Kenzou

Kenzou
Tidak Bisa Hidup Tanpamu



"Gadis kecilku yang malang... Tenang saja aku sudah membalas semua perbuatan mereka padamu... Mulai sekarang aku akan selalu melindungimu... Aku sudah menempatkan empat bodyguard di rumahmu, untuk selalu menjagamu saat aku tidak ada di dekatmu..."


"Bagaimana dengan Dasha? Aku mohon jangan menghukumnya... Pasti berat untuknya tanpa Tante Risya dan Om Danu, itu sudah menjadi hukuman untuknya, jangan menambah bebannya lagi." pinta Tiara.


"Kamu masih saja mengkhawatirkannya setelah apa yang sudah wanita sialan itu buat padamu? Tidak, aku tidak akan membiarkannya..."


"Kak... Please... Dasha sepupuku satu-satunya... Tolong jangan kurung dia lagi, aku sudah memaafkannya."


Kenzou menyusuri jemarinya di pipi Tiara yang masih terlihat memar itu, membayangkan rasa sakit yang pasti dirasakan Tiara membuat hati Kenzou juga terasa sakit,


"Kamu sudah memaafkannya, tapi aku tidak... Mereka terlalu jahat padamu, Ra... Termasuk sepupumu itu."


Tiara menatap penuh harap pada Kenzou, berharap kekasihnya itu mau menuruti permintaannya, "Kak..."


Kenzou mengerang pelan sebelum kembali menegaskan, "Tidak, Ra... Aku tetap akan menghukumnya!"


"Kakak kan sudah meminta Mba Ati untuk menamparnya, itu sudah cukup untuk memberinya pelajaran, Kak... Jadi please, keluarkan Dasha dari gudang itu..."


"Kamu tidak dendam sama sekali dengan anak dari pembunuh orang tuamu?" tanya Kenzou.


"Yang salah Tante Risya dan Om Danu, Kak... Dasha memang kasar padaku, tapi itu karena ada dukungan dari kedua orang tuanya itu... Dan sekarang karena Tante Risya dan Om Danu di penjara, aku yakin Dasha tidak akan berani macam-macam lagi denganku..." jawab Tiara.


Melihat Kenzou yang masih saja menatapnya dengan raut wajah khawatir, Tiara kembali menambahkan,


"Lagipula ada keempat bodyguardmu, kan? Dasha pasti tidak akan berani menyakitiku lagi."


Kenzou mendesah pelan sebelum berkata, "Aku akan membebaskan Dasha tapi dengan satu syarat..."


"Apa syarat itu, Kak?" tanya Tiara sumringah.


"Dasha harus tinggal di kamar pembantu dan mengerjakan tugas asisten rumah tangga selama satu tahun penuh... Kalau dia melewati satu tahun itu tanpa keluhan, aku baru akan membebaskannya." jawab Kenzou.


"Astaga Kak... Aku tidak akan setega itu memperlakukan sepupuku seperti seorang pembantu...." desah Tiara.


"Aku masih berbaik hati hanya menghukumnya seperti itu untuk satu tahun saja... Dibandingkan dengan perlakuan mereka selama bertahun-tahun padamu! Terima syarat itu dan aku baru akan membebaskannya..."


Tiara memberengut pada Kenzou, tapi pria itu tetap memasang wajah tegasnya, hingga akhirnya Tiara menyerah,


"Baiklah, aku setuju."


Wajah keras Kenzou langsung melunak, Sambil tersenyum lembut, ia mengelus puncak kepala Tiara,


"Itu baru gadis kecilku yang pintar..." ujarnya.


Tiara mendengus pelan, "Aku sudah besar, bukan anak kecil lagi..."


"Tapi bagiku, kamu tetap gadis kecilku..." balas Kenzou sambil menempelkan punggung tangannya ke kening Tiara,


"Sudah tidak panas lagi... Sekarang istirahatlah, aku akan menjagamu."


Setelah Tiara mengangguk, Kenzou turun dari tempat tidur, dan kembali duduk di kursi yang tadi ia tempati.


"Hmm Tiara, bagaimana kamu bisa tahu kalau Tante Risya dan Om Danu yang sudah meracuni kedua orang tuamu?" tanya Kenzou.


Lalu ingatannya kembali ke saat itu.


Saat Tiara melewati kamar tante Risya dan Om Danu yang pintunya sedikit terbuka itu, ia mendengar percakapan mereka.


"Aku sudah tidak tahan dengan keponakanmu itu!! Semakin lama dia berhubungan baik dengan keluarga Adipramana, semakin terancam pula kedudukanku di Tiara Corp!! Keponakanmu itu pasti akan dengan mudah mengambil alih lagi perusahaannya dengan bantuan keluarga itu!!" geram om Danu.


Tiara menyandar punggungnya di dinding, sambil menajamkan lagi telinganya,


"Kalau bukan pengacara sialan itu yang selalu datang ke rumah ini, aku sudah lama menyingkirkannya! Sya, kita harus menyingkirkan anak itu sebelum berusia delapan belas tahun!! Atau perbuatan kita meracuni kedua orang tuanya untuk menguasai hartanya itu akan sia-sia!!" lanjut om Danu.


Tiara menangkup mulutnya dengan kedua tangannya, untuk menahan pekikannya. Air matanya seketika mengalir keluar.


Ia tidak menyangka kalau tante Risya dan om Danu bisa setega itu dengan kakak dan kakak ipar mereka, dengan orang tua Tiara.


Hanya demi harta mereka tega menghabisi nyawa kedua orang tuanya.


"Tapi dia keponakanku... Kita tidak perlu menyingkirkannya, Tiara akan selalu patuh padaku..." ujar tante Risya.


"Oohh jadi kamu masih berat dengan keponakanmu itu? Sekarang silahkan kamu pilih, aku atau keponakanmu itu?" tanya om Danu.


Jantung Tiara berdebar kencang, ia mendapati dirinya menunggu jawaban dari tante Risya, siapa yang akan dipilihnya? Tiara atau om Danu?


"Sudah pasti kamu..." jawab tante Risya.


Nafas Tiara kembali tercekat, bahkan tantenya sendiripun tidak berpihak padanya. Satu-satunya adik mamanya, yang Tiara sayangi seperti Tiara menyayangi mamanya.


"Bagus! Sampai aku bisa menyingkirkannya untuk selamanya, kau dan Dasha harus tetap mengingatnya, jangan bersikap kasar dulu pada Tiara! Ingat pesan terakhir Kenzou pada kita untuk tidak menyakiti Tiara lagi..." tegas om Danu dan tante Risya mengangguk.


Tiara kembali lagi ke masa kini, ia kembali menatap wajah Kenzou yang menggelap karena amarah.


"Aku akan memastikan mereka tersiksa di penjara!!" geramnya.


"Kak... Kamu sudah berhasil memenjarakan mereka, jadi sudahlah jangan menyiksa mereka lagi..."


"Ra... Kamu tahu saat kamu mengetahui rahasia mereka, hidupmu sebenarnya berada di dalam bahaya! Mereka bisa saja langsung menyewa seseorang untuk membunuhmu! Ya Tuhan Ra... Aku tidak dapat membayangkannya." keluh Kenzou.


"Seperti yang kakak lihat sekarang, aku masih hidup... Masih bisa bernafas... Jadi Kakak jangan mengkhawatirkan kejadian itu lagi..."


Kenzou menggelengkan kepalanya, "Bahkan hanya dengan membayangkan kamu tidak ada di dunia ini saja sudah membuatku sakit, Ra... Membuat aku takut. Dan dengan entengnya kamu memintaku untuk tidak mengkhawatirkanmu?!"


Melihat raut kesedihan di wajah Kenzou, membuat Tiara merasa bersalah,


"Maafkan aku... Aku terlalu menganggap remeh sesuatu yang kamu anggap berbahaya, Kak..." desahnya pelan sambil menundukkan kepalanya.


Kenzou meraih tangan Tiara sambil menatap penuh wanita yang ia cintai itu,


"Aku juga minta maaf, Ra... Karena aku terlalu terbawa emosi. I just can't live in a world... Where you are not in it!" ucapnya.


Tiara tersenyum lembut sebelum berkata, "Aku yang seharusnya minta maaf padamu, Kak... Dan sama, aku juga tidak akan bisa hidup tanpamu."


So sweet yaa mereka? Ayo votenya kencengin buat Babang Zou dan Neng Ara😁