It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 60



Matahari makin menujukan wajahnya karena jam sudah menujukan pukul 07.20 pagi. Tapi Elroy masih berusaha memujuk Alana untuk mengganti dressnya dan ikut bersamanya ke kantor hari ini.


"Al.." Elroy memelas.


Pria itu meminta alana menganti dressnya. sudah berkali kali dengan wajah memelas dan menurut alana itu adalah hal yang paling lucu di muka bumi ini.


"Aku tidak akan kemana mana El. Itu hanya mimpi" Alana mencoba menyadarkan Elroy bahwa mimpi hanyalah bunga tidur.


Menurut Elroy, Alana mungkin satu satunya wanita paling keras kepala di muka bumi ini. Sekarang mereka sudah berada di teras mansion milik mereka. Karena dari tadi Alana sudah mendorong tubuh kekar Elroy untuk berjalan.


"Aku tidak akan ke kantor"


"El" Alana menatapnya dengan tatapan tajam.


"Jika tidak menganti dress sialan ini. Ku mohon ikutlah bersamaku... aku tak tenang meninggalkanmu sendirian hem" Elroy mencoba hingga titik terakhir kesabaranya.


Alana memutar bola matanya. Situasi ini pernah terjadi 'Dulu' saat pertama kali Elroy membawanya ke negara ini. Ketakutan tak beralasan Elroy membuat Alana sedikit bersusah payah menyebunyikan senyumnya.


"Oke aku akan meliburkan diri hari ini" Elroy menarik tangan alana untuk kembali memasuki pintu mansion.


"Aku akan memecatmu!!!" Alana menahan tangan kekar itu.


"Hell... memangnya siapa bos di sini nyonya?"


"Aku tidak berniat untuk punya suami pemalas! Tuan!"


"Al.. ku mohon mengertilah"


"El.. ku mohon mengertilah"


See.. sekarang Elroy benar benar sadar jodoh adalah kualitas diri. Lihat saja saat ini. Wanita ini benar benar duplikat dirinya.


"Oke... oke... bawa selalu ponsel kemana pun kau pergi!"


"Mytha akan bersama mu. Jangan lakukan apa pun selain berbaring di kasur"


"Jangan bergerak sedikitpun!"


Alana memutar bola matanya jengah. Apa sekarang Elroy berharap ia benar benar telah tiada?


"Sudah?"


"Belum"


"Aku lelah"


"Baiklah.. aku akan mengantarmu ke kamar sa-"


"NO!!!"


Supir yang berdiri di samping mobil elroy dan para pelayan sempat menghentikan pekerjaanya karena teriakan Alana. Ini bukan sesuatu yang aneh. Pertengkaran Kecil Elroy dan Alana menjadi hiburan tersendiri bagi mereka penghuni mansion mewah ini.


Elroy terlihat gemas dan mengusap kasar wajah Alana.


"Aku heran kenapa wanita sekecil ini bisa berteriak sekeras itu"


"Aku juga heran kenapa pria sebesar ini. Selalu malas untuk bekerja"


Malas berdebat lebih panjang. Elroy memilih mencium lembut bibir Alana dan berkahir dengan mencium lembut perut alana yang telah membesar.


πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘


Setelah pertemuan penting bersama Mr.Taka salah satu pengusaha sukses di jepang. Elroy berlari secepat yang ia bisa untuk menuju ruangan. Tatapan heran dari para karyawan juga tak ia pedulikan.


Memangnya sejak kapan Elroy memikirkan tanggapan orang lain?


Sesampai di ruangan maskulin yang masih di dominasi dengan warna putih, hitam dan kelabu. Elroy langsung mengambil ponsel yang tergeletak di atas meja kaca di ruangannya ini.


Di sana beberapa panggilan tak terjawab dari rekan bisnis dan beberapa nomor tak di kenal. Elroy mengabaikan semua itu.


Elroy langsung mencari layar telfon untuk segera menelfon seseorang.


My angel


'Alana'


Memangnya siapa lagi? Sejujurnya dari tadi ia merasa ada hal yang tidak beres entah itu karena mimpi semalam atau karena hal lain.


Di tolak!


Berkali kali Elroy menelfon tapi panggilan tetap di tolak oleh si pujaan hati.


"Shit!"


Jika di hitung dalam skala satu sampai sepuluh maka urutan kekesalan Elroy ada di nomor 4.


Elroy mengusap wajahnya kasar. Ia juga menelfon Mytha pelayan khusus yang hari ini menemani alana. Tapi setelah beberapa kali elroy mencoba memanggil tapi tak juga ada respon.


Sudah di pastikan kekesalan berada pada nomor 8, mengingat Elroy adalah satu satunya manusia yang memiliki kesabaran paling tipis di dunia.


"DI MANA ALANA..!!!" baru saja di angkat oleh yang di telfon Elroy telah menyemburkan amarahnya


Selamat pagi tuan- balas pria di line telfon terdengar lembut dan sopan. Mungkin baginya hal ini bukan hal yang baru. Bisa di bilang itu adalah makananya sehari hari. Dia adalah kepala pelayan di mansion Elroy


"Dimana Alana? Dia dari tadi tidak menjawab telfon dariku!"


Maaf tuan. Nona Alana sudah berangkat ke rumah sakit sekitar satu jam yang lalu. Nona alana akan melahir-


"Kenapa kau baru memberitahukanku sekarang berengsek!!!"


Elroy langsung membanting ponsel mahal itu ke lantai. Ponsel mewah itu terlihat tak berdaya dengan layar retak seribu.


Tanpa berfikir panjang elroy menyambar kunci mobilnya. Ia sempat mengabari seketarisnya untuk membatalkan seluruh kegiatanya hari ini.


Sudah bisa di pastikan hari ini adalah hari tersial bagi Elroy. Malamnya di mulai dengan mimpi yang sangat tak di inginkan oleh Elroy. Paginya di buka dengan berdebat dengan istri kesayanganya.


Dan sekarang di posisi gabungan kesal, marah, cemas, khawatir dan panik. Ia di hadang dengan kemacetan. Karena di depan mungkin ada kecelakaan.


Skala kekesalan Elroy kini berada pada angka 100. Jauh melewati batas sekala. Alat itu rusak! karena kemarahan Elroy tak akan bisa di ukur dengan alat apa pun.


Elroy keluar dari mobil dan melihat kedepan. Ada beberapa deret mobil yang menghalangi jalanya. Rupanya Elroy tak cukup sabar untuk menunggu semua masalah ini selesai.


Elroy menutup pintu mobilnya kasar. Berjalan melewati celah mobil yang berhenti. Dia sadar rumah sakit masih jauh dan dia butuh transportasi untuk itu.


Di perempatan di depan Elroy melihat seorang pria mudah dengan motor metic miliknya. Tanpa pikir panjang Elroy mendekati pria itu.


"Bisakah kau mengantarkanku ke rumah sakit de la santa creu"


Pria muda yang mengenakan hodie coklat itu terlihat bingung. Ia menilik Elroy. Sepertiny Elroy bukanlah orang yang bisa meminta bantuan dari orang sepertinya. Di lihat dari pakaianya saja sudah jelas Elroy adalah orang kaya.


"Tolong!!!"


Cuma Elroy yang bisa meminta pertolongan dengan nada seperti itu.


"Owh..." elroy melepaskan jam tanganya dan memberikan jam itu pada pria itu.


"Aku hanya bisa membayarmu dengan jam ini" Elroy memberikan jam tangan patek philipe jam yang hanya di rancang untuknya dengan harga US$24juta atau setara dengan Rp.319,2 miliar.


What the hell.. apa kau bercanda El?


"Ti... tidak perlu tuan" pria itu mendorong jam tangan itu dengan sopan. Ia tahu jam itu pasti mahal sekali.


"Aku pasti akan membayarmu. Tolong antarkan aku. Istriku akan melahirkan dan mobil ku terjebak di sana" elroy menujuk kearah jalan yang tak jauh dari sana.


"Dan hanya ini yang ku punya saat ini"


"Ini..." pria itu memberikan helm untuk di pakai Elroy. Elroy sedikit tak nyaman karena ini adalah pertama kalinya ia memakai helm dan menaiki sebuah motor metic.


"Kau yang membawa atau aku tuan?"


"Kau saja!"


Meski gugup pria itu mencoba tenang.


"Baiklah... naiklah tuan"


Setelah sampai di rumah sakit elroy langsung berlari untuk masuk ke dalam rumah sakit sebelum membuang helm itu. Sembarangan?


Ia tak berfikir hal lain Selain Alana.


Wah.. mungkin pria ini bukan ciptaan tuhan.. dimana sopan satunmu El!!!


Setelah sampai di depan pintu kamar rawat inap Alana. Pria dengan wajah tampan itu tercekat. Kakinya terasa berat untuk melangkah. Melihat pandangan di depanya ini cukup membuatnya menyesali seluruh perbuatan yang ia lakukan hari ini.


Ia benar benar hancur....


Ia benar benar menjadi pria paling bodoh di dunia...


Elroy terdiam mengamati kedua wanita yang ada di depanya saat ini.


Mytha yang duduk di kursi tak jauh dari ranjang Alana dengan ponsel di tangan dan Alana yang berdiri di samping ranjangnya juga melakukan hal yang sama.


Wajah Alana di hiasi dengan tawa dan sesekali mengarahkan Mytha untuk menyerang untuk memenangkan permainan game itu.


Sepertinya mereka sedang memain sebuah game online. Memang itu kebiasaan Alana akhir akhir ini.


Apa lagi Alana jauh dari kata akan melahirkan. Wanita dengan rambut di kuncir di atas itu tampak sangat sehat tanpa merasa sakit dengan infus yg ada tangan kanannya.


Sangat jauh dengan ekspersi yang di pasang keyra saat akan melahirkan maxim.


Elroy tersenyum menyadari kebodohannya karena di permainkan oleh masa lalu dan fikirkanya sendiri. Elroy di hantui pikiranya bahwa ia akan khilangan Alana untuk kedua kalinya. Takdir! Siapa yang bisa menjamin semua akan berjalan sesuai mau kita?


Seketika


Tiba tiba raut wajah Alana yang tadi tersenyum dan terus berkonsentrasi pada layar ponsel kini berubah seperti menahan sakit yang amat sangat. Lalu wanita itu menjongkok.


"Sakit lagi no.."


"APA INI CARA KAU MENJAGANYA SAAT AKU TIDAK ADA?!!!"


Dengan langkah lebar Elroy memasuki ruangan dan merampas ponsel mytha dengan angkuh menjatuhkannya asal di lantai.


Jika bukan di tahan oleh Alana mungkin mytha sudah mendapat tidak kekerasa dari seorang Elroy. Masih ingatkan Elroy bukanlah orang yang berbudi pekerti yang baik.


"El..." Alana sedikit meringis menahan sakit yang teramat sakit di pinggangnya.


Amarah Elroy seketika hilang ia melihat Alana yang berusaha berdiri dengan mengapai tangannya.


"Kau baik baik saja sayang?" Seketika nada bicara itu berubah menjadi sangat lembut.


"Aku baik bail saja El..."


Namun setelah mengatakan itu. Nada alana yang menahan sakit. Kini berubah seperti sedia kala. Dimana dia tidak merasakan apa apa.


Lalu seperti tidak memikirkan apa apa. Alana mengabaikan Elroy dan mengambil ponsel yang tadi ia jatuhkan di atas ranjang rumah sakit.


"Sial!!! Aku kalah!"


Namun seketika ponsel itu di rampas oleh Elroy. Alana sempat ingin protes tapi setelah melihat wajah Elroy yang di selimuti amarah Alana mengurungkam niatnya untuk berdebat.


Elroy menatapnya dengan tatapan meminta penjelasan.


"Aku baik baik saja El. Menurut prediksi dokter aku akan melahirkan paling cepat malam hari. Normalnya karena ini anak pertama kita"


Alana memilih duduk di atas ranjang dengan bantuan Elroy.


"Ini sangat sakit dan aku mengalihkannya dengan bermain game. Mytha.. aku yang memintanya untuk bermain bersamaku. Kau merusakan ponselnya" Alana memalingkan wajahnya ke arah jendela. Ia sedikit kesal dengan sikap Elroy yang sedikit susah untuk menghargai orang lain. Menurutnya Elroy kurang membudi dayakan bertanya.


"Aku akan mengantinya" Elroy menjawab dengan nada datar sedatar yang ia bisa.


Seketika Alana menoleh kearah Elroy dengan tatapan mematikan seolah mengatakan ___ are u kidding me?. Elroy mengernyit dan menghela nafas pasrah. Seolah ia mengerti dengan apa yang Alana inginkan.


"Baiklah aku akan meminta maaf padanya nanti" karena setelah kejadian tadi mytha langsung pamit meninggalkan ruangan.


"Sekarang apakah baik baik saja?"


"Ini sakit! tapi masih bisaku tahan"


"Maafkan aku"


"Ini memang sudah tugas wanita di seluruh dunia El"


"Jika saja kita bisa berganti tempat. Biar saja aku yang merasakan sakit itu" Elroy mengatakanya tulus. Ia terlihat begitu sedih, baginya tak ada yang lebih menyakitkan dari melihat istrinya menderita. Terlebih dialah penyebab utamanya.


Seketika hati Alana menghangat karena ucapan singkat Elroy. Wanita tak butuh apa pun selain perhatian dan pengertian dari pasangan. Benar bukan?


"Aku ikhlas..." Alana tersenyum simpul. Wanita itu terlihat sangat bahagia dan kecantikan terpancar dari wajahnya.


"Aku sangat menantikan mereka" Alana mengelus perutnya yang sudah membesar. Terdapat dua nyawa di dalam sana.


Alana melihat Elroy dalam dalam "Aku hanya ingin apa pun yang terjadi padaku. Kau harus terima mereka" seolah itu pesan khusus untuk si pujaan hati.


"Ku mohon jangan katakan itu sayang. Kita akan selalu bersama. Kau dan aku akan melihat mereka tumbuh besar bersama sayang.


Tiba tiba Alana merasakan sakit yang teramat hebat. Alana *** kemeja Elroy seolah untuk mengurangi rasa sakitnya.


"El... sakit"


"DOKTER!... " Elroy berkali menekan tombol kecil di samping ranjang.


"Tenang sayang... kau kuat..." kepanikan terpancar jelas di raut wajah pria ini.


Dokter dan beberapa perawat wanita datang. Satu perawat membimbing Alana untuk kembali berbaring di atas bad. Tiba tiba dunia Alana meredup ia kehilangan keseimbangan. Wanita itu jatuh kepelukan Elroy yang sedari tadi sigap memeluknya.


Mengetahui Alana sudah tak sadarkan diri. Dokter dan beberapa perawat yg tadi secepat mungkin mengambil langkah sigap.


"Mau apa kalian!" Bentak Elroy yang menolak permintaan para suster yang menyuruhnya untuk keluar.


"Maaf pak... izinkan kami melakukan tindakan pada nyonya Alana. Tuan mohon tunggu di luar" balas suster mudah itu dengan sopan


"T..tap istriku butuh aku... ku mohon"


"Dokter akan melakukan tindakan tuan ini darurat"


Elroy menunggu di luar ruangan. Raganya memang di sana tapi jiwanya sudah di pasti kini bersama alana. Ketakutan mulai menyerang fikiran Elroy.


Seorang perawat meminta Elroy untuk menandatangi surat persetujuan pembedahan. Ini di karenakan untuk menyelamatkan kedua bayi dan ibunya. Kondisi Alana yang melemah dan Alana mengandung dua bayi kembar yang sedikit sulit untuk di lakukan secara normal.


BERSAMBUNG


Anaknya mau di selamatin?


Atau Alananya?


Atau anak dan ibunya?


Kalo iya nama baby twinz siapa?


kalo gak ay kasi nama suparman dan suherman yak 🀣🀣😘😘😘


Bantu ay πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Ay mau nnya ni...


kalian suka story ini karena


A. foto cast


B. cerita bikin kalian cinta foto cast


silahkan pilih A ato B 😭


mau nnya dong yang baca dari kota mana aja??