
Tiara terbangun dengan suara Kenzou yang sedang menjelaskan kenapa Tante Risya sampai mengurung Tiara.
Perlahan ia membuka kedua matanya, dan mendapati pria itu sedang menatap serius ke arah Keizaa dan juga suaminya, Alson.
Alih-alih terbangun di gudang yang gelap dan lembab, Tiara justru terbangun di atas tempat tidur, yang ia tahu ini adalah ruang presidential suites rumah sakit milik keluaraga Adipramana.
Tiara tahu, karena sudah berkali-kali ia ke kamar ini, saat Keizaa sakit.
Dan Tiara juga tahu siapa yang membawanya ke rumah sakit ini, kalau bukan Kenzou. Apa pria itu datang ke rumahnya?
Tiara memang merasa tidak enak badan sejak perjalanan kembali dari Puncak, dan badannya mulai terasa panas saat di dalam gudang, hingga Tiara merasa tulang-tulangnya akan copot saking gemetarnya badan ia semalam.
Paginya ia mulai membaik, panasnya turun. Tapi setelah makan ia kembali panas tinggi lagi.
Tiara berbaring meringkuk untuk mengurangi rasa sakit di sekujur tubuhnya hingga ia tertidur, atau mungkin juga pingsan. Karena ia tidak sadar saat dibawa ke rumah sakit ini.
Ia mendengar saat Kenzou mengaku pada adiknya itu kalau ia hanya berpura-pura menyukai Dasha, hanya supaya bisa mendekati Tiara.
Pria tampan nan berkuasa itu takut kalau ia meminta langsung Tiara untuk menjadi pacarnya, Tiara akan menolaknya.
Dan itu membuat dada Tiara membuncah dengan perasaan bahagia, hingga perlahan air mata bahagia itu mengalir keluar dari matanya, Tiara terus menatap wajah Kenzou, pria yang sangat ia cintai.
Yang kini yang kini tengah meminta Keizaa dan Alson untuk meninggalkan mereka.
"Tiara!!" pekik Keizaa lagi yang membuat Kenzou kembali menggeram kesal,
"Sudah Kakak bilang, diamlah, Zaa!"
"Bodoh! Tiara sudah sadar!!" balas Keizaa sambil menatap dongkol Kenzou yang langsung mengalihkan perhatiannya ke Tiara.
Tiara menatap penuh tanya ke arah Kenzou, apakah Tiara tidak salah menangkap arti dari perkataan Kenzou tadi? Apa pria itu benar-benar mencintainya?"
"Benarkah apa yang kamu katakan itu, Kak?" isak Tiara, air mata masih mengalir deras dari kedua matanya.
"Tinggalkan kami!" seru Kenzou pada Keizaa dan Alson, tanpa mengalihkan matanya dari memandang Tiara, yang terlihat pucat dengan kedua pipi yang memar.
"Tapi..."
"Za!! Please," pinta Kenzou.
"Oh baiklah, aku tunggu di ruang krluarga ya, Ra..." ujar Keizaa dan Tiara mengangguk.
"Aku haus...." desah Tiara Setelah Keizaa dan Alson keluar dari ruang rawat ini, sambil membasahi bibirnya yang kering dengan lid*hnya.
"Sebentar aku ambilkan air dulu." ujar Kenzou lalu beranjak ke arah dispenser dan kembali dengan segelas air hangat di tangannya.
"Ini, minumlah..."
Kenzou membantu Tiara duduk untuk meminum air itu, dan merebahkan lagi badannya setelah Tiara menenggak habis air hangat itu.
Kenzou meletakkan gelas kosong itu di meja nakas samping tempat tidur. Dengan kedua mata Tiara yang tidak lepas dari memandanginya, dan air mata itu kembali mengalir keluar dari kedua mata indahnya.
"Apa benar yang kamu katakan tadi, Kak?" tanya Tiara lagi.
Kenzou kembali meraih tangan Tiara, dan meremasnya dengan lembut,
"Iya, Tante Risya dan Om Danu yang sudah meracuni kedua orang tuamu." jawab Kenzou, hatinya terasa sakit melihat air mata Tiara yang terus saja mengalir.
"Aku tidak sedang bertanya tentang Om dan Tanteku yang sudah meracuni Mama dan Papaku... Aku sudah lama tahu kejahatan mereka itu..." ralat Tiara.
"Sudah tahu? Kamu sudah tahu dan kamu diam saja? Kenapa tidak langsung memberitahuku?" tanya Kenzou.
Ya Tuhan... Tiara bisa berada dalam bahaya kalau sampai Om Danu tahu kalau Tiara sudah mengetahui perbuatan jahat mereka.
"Aku membiarkannya, karena mereka orang tua Dasha..." jawab Tiara.
"Memangnya kenapa kalau mereka orang tua Dasha? Kalau mereka adalah Om dan Tantemu? Kamu tetap membiarkan mereka bertindak semaunya denganmu?"
"Karena kamu mencintai Dasha...."
"Aku tidak mencintai Dasha, Ra... Aku hanya..."
Kenzou hanya terdiam, hingga Tiara kembali bertanya,
"Bagaimana dengan Dasha? Apa dia juga dijebloskan ke penjara?"
"Kenapa menamparnya?" tanya Tiara.
Ia sudah tahu jawabannya, pasti karena Dasha sudah menampar Tiara, dan Kenzou bermaksud membalasnya untuk Tiara.
Tapi Tiara ingin mendengar langsung jawaban itu dari mulut Kenzou sendiri, supaya Tiara tidak merasa kalau saat ini ia hanya sedang berhalusinasi saja akibat panas tingginya.
"Tidak, saat ini Dasha sedang dikurung di gudang, setelah aku menyuruh mna Ati untuk menamparnya."
"Benarkah itu, Kak?"
"Benar apa?" tanya Kenzou berpura-pura tidak mengerti maksud dari perkataan Tiara tadi.
"Benarkah Kakak melakukan itu demi aku? Apa Kakak benar-benar menginginkan aku?"
Alih-alih menjawab, Kenzou malah menempelkan lengannya ke dahi Tiara,
"Kamu masih sedikit panas, aku panggil dokter Sam yaa..." ujar Kenzou sambil menekan tombol yang akan tersambung ke ruang dokter Sam langsung.
"Kakiku sakit sekali..." keluh Tiara.
"Tapi kamu masih bisa menggerakkan kakimu kan, Ra?" tanya Kenzou khawatir.
Tiara langsung menggerakkan kakinya, dan Kenzou baru bisa bernafas lega,
"Nanti kita tanya dokter Sam yaa."
Tiara menganggukkan kepalanya,
"Bagaimana dengan Tante Risya dan Om Danu? Apa Kakak benar-benar akan menuntutnya dengan hukuman seumur hidup?"
Kenzou mengelus lembut kepala Tiara sebelum menjawab, "Jangan pernah memintaku untuk mengampuni mereka... Aku harus memberi mereka pelajaran keras, supaya jadi peringatan bagi yang lainnya, yang berniat menyakiti orang-orang yang aku sayangi!'
"Termasuk aku?" tanya Tiara penuh harap.
Ia merutuki dirinya sendiri karena dengan percaya dirinya menanyakan hal seperti itu. Mana mungkin juga pria sehebat Kenzou akan mencintainya.
Meski tadi Tiara mendengar Kenzou memintanya untuk menjadi pacar pura-puranya hanya untuk bisa mendekati Tiara, tapi itu tidak berarti pria itu sudah jatuh cinta padanya kan?
"Ya, termasuk kamu..." jawab Kenzou dengan suara selembut sutra.
Tiara merasa meleleh di atas tempat tidurnya, dan wajahnya seketika merona merah.
Ya Tuhan... Apa itu berarti Kak Zou mencintaiku?
"Apa lagi yang kamu rasakan, Ra?"
"Mual dan pusing..."
Kenzou mencondongkan badannya hingga wajah mereka nyaris bersentuhan,
"Bagaimana dengan hatimu?"
"Ha... Hatiku? Memangnya kenapa dengan hatiku?" tanya Tiara, ia merasa gugup dengan kedekatan mereka.
"Apa aku boleh memilikinya?" tanya Kenzou sambil tersenyum menggoda.
Dear Readers...
Selama bulan puasa Nice update Kenzou malam yaa...
Nah, untuk hari ini bagaimana? Jadi crazy up tak? Atau besok saja?😁
Happy reading and have a nice day...
Selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalaninya...😘