
Sambil menggeram kesal, Kenzou memutar kerah kemeja om Danu, hingga ia tercekik kerah kemejanya sendiri.
"Kau tidak puas sudah membunuh kedua orang tuanya, dan sekarang kau juga mau membunuhnya!!! Mati adalah hukuman teringan untukmu!!!"
"Sa... Saya tidak membunuh orang tua Tiara... Mereka meninggal karena keracunan..." elak om Danu membela diri.
"Riel!! Berikan bukti-bukti yang kau dapatkan kepada para pengacara itu!!" seru Kenzou.
Ariel segera mengeluarkan kertas dari dalam tas kerjanya, dan menyerahkannya pada pengacara Kenzou dan juga pengacara Tiara.
Badan om Danu seketika bergetar hebat, terlihat jelas ia sedang merasa ketakutan. Pun demikian dengan tante Risya, wajahnya langsung pucat pasi.
"Ya Tuhan... Kalian jahat sekali!! Kalian bukan manusia kalian iblis!! Risya, tega kau melakukan itu pada kakak kandungmu sendiri?!!" geram Pak Seno, "Kau tahu kakakmu itu begitu menyayangimu!!" lanjutnya dengan nada kecewa.
"Menyayangiku apa? Dia hanya ingin menunjukkan kalau dia lebih sukses daripada aku... Dia lebih segala-galanya daripada aku!! Dia lebih cantik, lebih pintar, lebih bisa diandalkan kedua orang tuaku, hingga mereka terlalu fokus pada kakakku itu dan mengabaikanku!! Bahkan dia lebih pintar dalam memilih suami!! Elina lebih segala-galanya dibanding aku!!" teriak tante Risya.
"Kau membunuhnya karena iri? Apa kau sadar Risya ini sudah masuk ke dalam pasal pembunuhan berencana!!"
Lalu terdengar suara batuk om Danu, karena oksigen yang masuk ke dalam paru-parunya tersumbat akibat Kenzou mencengkram kencang kerah kemejanya.
"Tuntut mereka dengan pasal apapun!! Saya mau mereka mendapatkan hukuman penjara seumur hidup!!" perintah Kenzou sambil mendorong om Danu hingga terjengkang ke lantai.
Dengan kedua tangan dan lututnya, om Danu merangkak mendekat ke arah Kenzou lalu memeluk kakinya.
"Jangan lakukan itu, Nak Zou... Saya mohon kasihanilah kami... Ampuni kami demi Tiara, keponakanku itu pasti sedih melihat kami di penjara." pinta om Danu memelas.
Sambil menggeram kesal, Kenzou kembali mendorong om Danu,
"Kalian sudah menghilangkan nyawa kedua orang tuanya, juga menyiksanya setiap saat kalian kesal terhadapnya!! Dan sekarang kalian memintaku untuk mengampuni kalian demi Tiara?!! Apa kalian sehat?! Kalian benar-benar parasit tidak tahu malu!!!"
Om Danu mulai merangkak mendekati Kenzou lagi, tapi Kenzou langsung melangkah mundur,
"Tahan pria gila ini!!" serunya pada anak buahnya.
"Riel hubungi pihak berwajib sekarang juga, dan kalian...." Kenzou beralih menatap kedua pengacara itu,
"Mulai ajukan tuntutan pada mereka, dan segera kembalikan semua yang menjadi hak Tiara!!"
"Baik, Tuan..." jawab kedua pengacara itu bersamaan.
Kenzou kembali menatao asisten pribadinya,
"Siapkan beberapa tenaga ahli dari perusahaan kita untuk membantu memulihkan Tiara Corps, pecat siapapun yang terindikasi menjadi kaki tangan Om Danu, mulai seleksi lagi para karyawannya."
"Apa kita tetap akan melakukan audit?" tanya Ariel.
"Ya, kita akan menuntut Om Danu kalau sampai ia menyelewengkan dana perusahaan..."
"Maaf, Tuan... Apa Tuan memesan ambulance?" tanya petugas keamanan entah pada siapa, Kenzou atau om Danu, tapi Kenzou lah yang menjawabnya.
"Bukakan pagar, saya akan membawa Tiara ke rumah sakit!" serunya.
Setelah mengangguk, petugas keamanan itupun kembali bergegas keluar.
"Baik, Tuan."
Kenzou bergegas ke lantai atas, ke kamar Tiara. Gadis kecilnya itu belum juga sadar, ia masih terbuai di alam bawah sadarnya.
"Apa panasnya sudah turun?" tanya Kenzou khawatir, ia selalu merasa khawatir mengenai apapun tentang Tiara.
Dokter Sam menggelengkan kepalanya,
"Belum... Kita harus segera membawanya ke rumah sakit, Zou... Supaya Tiara mendapatkan penanganan yang tepat, dan kita akan segera tahu penyebab panas tingginya ini... Dari hasil tes darahlah baru saya bisa mengambil tindakan selanjutnya untuk membantu menurunkan panas tingginya ini, harus diberi anti virus atau antibiotik." jawab dokter Sam.
"Ambulance sudah datang... Kita bawa dia sekarang!" ujar Kenzou sambil membopong Tiara dan keluar dari kamarnya.
Kenzou merasa berat badan Tiara terlalu ringan, mungkin di bawah empat puluh lima kilo, pantas saja gadis kecilnya itu terlihat kurus sekali.
"Segera kabari saya kalau mereka sudah dijebloskan ke dalam penjara! Dan biarkan Dasha di dalam gudang! Pecat siapapun yang berani mengeluarkannya!" perintah Zou sambil terus jalan menuju ke mobil ambulance.
Kenzou merebahkan Tiara di atas ambulance stretcher, yang sudah diturunkan dari dalam mobil itu oleh petugas kesehatan, yang langsung mendorong stretcher itu masuk ke dalamnya setelah Tiara sudah berada di atasnya.
"Kau mau ikut ambulance atau mengendarai mobilmu sendiri Zou?" tanya dokter Sam.
"Tentu saja saya akan berada di dekat Tiara..." jawabnya sambil naik ke dalam ambulance.
Tangan Kenzou tidak pernah lepas dari tangan Tiara, dan matanya menatap sendu wajah tirus gadis kecilnya itu.
"Jahat sekali perbuatan mereka padamu, Ara... Mulai saat ini aku berjanji, aku akan selalu ada untukmu, aku akan selalu melindungimu... Dan aku akan mengatakan yang sebenarnya padamu." desah Kenzou.
Suaranya kalah kencang dengan suara sirine ambulance. Bahkan dokter Sam dan satu orang petugas kesehatan yang sama-sama berada di dalam ambulance itu tidak dapat mendengarnya, sementara satu petugas lagi duduk di depan di samping supir.
Kenzou masih terus menggenggam tangan Tiara, dan matanya tidak pernah lepas dari memandangi wajah pucat Tiara.
Ia membiarkan dokter Sam dan perawat itu melakukan apapun yang mereka harus lakukan pada Tiara, tanpa meminta Kenzou untuk menjauh dari Tiaa.
Mungkin mereka takut pada reaksi Kenzou kalau mereka memintanya menjauhi gadis kecilnya itu.
Dan mereka sudah mengambil keputusan tepat dengan tidak mengusik Kenzou, karena saat ini suasana hati Kenzou benar-benar sedang kacau.
Entah sudah berapa lama Kenzou terpaku seperti itu, sampai akhirnya ambulance terhenti di depan lobby rumah sakit.
Setelah pintu ambulance terbuka, dokter Sam turun terlebih dahulu, lalu disusul perawat yang langsung menarik turun ambulance stretcher Tiara, baru setelah itu Kenzou turun.
"Langsung saja bawa ke ruang presidential suites!!" perintah Kenzou pada mereka.
Kenzou terus melangkah di samping stretcher yang membawa Tiara, hingga mereka sampai di ruang presidential suites, kamar yang hanya dapat digunakan oleh keluarga Adipramana.
Dear Readers...
Untuk yang bertanya tentang novel Keanu... Ceritanya di gabung dengan novel Aliana yaa, bisa di baca mulai dari bab seratus dua puluh satu, terima kasih...
Happy reading and have a nice day😘