
Kenzou tersenyum sinis sebelum kembali menjelaskan, "Dan selanjutnya, aku akan mencincangmu dan memberikannya pada anj1ng jalanan!!"
Wajah Dasha kembali memucat, ia berusaha keras menelan ludahnya, Sekujur tubuhnya gemetar hebat.
Pria ini benar-benar menyeramkan. Lebih kejam dari yang aku dengar dari perkataan orang-orang.
"Baiklah, aku akan mengakuinya!" pekik Dasha dengan ngeri.
Air sudah membasahi badannya akibat dari terus-menerus disiramkan ke wajahnya, tapi ia masih bisa merasakan keringat dingin di sekujur tubuhnya.
"Bagus! Cepat ceritakan sekarang juga!!" geram Kenzou dengan tidak sabar.
"Bi ... Bisakah aku duduk? Dadaku terasa sesak saat bicara seperti ini. Terlalu banyak air yang masuk," pinta Dasha dengan suara parau.
"Dudukkan dia!! Dan jangan lepaskan ikatannya!!" perintah Kenzou pada kedua bodyguardnya itu yang langsung menkalankan perintahnya.
Setelah duduk Dasha kembali terbatuk-batuk lagi, dan Kenzou tidak sedikitpun merasakan simpati pada wanita jahat itu.
"Tunggu apalagi? Cepat katakan!!" raungnya lagi setelah melihat Dasha yang mulai terdiam, membuat wanita itu tersentak kaget.
Ia beringsut menjauh dari Kenzou, yang mengeluarkan aura menyeramkan itu.
Dasha mendesah pelan, Pandangannya seolah kembali ke masa lalunya,
"Sejak kecil Mama dan Papaku selalu berusaha menyenangkanku. Dan saat keluarga Tiara mengajak kami berlibur di Villanya, kedua orang tuanya selalu melimpahkan Tiara dengan apapun yang sepupuku itu inginkan."
"Villa itu banjir dengan hadiah demi hadiah mewah yang Tiara terima sebagai hadiah ulang tahun dari kedua orang tuanya, juga dari rekan bisnis Papanya. Aku mebuka salah satunya tanpa izin terlebih dahulu pada Tiara, hingga Tiara nangis dan membuat Papanya marah. Om memarahiku habis-habisan ... "
"Rupanya itu membuat Papaku sakit hati karena penghinaan Papanya Tiara padaku, dan di hari itu pula Mama dan Papa merencanakan pembunuhan itu dengan meracuni makanan mereka, hingga membuat mereka merenggang nyawa."
Dasha terdiam, lalu tertawa getir saat menambahkan,
"Sayangnya Tiara tidak ikut makan, jadi sepupu sialanku itu bisa selamat. Aku ... "
Plak!!
Tamparan keras mendarat di pipi Dasha dan menyebabkan sudut bibirnya pecah,
"Kau dan keluargamu benar-benar iblis!! Kau bahkan tidak merasa bersalah karena kejahatan orang tuamu itu telah menyebabkan Tiara kehilangan kedua orang tuanya disaat bersamaan!!" raung Kenzou.
Dengan tangan gemetar Dasha membersihkan darah di sudut bibirnya sambil menatap wajah bengis Kenzou. Untuk sesaat ia terlalu hanyut ke dalam kebenciannya hingga ia melupakan keberadaan pria itu.
"Katanya kau tidak akan menyakitiku kalau aku mengatakan yang sebenarnya," keluh Dasha.
"Aku tidak pernah menjanjikan itu! Aku hanya akan menyiksamu dengan lebih kejam lagi kalau kau tetap menutup mulut sialanmu itu!!"
"Jangan, sudah cukup Kak ... Aku akan menceritakan semuanya," isak Dasha dengan badan gemetar ketakutan.
"Lanjut!!! Dan jangan banyak basa-basi lagi, sekarang jelaskan kenapa Tiara bisa berada di dalam mobil itu?!!"
"Kamu penyebabnya! Kamu yang mempermudahku untuk ,mencelakai sepupuku itu," aku Dasha.
"Setelah Kak Zou meninggalkan rumah Tiara, dia ingin mengejar kakak tapi ragu-ragu karena belum mahir menyetir mobil. Jadi aku menawarkan diri untuk menyupirinya dan sepupu bodohku itu langsnung menyetujuinya tanpa sedikitpun curiga padaku."
"Asal kakak tahu, selama ini dia selalu menaruh curiga padaku, takut kalau-kalau aku akan mencelakainya. Tapi malam itu, rasa takutnya akan kehilangan kakak telah membuatnya lengah dan menerima begitu saja tawaranku itu. Jadi aku sengaja menabrak tiang beton di bagian Tiara duduk supaya sepupuku itu mati! Itulah balasanku pada kalian!!" jelas Dasha.
"Bagaimana perasaan kakak sekarang saat mengetahui wanita yang kakak sayangi itu akan meninggalkan kakak? Itulah yang aku rasakan saat kalian memenjarakan orang tuaku!!" lanjutnya.
Sekarang setelah teringat pada penderitaan mama dan papanya di penjara, ia tidak merasakan takut lagi pada Kenzou. Justru ia berniat meluapkan semua kekesalannya pada pria itu.
Kenzou tersenyum sinis sebelum menjawab, "Maaf telah mengecewakanmu, tapi Tiara masih hidup."
Dasha menggelengkan kepalanya, "Tidak mungkin ... Tiara tidak mengenakan seatbelt dan dia terlempar keluar dari kaca depan mobil, tidak mungkin dia selamat, aku melihatnya yang berkubang darah itu!"
"Bersyukurlah kau karena Tiara selamat, atau aku akan membuatmu menyesali semua perbuatanmu itu, dan kau akan berharap tidak pernah terlahir ke dunia ini!" desis Kenzou.
Dasha mengangkat bahunya, lalu tawanya pecah saat mengatakan, "Mungkin kecelakaan itu tidak menyebabkan kematiannya, tapi pasti saat ini organ dalamnya sudah hancur!"
Kenzou kembali menekan pipi Dasha, "Apa maksudmu?" tanyanya.
"Aku telah membubuhi racun ke dalam makanannya, tidak banyak hanya sedikit, tapi setiap hari," aku Dasha sambil tersenyum licik.
"Biad4b kau!!" raung Kenzou sambil mendorong Dasha hingga kembali terlentang. Ia baru akan melayangkan tinjunya pada wajah wanita itu tapi Ariel mencegahnya,
"Tahan diri anda, Tuan. Jangan kotori tangan anda dengan darah wanita ini, biarkan kami saja!" serunya.
"Lakukan, dan jangan kasih ampun!! Biarkan dia hidup sampai aku selesai dengan kedua orang tuanya!!!" geram Kenzou sebelum keluar dari ruangan itu.
Ia segera mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi dokter Sam,
"Lakukan pemeriksaan menyeluruh pada Tiara, Om. Dasha mengaku telah lama meracuni makanan Tiara!" perintahnya dengan suara bergetar, pun demikian dengan tangannya yang memegang ponsel itu.
Ia bukan hanya gagal melindungi gadis kecilnya itu, tapi juga secara tidak langsung turut andil di dalam kecelakaan itu.
Kalau bukan karena ingin segera mengejarnya, Tiara tidak akan seceroboh itu dengan membiarkan Dasha yang membawa mobilnya.
"Aargghh!!!" raung Kenzou sambil meninju dinding ruang bawah tanah itu berkali-kali, hingga tidak terasa darah segar yang mulai mengalir dari punggung jemarinya itu.