementara sepupumu itu cantik karena make up tebalnya itu..."
"Aku takut Kakak akan kecewa padaku, lalu meninggalkan aku... dan membuatku patah hati."
"Kecewa? Kenapa aku harus kecewa? Aku mencintaimu apa adanya..."
Ya Tuhan... Ini yang selalu aku impikan selama ini... Kak Zou menyatakan perasaannya padaku.
Sudah berapa kali aku membayangkan seperti ini, dan sekarang impianku itu sudah menjadi kenyataan.
Tapi bagaimana kalau Kak Zou tahu aku pernah mengecewakannya? Aku sudah mengecewakannya dengan membiarkan Keizaa bersama dengan Alson Oppa malam itu...
Semoga saja Kak Zou tidak akan pernah mengetahuinya....
"Jadi bagaimana? Bolehkan aku memiliki hatimu?" tanya Kenzou lagi setelah Tiara lama terdiam.
"Aku sudah menyerahkan seluruh hatiku padamu, Kak... Jadi tolong, jangan pernah sia-siakan itu..." desah Tiara sambil menundukkan kepalanya.
Kenzou menekan lembut dagu Tiara, dan menaikkan kembali hingga matanya dapat melihat mata Kenzou.
"Aku tidak akan pernah menyia-nyiakannya, Ara... Percayalah padaku."
"Aku percaya, Kak... Jadi apa kita sudah menjadi sepasang kekasih sekarang? Tidak sedang bersandiwara?" tanya Tiara lagi sambil tersenyum lebar.
"Ya, kamu kekasihku sekarang...." jawab Kenzou.
Matanya bergerak turun dari mata Tiara ke bibir ranumnya, dan berhenti cukup lama di sana sebelum menunduk dan mel*matnya.
Kenzou melepas pang*tan bibirnya hanya untuk mengatakan, "Aku mencintaimu, Ara... Aku menyayangimu..." akunya sebelum kembali mel*mat bibir Tiara lagi.
Bab Kedua...
Happy Reading