Kenzou

Kenzou
Tiara Kecelakaan



Kenzou sampai di rumah saat makan malam sudah dimulai. Ia menarik kursi dengan keras hingga menyebabkan bunyi berisik, dan membuatnya mendapatkan tatapan menegur mommy Kei.


"Kamu kenapa, Zou? Tidak biasanya kamu bersikap tidak sopan seperti itu! Dan darimana saja kamu?!" tanya mommy Kei.


Wajah masam dan seram Kenzou tidak menyurutkan mommy Kei untuk tetap bertanya. Lagipula dia mommynya, dan Kenzou tidak akan pernah meninggikan suaranya pada mommynya itu. Atau ia bukan hanya durhaka, tapi juga akan menghadapi amarah papi Hardhan.


"Maaf Mom, tadi aku ada urusan sebentar," jawab Kenzou sambil menuang segelas Brandy dan langsung menegaknya habis.


Sambil menuang kembali brandy itu ke gelasnya yang sudah kosong, Kenzou memberikan tatapan tajam kepada adiknya Tiara dan juga Alson, kedua manusia itu yang membuat gadis kecilnya mengkhianati Kenzou.


Wajah Keizaa seketika memucat, kedua tangannya tampak meremas erat tangan Alson, yang tengah menenangkan istrinya itu.


"Aku akan ambil MBA di Universitas Oxford saja, Pi!" seru Kenzou, semua mata kini tertuju padanya.


"Kenapa? Katanya kamu mau melanjutkan di sini saja?" tanya papi Hardhan.


Kenzou mengangkat bahunya, Aku berubah pikiran, aku tiba-tiba tertarik kuliah di universitas tertua di Inggris itu," jawabnya lalu kembali menyesap brandynya.


"Memang kamu sudah menyiapkan semua persyaratannya? Mommy dan Papi tidak masalah mau di manapun kamu kuliah, Zou. Selama itu atas keinginanmu sendiri, dan bukan karena orang lain." ujar mommy Kei.


"Tentu saja itu atas keinginanku sendiri, Mom. Memangnya ada yang bisa mempengaruhi apa yang sudah aku putuskan?"


"Beiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusanmu. Dan kamu, Zie! Mau melanjutkan kuliah di mana?"


Percakapan antara mommy Kei dan Kenzie terus berlanjut ke percakapan lainnya. Kenzou sudah tidak dapat menyimak pembicaraan mereka, pikirannya kembali tersita pada masalah yang Tiara sebabkan padanya.


Aku benar-benar bodoh karena terpedaya oleh wanita itu! rutuknya dalam hati.


Keesokan paginya saat Kenzou sedang melangkah ke dapur, ia melihat Keizaa, alson, Clarissa dan juga Aliana yang terlihat terburu-burumenuju pintu keluar,


"Mau ke mana kalian sepagi ini?" tanyanya tapi mereka semua mengacuhkannya.


Tidak ada yang berani mengacuhkannya selama ini, ditambah lagi dengan suasana hatinya yang tengah kacau membuat Kenzou menjadi berang.


"Aku bertanya pada kalian, sialan!!" raungnya.


"Wowowo ... Sabar Bro, wajar mereka semua terlihat marah padamu!" seru Kenzie sambil menuruni satu persatu anak tangga.


"Dan kenapa mereka marah padaku?"


"Tanya saja pada dirimu sendiri!!" geram Keizaa sambil memberikan tatapan tajam pada Kenzou.


"Zaa, apa kamu tahu dengan siapa kamu sedang bicara saat ini?" tanya Kenzou dengan nada dingin, yang biasanya selalu berhasil membuat Keizaa takut, tapi tidak untuk hari ini.


Alih-alih takut, Keizaa malah mengangkat dagunya dengan gaya menantang, dan Alson segera berdiri di antara mereka,


"Tiara kecelakaan, Zou!" serunya, sontak ia langusng mendapatkan perhatian penuh dari Kenzou.


"Kecelakaan? Kalian jangan becanda yaa!!"


"Siapa yang becanda? Mau tahu siapa penyebab kecelakaan itu, hah?! Kakak! Kak Zou yang menyebabkan Tiara celaka! Tiara berniat mengejar Kak Zou, tapi seperti yang kita semua ketahui dia belum pandai mengendarai mobil, hingga menabrak tiang!" jelas Keizaa sambil menujsuk-nusuk dada Kenzou.


"Dimana dia sekarang?!!" desak Kenzou.


"Di rumah sakit kita!!"


Tanpa banyak bicara lagi Kenzou langsung lari ke arah mobilnya, dan mengendarai mobil itu seperti orang gila, rasa bersalah, khawatir dan juga marah pada dirinya sendiri membaur menjadi satu.


"Maafkan aku, Ra. Maafkan aku!" serunya berkali-kali.


Sambil terus mengeluarkan umpatan kasar, Kenzou terus menekan klakson saat jalan di depannya itu tersendat, hingga lebih dari satu pengendara motor yang melihatnya dengan tatapan dongkol, tapi ia tetap tidak peduli. Yang ia inginkan hanyalah sampai di rumah sakit secepatnya.


Frustasi karena lalu lintas pagi ini padat, Kenzou memukul stir mobilnya,


"Sial!! Kenapa tidak bergerak?! Mau ke mana kalian semua?!!" makinya tidak jelas sambil terus menekan klaksonnya.


Lalu seorang pengendara motor mengetuk jendelanya, dan Kenzou mengabaikannya. Mungkin iktu adalah pengendara motor yang kesal karena Kenzou yang mengendarai mobil dengan tidak sabar.


Lalu pengendara motor itu kembali mengetuk jendelanya, kali ini Kenzou yang memang sedang emosi tingkat dewa menurunkan jendelanya dan berniat meluapkan sumpah serapahnya pada pengendara motor itu,


"Bereng ... "


"Tuan muda Zou, saya Dino!" potong pengendara motor itu yang ternyata adalah salah satu bodyguard kepercayaannya papi Hardhan.


"Ada apa?" tanya Kenzou masih terdengar dongkol,


"Lebih baik naik motor ini saja, biar saya saja yang membawa mobil itu,"


Benar juga, dengan motor Kenzou bisa mencapai rumah sakit itu lebih cepat. Tanpa pikir panjang lagi ia langsung turun dari mobil, dan bertukar tempat dengan Dino yang langsung menyerahkan helm baru untuknya.


"Terima kasih," ucap Kenzou sambil menepuk pundak Dino sebelum membawa motor itu melaju secepat yang ia bisa, mencari celah di antara mobil-mobil yang bisa ia lewati.


Hingga akhirnya ia sampai di rumah sakit, dan dokter Sam sudah menantinya di loby.


"di mana Tiara?" desak Kenzou.


"Ikut saya!" seru dokter Sam, dan Kenzou mengikuti langkah cepat dokter Sam.


"Parahkah?" tanyanya pelan, bahkan hanya menanyakan pertanyaan itu saja sudah membuatnya takut, takut pada jawaban yang akan membuatnya semakin merasa bersalah.


"Kondisinya kritis. Sepupunya sengaja menabrak tiang pada sisi kiri mobil tempat Tiara duduk, yang menyebabkannya terluka parah," jawab dokter Sam membuat langkah Kenzou terhenti.


"Sepupu? Apa maksud Om Dasha?"


"Hmmm, ya sepertinya namanya Dasha. Saat ini polisi sedang berjaga di depan kamarnya."