Kenzou

Kenzou
Wisuda



"Kamu cantik sekali, Ra!" seru Kenzou sambil terus menatap Tiara yang mengenakan mini dress pemberiannya itu.


Tiara yang selama ini selalu terlihat cantik meski tanpa make up, hari ini terlihat jauh lebih cantik lagi. Bahkan beberapa teman kampus Kenzou selalu melirik ke arah gadis kecilnya itu. Dan baru mengalihkan perhatiannya ketika Kenzou menatap mereka dengan sorot mata membunuhnya.


Tiara tersenyum lembut sebelum menjawab,  "Terima kasih, Kak. Selamat yaa sudah jadi kakak sarjana!"


Kenzou langsung menarik Tiara ke dalam pelukannya,  "Jangan tersenyum seperti itu di depan umum," bisiknya.


"Kenapa?" tanya Tiara bingung.


"Aku tidak mau mereka semakin terpikat olehmu!" jawab Kenzou.


Ya Tuhan... Pria sefamous Kak Zou bisa cemburuan juga ternyata.


"Iya, sekarang lepas aku, Kak. Aku malu, nanti bagaimana kalau Mommy dan Papi kamu melihat?!"


"Mereka sudah tahu kamu adalah kekasihku! Mommy bahkan menyuruhku langsung menikahimu setelah wisuda," kekeh Kenzou, meski begitu ia melepaskan pelukannya,


"Kamu lihat mereka di sana?"


Mata Tiara mengikuti arah yang ditunjuk tangan Kenzou itu, lalu memekik kaget saat Kenzou mencuri ciuman di pipinya,


"Kak Zou!!"


Kenzou tertawa lebar sebelum berkata,  "I love you, my litle girl!"


"I love you tou, Kak," balas Tiara malu-mau.


"Zou, acara sudah mau di mulai, cepat masuk sana!" seru mommy Kei.


"Aku masuk dulu ya," ujar Kenzou sambil mengecup kening Tiara, sebelum beralih mengecup pipi mommy Kei.


"Apa dia sudah melamarmu, Ra?" tanya mommy Kei tanpa basa-basi lagi, membuat jantung Tiara seketika berdetak dengan cepat.


"Belum, Tan," jawab Tiara pelan, ia tidak berani menatap mommy Kei.


"Tiara, lihat Tante dan jawab dengan jujur, apa Zou sudah pernah mengajakmu menikah?" tanya mommy Kei lagi.


Perlahan Tiara mengangkat wajahnya, hingga matanya bertemu mata dengan mommy Kei,


"Sebenarnya hampir sebelas bulan yang lalu Kak Zou pernah memintaku untuk bersedia menikah dengannya. Tapi..."


"Tapi apa?"


"Tapi aku belum siap, Tan. Jadi aku minta waktu satu tahun, dan Kak Zou setuju menunggu selama satu tahun itu."


Mommy Kei tersenyum lembut sebelum bertanya, "Berarti sisa satu bulan lagi, ya kan? Apa kamu bersedia atau tidak?"


"Hmmm... Aku belum tahu, Tan," jawab Tiara sambil menyeringai lebar.


"Apa ada alasan tertentu kamu belum mau menikah dengannya, Ra?"


"Aku... Hanya tidak percaya diri saja, Tan. Pasti tidak akan mudah menikah dengan pria yang paling diminati se Asia itu, kecuali kalau aku wanita yang paling diminati se Asia juga. Tapi nyatanya aku bukan siapa-siapa, Tan. Aku hanyalah anak yatim piatu dari keluarga yang biasa-biasa saja."


Mommy Kei meraih tangan Tiara dan menggenggamnya dengan lembut,


"Tante yakin, bukan wanita yang paling diminati se Asia atau bahkan sedunia sekalipun yang Zou inginkan. Zou hanya menginginkan kamu, Ra. Apa kamu tidak bisa melihat ketulusannya itu padamu?"


"Iya, aku tahu, Tan. Tapi tetap saja aku merasa tidak percaya diri."


"Apa Tante tidak malu mendapatkan menantu seperti saya?" tanya Tiara lirih.


"Menantu sepertimu? Apa maksudmu, Ra?"


"Saya bukanlah dari kalangan darah biru, Tan. Orang tua saya sudah meninggal. Om dan Tante saya di penjara karena membunuh orang tua saya. Apa Tante tidak malu mendapati menantu yang memiliki keluarga pembunuh seperti saya?"


"Ra, kita tidak bisa memilih di keluarga mana kita akan di lahirkan. Dan kami tidak pernah melihat latar belakang keluarga seseorang. Kami hanya melihat p;ribadi orang itu sendiri. Dan kami selalu percaya dengan penilaian Zou dan juga Papinya, mereka berdua melihatmu sebagai wanita yang baik hati, Ra. Kamu memiliki inner beauty yang belum tentu dimiliki wanita lainnya!" tegas mommy Kei.


"Tapi..."


"Sudah, kita bahas ini lagi nanti. Sekarang ayo kita masuk ke dalam untuk melihat proses wisuda mereka," potong mommy Kei sambil merangkul Tiara dan membawanya mendekati papi Hardhan, Appa Alex, Eomma Sonya, Clarissa dan juga Keizaa.


Bersama mereka memasuki balairung tempat proses wisuda itu berlangsung.


Setelah acara selesai, dan sesi foto bersama juga selesai. Masih dengan mengenakan toganya, Kenzou menarik lengan Tiara untuk menemui mommy Kei dan papi Hardhan.


"Mom, Pi, aku dan Tiara pulang duluan ya!" serunya pada kedua orang tuanya itu.


"Kenapa buru-buru sekali?" tanya papi Hardhan sambil menaikkan sebelah alisnya, dan menatap Tiara dan Kenzou secara bergantian.


"Ada tempat yang ingin kami datangi, Pi. Satu jam lagi kami sudah harus berada di sana," jawab Kenzou sambil melirik jam tangannya.


"Ya sudah, tapi ingat ada jamuan makan malam nati, ajak Tiara juga!"


"Baik, Pi. Kami jalan dulu, Mom," serunya lalu mencium pipi mommynya sebelum kembali menarik Tiara.


"Kak, kita sebenarnya mau ke mana? Setahu aku kita tidak ada janji pergi ke manapun." tanya Tiara.


Kenzou berhenti untuk membukakan pintu untuk Tiara, sebelum ia memutari mobil dan duduk di balik kemudi. Dengan gerak cepat ia melepas toganya lalu meletakkan di kursi belakang mobilnya.


"Itu hanya alasanku saja untuk membawamu menjauh dari sana," jawab Kenzou sambil tersenyum miring.


"Kenapa?"


"Aku tidak tahan, kamu menjadi pusat perhatian dari kawan-kawanku itu!" aku Kenzou sambil menyalakan mesin mobilnya dan membawa mereka keluar dari lingkungan kampus.


"Aku belum sempat pamit pada Clarissa dan Zaa," keluh Tiara sambil memberengut.


"Zaa juga sudah pulang terlebih dahulu bersama dengan Al. Papi dan Mommy sudah mengizinkan mereka melakukan... Itu!"


"Apa? Jadi mereka sudah bisa...."


"Ya! Sudah jangan dilanjutkan lagi," potong Kenzou lalu menepikan mobilnya.


"Kenapa berhenti di sini?" tanya Tiara.


Kenzou melepas seat beltnya, lalu mencondongkan dirinya ke arah Tiara dan langsung ******* bibirnya. Mendapatkan serang yang tiba-tiba itu membuat Tiara gelagapan, meski pada akhirnya ia turut serta berpartisipasi di dalam ciuman itu.


"Maafkan aku, aku tidak bisa menahannya!" ujar Kenzou sambil mengeringkan bibir Tiara dengan jemarinya.


Melihat Tiara yang masih menatapnya dengan mata sayu, serta pipinya yang merona merah, belum lagi bibirnya yang terasa lembut di jemarinya, membuat Kenzou kembali mencondongkan badannya lagi.


"Ya Tuhan... Maafkan aku," gumamnya sebelum kembali ******* bibir gadis kecilnya itu lagi.


Ayo jangan lupa like, vote, komen and hadiahnya yaa buat babang Zou and neng Aranya😘😘


Happy reading...