Kenzou

Kenzou
Tiara Sudah Sadar!



Setelah pintu ambulance terbuka, dokter Sam turun terlebih dahulu, lalu disusul perawat yang langsung menarik turun ambulance stretcher Tiara, baru setelah itu Kenzou turun.


"Langsung saja bawa ke ruang presidential suites!!" perintah Kenzou pada mereka.


Kenzou terus melangkah di samping stretcher yang membawa Tiara, hingga mereka sampai di ruang presidential suites, kamar yang hanya dapat digunakan oleh keluarga Adipramana.


"Kenapa Tiara belum sadar juga, Om?" tanya Kenzou.


"Tiara terlalu lelah, Zou... Juga terlalu lemah. Bersabarlah, nanti juga dia siuman." jawab dokter Sam.


Bahkan Tiara tidak juga sadar saat salah satu perawat memasang infus di punggung tangan kirinya.


Kenzou membiarkan dokter Sam dan para perawat melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk menguatkan diagnosa Tiara.


Sampai satu persatu perawat keluar dari ruangan ini, hingga hanya tersisa dokter Sam saja, yang kini sedang menyuntikkan kembali obat penurun panas melalui infusan Tiara.


"Saya sudah menyuntikkan kembali obat penurun panas, panggil saya ketika Tiara sudah sadar nanti." ujar dokter Sam, dan Kenzou hanya menganggukkan kepalanya saja.


Matanya tidak pernah lepas dari wajah Tiara. Entah sejak kapan dimulainya, tapi saat ini Kenzou merasa ia sangat menyayangi gadis kecilnya ini.


"Ra, bangun Ra... Ini aku, Kenzou..." ujarnya tapi Tiara belum juga sadarkan diri.


"Ara kenapa, Kak?!" tanya Keizaa yang menerobos masuk ke dalam kamar, disusul Alson yang melangkah pelan di belakang istrinya itu.


"Darimana kamu tahu kalau Tiara dirawat di sini?" tanya Kenzou.


"Kakak jahat! Kakak tidak memberitahuku kalau Tiara sedang sakit!!" isak Keizaa ia menatap kesal Kenzou sambil menghampiri tempat tidur Tiara.


"Siapa yang memberitahumu?" tanya Kenzou lagi.


"Aku menelepon ponselnya Tiara, dan Mbak Tini yang mengangkatnya... Dia bilang Tiara sudah dibawa ke rumah sakit ini." jawab Keizaa, sambil duduk di sisi satu lagi tempat tidur Tiara.


"Poor Tiara... Di siksa keluarganya sendiri, dan diabaikan kekasihnya." gumam Keizaa sambil menghapus air matanya.


"Aku tidak mengabaikannya, Zaa..." sanggah Kenzou.


"Ya, Kakak mengabaikannya! Kakak tidak membela Tiara saat wanita kafe itu menghinanya!"


"Aku membelanya, Zaa. Setelah kalian keluar... Itulah mengapa Tiara dihukum sama Tante Risya dan juga Dasha...."


"Membelanya? Dihukum? Maksudnya? Tolong jelaskan Kak jangan setengah-setengah!" cecar Keizaa.


"Kakak menutup permanen kafe Catherine karena sudah menghina wanitaku, juga berusaha menyakitimu... Dan wanita itu mengadu pada Dasha, hingga Dasha langsung menampar Tiara sesampainya Tiara di rumahnya... Tidak cukup sampai di situ, mereka mengurung Tiara di dalam gudang yang lembab. Dengan kondisi Tiara yang sedang kelelahan, ia tidur di lantai, mungkin itu juga yang membuatnya sakit..." jelas Kenzou.


"Ditambah lagi tekanan batinnya, pada keluarganya yang tidak tahu diri itu." lanjutnya.


"Oh, jadi Kakak melakukan itu untuk Tiara dan juga aku? Tiara pasti akan senang mendengarnya saat siuman nanti."


"Tapi tindakanku itu membuatnya celaka..."


"Apa yang Kakak lakukan pada keluarga parasitnya itu?" tanya Keizaa.


"Menjebloskannya ke penjara tentunya, dan akan membuat Tante Risya dan Om Danu menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Aku akan membayar seseorang untuk membuat mereka menderita di sana! Untuk terus menyiksa mereka setiap harinya," jawab Kenzou.


"Kak... Apa benar kalian hanya berpura-pura pacaran?"


Mata Kenzou kini beralih ke adik perempuannya itu, "Tiara memberitahumu?"


"Ya, dan dia sudah memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya, dan akan ikut mba Tini ke kampungnya, setelah memutuskan hubungan dengan Kakak tentunya."


Seketika wajah Kenzou menggelap karena amarah,


Kenzou mendapati dirinya tidak suka Tiara menjauh darinya, belum menjauh saja Kenzou sudah merasakan kehampaan itu.


"Lalu Kakak maunya dia melakukan apa? Menerima begitu saja menjadi kekasih bayangan Kakak? Padahal Kakak jelas-jelas mengatakan padanya kalau Dashalah yang Kakak suka!! Kakak yang memintanya untuk berpura-pura, tapi Tiara lah yang mendapat cap buruk karena sudah merebut pacar kakak sepupunya!!"


"Kakak melakukan itu hanya untuk bisa dapat mendekati Tiara, Zaa! Kamu sendiri yang bilang kalau Tiara tidak mau dekat dengan pria lagi, karena setiap pria yang dekat dengannya selalu diambil alih Dasha... Kamu yang bilang kalau Tiara tidak mau menjadi penyebab pria lain lagi yang akan dibuat patah hati sama Dasha! Dan Tiara tidak mau merasakan sakit hati lagi!!" jelas Kenzou,


"Apa kamu pikir kalau Kakak memintanya menjadi pacar sesungguhnya Tiara akan langsung bersedia?"


Keizaa menggeleng pelan, "Tidak... Tiara tidak akan mau. Aku pernah mau menjodohkan Tiara denganmu, tapi Tiara dengan tegas menolaknya. Berhubungan dengan pria biasa saja dia masih takut, apalagi dengan pria paling diminati di Asia macam Kakak..."


"Itu makanya Kakak memakai cara itu untuk mendekatinya, untuk membuatnya pelan-pelan dekat dengan Kakak... Dan pada akhirnya ketika Kakak menceritakan yang sebenarnya padanya, ia tidak akan marah, karena dia sudah terlanjur mencintai Kakak. Selain itu..."


Kenzou tidak melanjutkan lagi perkataannya, ia masih ragu untuk menceritakannya pada adiknya itu atau tidak, tapi Keizaa sudah kadung penasaran dengan apa yang akan dikatakan Kenzou tadi,


"Selain itu apa? Cepat katakan!" desaknya.


Setelah beberapa saat terdiam, Kenzou akhirnya mengatakan juga,


"Kakak sedang menyelidiki kematian kedua orang tua Tiara... Karena jelas kematian mendadak mereka mengundang banyak spekulasi."


"Apa Kakak sudah mendapatkan titik terangnya sekarang?" tanya Keizaa,


"Ya, bahkan Kakak sudah menemukan bukti keterlibatan Tante Risya dan Om Danu , dalam meracuni kedua orang tua Tiara... Merekalah pelakunya." jawab Kenzou.


"Ya Tuhan!!" pekik Keizaa lalu menangkup mulutnya.


"Aku tidak menyangka Dasha dan keluarganya bisa sekejam itu..." gumam Alson yang berdiri di belakang Keizaa.


Keizaa mendongak ke arah Alson, "Kenapa?Apa karena Dasha cantik jadi tidak mungkin bisa bersikap kejam?" solot Keizaa.


Alson tergelak, "Ya Tuhan... Kamu cemburu padanya, Zaa? Kalau mau aku sudah memacarinya... Tapi tidak, aku hanya maunya kamu seorang."


Keizaa mendengus pelan, "Huh, bilang saja kamu juga sebenarnya suka sama wanita licik itu!"


"Astaga... Aku tidak tertarik sedikitpun dengannya, Zaa... Bagaimana bisa kalau seluruh hatiku sudah aku serahkan padamu..."


"Keluarlah kalau kalian mau bertengkar! Tinggalkan kami!" seru Kenzou dongkol.


"Tidak mau, aku mau menemani Tiara di sini..."


"Kalau mau tetap di sini, maka diamlah!" tegas Kenzou sambil menatap galak ke arah Keizaa dan Alson bergantian.


"Tiara!!" pekik Keizaa lagi yang membuat Kenzou kembali menggeram kesal,


"Sudah Kakak bilang, diamlah, Zaa!"


"Bodoh! Tiara sudah sadar!!" balas Keizaa sambil menatap dongkol Kenzou yang langsung mengalihkan perhatiannya ke Tiara.


"Benarkah apa yang kamu katakan itu, Kak?" isak Tiara, air mata mengalir deras dari kedua matanya.


Nah apa yang ditanyakan Tiara pada Zou? Masalah cinta Zou padanya? Atau masalah Om dan Tantenya yang sudah membunuh kedua orang tuanya?


Nantikan jawabannya di bab selanjutnya yaa...


Kalau banyak yang Vote, like, komen dan kasih hadiah ke babang Zou dan neng Ara, besok Nice Crazy Up deh...😁


Maaf beberapa hari tidak up karena ada even di sebelah.🙏