It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 49



Malam ini Elroy dan Alana langsung terbang ke madrid mengingat masa cuti Elroy telah habis. Pria berahang kokoh dan mata hazel itu harus cepat menuntaskan pekerjaanya untuk fokus pada pernikahanya dengan seorang wanita yang sangat ia cintai.


Well... cinta tak butuh alasan bukan? Bahkan kita pun tak bisa memilih pada siapa hati kita berlabuh. Benar wanita yang kini tidur di ranjang jet pribadi Elroy bukanlah wanita sekelas dengannya.


Tapi siapa yang peduli itu? Bagi Elroy hanya Alana yang mampu membuatnya tak pernah memanggil wanita hanya untuk kebutuhan biologisnya.


Alana terlihat mengucek matanya. Petanda gadis itu sudah bangun. Alana tersenyum saat mendapati apa yang dia cari. Ya pria yang kini berbaring di sampingnya adalah si tampan Elroy.


"Apa kau tidak tidur?"


Elroy berbaring menghadap Alana "Jawabanya ada di pertanyaanmu" dari pada menjawab kata 'Tidak' Elroy lebih memilih menjawab panjang lebar dan tak di temukan jawaban di kalimat itu.


Tanpa bertanya pun sebenarnya Alana tahu. Pasalnya mata hazel itu terus menatap kearahnya. Tapi ayolah, apa pria ini tak bisa romantis sedikit pun?


Seperti harapan banyak wanita.


Alana akui bahwa sikap peduli Elroy akan muncul saat hati Alana sedang konslet pria ini bisa sangat sangat romantis. Apa dia harus menangis dulu untuk mendapatkan sikap lembut Elroy?


Alana memilih diam dari pada harus berdebat dengan pria di sampingnya. Sepertinya pria itu larut dalam lamunanya atau terpesona akan kecantikan Alana, Ck! itu pikirannya dan biarkan dia asal dia senang.


Memori Alana berputar saat bertemu dengan keyra tadi. Wanita itu lebih cantik bila terlihat dari dekat. Seandainya Alana memiliki kecantikan seperti Keyra tentu saja semua pria akan bertekuk lutut padanya.


Belum lagi dengan sifatnya. Ya bagi Alana keyra adalah jelmaan sosok seorang dewi. Bahkan kecantikan dan sifatnya mampu membuat para dewi merasa tersaingi.


"Wah kau sangat cantik Alana. Benar benar menakjubkan. Kenapa kau mau dengan pria sepetinya" suara lembut Keyra menghancurkan segala kegundahan Alana.


"Sayang ...Jika kita mengatakan di sini aku yakin, Elroy akan di tangkap polisi. Dia pedofil sejati sayang" sambung Kenzo. Benar Alana berusia 19 tahun dan Elroy 30 tahun. Wah Alana seperti menjadi calon istri om om. Tapi jika omnya setampan Elroy, siapa yang peduli?


"Sial. Apa kau lupa Alana dan keyra hanya beda dua tahun. Jangan mengoda wanitaku. Kau tak tahu? sejak tadi dia sudah hampir menangis! Karena otak di atas kepalanya saling begulat" Elroy berkata dengan wajah khasnya datar dan tanpa dosa.


Shit pria ini benar benar membuat Alana menghilangkan rasa cintanya seketika. Bahkan saat ini alana sanggup melindas tubuh Elroy dengan truk besar.


"Kenapa sayang?" Suara lembut keyra lagi lagi menenangkan Alana. Keyra begitu menyayangi alana. Bahkan sikap keibuan dari gadis itu terpancar jelas.


"Dia takut kau membencinya, dan memperlakukannya se---" perkataan Elroy terputus saat Alana dengan kuat menyikut perut sispack Elroy.


Sedangkan zayn dan kenzo hanya terkekeh geli. Saat ada wanita bar bar yang mampu membuat Elroy bertekuk lutut. Sedangkan keyra cukup kaget mendapati sosok wanita sperti Alana


"Wah kau benar wanita yang keren" puji keyra pada alana.


"Apa kau akan belajar padanya untuk menghajarku sayang"


"Jika itu perlu" kata Alana dan Keyra berbarengan dan mereka tertawa berasama.


Memori Alana buyar saat merasa tangan kokoh melingar di atas perut datarnya dan deru nafas hangat terasa di lehernya. Ya saat ini elroy merapatkan tubuhnya untuk tidur di samping Alana.


"Aku lelah. Biarkan aku tidur dengan nyaman" bisik Elroy yang sudah sedari tadi menutup matanya.


Shit! Sekarang siapa yang menganggu siapa?


🍁🍁🍁


Sore ini Alana duduk di taman penthouse Elroy dengan mengunakan kaos putih kebesaran dan seperti biasa, rambutnya di cepol keatas.


mereka kini telah lebih akrab sejak pernikahan keyra dan kenzo yang di selengarakan seminggu yang lalu, bahkan pernikahan itu di sebut sebut pernikahan terspektakuler di dunia.


Bagaimana tidak? Saat pernikahan dengan budget fantastis itu mengoncang dunia dengan konser masal musisi ternama hollywood.


Bukan tanpa sebab Alana berada di penthouse saat ini. Ini sudah 3 hari mereka berada disana. Alana memaksa elroy untuk tinggal di penthouse, pasalnya tinggal di mansion bisa membuatnya gila.


Dengan rumah sebesar itu Alana hanya di suruh untuk bersantai dan beberapa maid hanya bisa bersikap kaku denganya. Dan Elroy juga bahkan juga tak punya waktu untuknya. Pasalnya pria itu menyelesaikan pekerjaanya untuk bisa fokus pada pernikahan mereka.


Lebih baik ia berada di penthouse. Walaupun sama sama terkurung setidaknya dia bisa menikamati udara laut dengan hamparan laut yang membentang luas dan keindahan kota madrid dari atas gedung pencakar langit itu.


Tiba tiba bel berbunyi. Sebenarnya Alana malas sekali untuk berjalan membuka pintu tapi sepertinya bel itu tak kenal lelah untuk berbunyi. Yes mau tak mau alana harus keluar zona nyamanya.


Tanpa melihat siapa yang datang Alana langsung membuka pintu. Terlihat seorang wanita cantik ralat! Sangat cantik maksudnya, mendorong tubuh Alana dengan telunjuk dan dengan tatapan merendah.


"Mana El?" Kata wanita dengan baju jauh dari kata cukup. Ya pakaian itu seperti kekurangan bahan. Wanita itu masuk kedalam mengabaikan Alana. Mata hijau wanita itu menyapu sekelilingnya dengan membelakangi Alana.


"Siapa kau?" Tanya Alana yang telah sadar dari kekagumanya.


Wanita itu terlihat mengernyit dan membalikan tubuhnya menatap Alana "seharusnya aku yang menanyakan itu padamu, bukankah ini sudah lewat dari waktu seorang pelayan pulang?"


Shit! Apa berbie berjalan ini sedang merendahkannya? Ya jika di liat memang Alana jauh kalah cantik darinya.


"Kau siapa" Alana mulai tak suka. Alana sedang mengontrol emosinya untuk tidak memaki wanita di depanya. Ya sedikit banyak Alana sudah ternodai oleh sikap brengsek Elroy


"Apa kau pelayan baru? Aku akan mengatakan pada El untuk memecatmu"


Alana memutar matanya jengah dan bersedekap sebagai sikap ia benar benar tak suka pada wanita ini


"Terserah! Kau siapa?"


"Aku? Ev! Kau?"


Perkataan wanita itu sukses membuatnya membeku. Alana tak menyangka apa yang ia takuti akan datang.


Ev?


Mengingat bagaimana El mencintai wanita ini pasti membuat El memilihnya dan membatalkan penikahan mereka. Demi tuhan benak Alana seperti di penuhi rasa sesak saat mengetahui kenyataan itu.


Ev yang sedari tadi mencoba menyadarkan Alana dari lamunannya seperti menyerah. Dan memilih meninggalkan Alana. Karena apa yang ia cari pada tempat itu tidak ada.


Alana menyandarkan tububnya di dinding dengan sesekali menyentuh dadanya yang terasa sesak. Sungguh ia benar benar takut kehilangan Elroy Saat ini.


Bukan karena hartanya tapi karena ia benar benar mencintai pria itu. Walaupun pria itu sering membuatnya kesal bahkan Alana sering berfikir untuk menguburnya hidup hidup.


Tapi sungguh kali ini Alana benar benar merasa sesak di dadanya. Tanpa sadar alana menitikkan air mata. Pertanda bahwa mulutnya tak sanggup mengatakan apa yang sedang terjadi pada hatinya. Dan air mata mengambil alih perannya.


Bersambung...


wkwkwk ayo tunjukan bakat menghujat kalian para readrs yang budiman 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣


mohon pelan2 ay ini wanita rapuh dan lemah 🤣