
Setelah Alana menutup telfon sepihak, Elroy hanya bisa terkekeh geli di sebuah restoran yang mempelihatkan keindahan kota Madrid. pria tampan itu lagi-lagi mencoba menelfon gadisnya. Walaupun hampir setiap hari menganggu Alana sepertinya rasa rindu itu tak tertahankan lagi.
Hallo!!! bentak Alana dari sambungan telfon. Suara itu terdengar benar -benar sedang marah.
"Oh aku jadi merindukanmu jika kau marah-marah seperti itu sayang" kata elroy tekekeh geli.
Sudahlah El, jangan membuatku gila, aku mengantuk ini sudah larut malam. Besok aku masuk sift pagi Tuan Elroy yang terhormat!
"Wah padahal aku tidak mengantuk, disini matahari masih unjuk gigi sayang" ucap Elroy mengoda Alana namun setelah mengucapkan itu pria tampab itu sedikit menjauhkan ponselnya dari indra pendengarnya. Elroy tahu sebentar lagi ada bom yang akan meledak. Ia melirik jam tanganya. Sudah jam 7 sore di Madrid tentu di Indonesia sudah larut malam.
Apa kau tak bisa berfikir? Kau dimana dan aku dimana?!. Disini sudah jam 12 malam El. Aku benar-benar akan membunuhmu jika kau ada di sini sekarang!!!. Teriakan Alana dari sambungan telfon.
"Oke oke, Like a tigress, Kau mengatakan untuk meyakinkan hatikukan? Oke, kebebasanmu telah berakhir. Mau atau tidak kau harus menjadi miliku" Elroy mengatakan tanpa ada raut bercanda di wajahnya
"Apa kau gila?! Hey kau tidak ---"
Sial pria tampan tanpa otak ini mematikan telfon Alana secara sepihak.
Apa dia memang di ciptakan untuk menjadi manusia paling menyebalkan dimuka bumi ini. Alana benar-benar harus mencari cara untuk pergi darinya. Harus!,
"aku tak ingin akhir dari hidupku menjadi santapan singa tanpa bisa melawan"
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Gadis berpakaian casual itu berjalan sedikit tergesa-gesa dan sesekali menoleh kebelakang. Langkah kakiknya yang tadi setengah berlari kini mulai memelan. dia sedikit kehabisan nafas karena dari tadi berlari dari tempatnya bekerja.
menghindari para bodyguart yang selama satu bulan ini menjaganya. Lalu lintas juga tampak lengang karena jam menunjukan angka dua. ya, pasti orang masih sibuk dengan aktifitasnya.
"Hu...hu... capek banget, ternyata lari dari mereka tidak sesulit yang aku kira" ucap Alana sembari mengatur nafas.
Alana melarikan diri dari para bodyguartnya yang memang di bayar Elroy untuk mengawasinya dari mobil di depan swalayan. Saat sudah menerima uang gajinya ia merubah penampilanya dan keluar dari swalayan jadi para bodyguart itu tak akan mengenalinya.
"Huft sekarang aku harus mencari kost dan pekerjaan baru. Jika aku masih disana. Bisa-bisa aku kembali dalam perangkap pria yang menyebalkan itu" Alana kembali mempercepat langkahnya. Ia tak membawa apa pun selain baju dua pasang dan uang gaji dua bulan ini yang belum ia pakai.
Alana tak menyadari bahwa ada mobil hitam yang dari kejauhan, diam-diam memperhatikanya.
"Sepertinya benar ia mencoba kabur dari para bodyguart bodoh itu" kata seorang pria di balik kemudi mobil dengan jaket kulit yang membuatnya semakin tampan.
Pria disampingnya terlihat mngernyit "sepertinya, Bisa bisanya bodyguart itu tertipu oleh wanita ini, apa kita harus melapor pada bos?"
"Menurut mu?"
Pria yang berada di belakang terlihat merongoh ponsel dan menelfon seseorang. "Kalian terlalu banyak berfikir" katanya seraya mengarahkan ponsel kesebelah telinga.
"Hallo bos, nona itu spertinya mencoba melarikan diri"
Bagaimana bisa?!
"Sepertinya ia mencoba mengklabuhi penjaga itu dengan menjadi pembeli di swalayan. Kami memantau dari pelacak, dan kami menemukanya dan jarak mereka sangat jauh"
Sial, bawa dia padaku, aku akan mengatur jadwal penerbangan secepatnya. semua kartu identitasnya ada di apartemen, dan jangan sampai dia terluka. Sedikit saja dia terluka. Kalian akan menerima akibatnya. Bentak pria dari sambungan telfon.
"Baik bos" kata pria itu dengan mematikan telfon.
"Bagaimana?" Tanya pria di balik kemudi dengan masih setia memegang stir mobil.
"Kita harus membawanya ke Madrid hari ini. Dan dia tidak boleh terluka atau nyawa dan jasad kita akan terpisah" keluh pria yang tadi menelfon Elroy, wajahnya tampak lesu. seperti tak memiliki lagi gairah hidup.
"Bagaimana bisa? Bila kita bicara baik-baik apa dia mau mendengarkannya?. Huh berurusan dengan wanitanya Bilionaire itu membuatku ingin cepat cepat bertobat"
"Tuhan punya cara untuk menganggjat derajat seseorang"
Mobil yang di naiki pria bertubuh kekar itu melaju mendekati Alana. Alana tak menyadari jika dari tadi ada mobil yang memperhatikanya. Ia terus berjalan dengan memegang erat tasnya.
Saat mendengar ada orang yang berlari. Alana menoleh dan melihat ada dua orang pria bertubuh tegap berlari mendekatinya. Ia mengernyit heran karena tak mengenali kedua pria. Alana berubah panik saat kedua kedua pria itu menerkam dan membekap tubuh Alana.
Alana mencoba berteriak namun usahanya sia-sia. Karena ia meronta dengan kuat ternyata tas yang tadi bertengger di lenganya jatuh. pria bertubuh tegap itu memasukan tubuh gadis cantik itu ke dalam mobil, dan kemudian mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi.
"Lepasin aku, brengsek" pekik Alana sekuat tenaga, memberi perlawanan sebisanya.
"Just shut up!" kata pria yang mencekal Alana.
"Dasar ********. Lepaskan aku. Aku tidak punya uang dan tidak perawan jadi kau takan mendapatkan apa apa dengan menculiku ********" pekik Alana lagi, jangan tanya lagi dimana letak kekesalan Alana, jika saja tanganya tak di tahan sudah pasti ia menghajar pria ini,
Alana sama sekali tidak takut. Baginya lebih baik mati dari pada harus ikut mereka. Pasti ujung- ujungnya akan jadi ******.
Ketiga pria itu mengernyit sebab tak begitu paham bahasa indonesia.
"Dont be so noisy and stop throwing tantrum on me" Bentak pria itu dengan sedikit keras, hingga Alana sedikit terkejut.
Alana yakin pasti manusia keparat itu tak mengerti bahasanya. sebab dari tadi ia hanya memakai bahasa inggris, bersyukurlah karena Alana bisa berbahasa inggris.
"Kenapa kau menculiku?"
"Perintah"
"Siapa" kata Alana begitu penasaran. siapa yang terobsesi pada dirinya?
"Diamlah, aku takan menyakitimu. Jika aku menyakitimu sama aja aku mengatarkan nyawaku pada malaikat maut. Jadi ku mohon bekerja samalah, nona!" Ucap pria itu penuh harap.
"Ck, dasar b*jingan jelek, k*parat, b*ngsat sialan! kau kira siapa yang mau bersahabat dengan orang yang menculiknya" kata Alana dengan bahasa indonesia, sepertinya segala umpatan itu terlalu baik bila harus di sandingkan dengan hatinya yang kesal ini.
"Jangan berlindung di balik bahasamu, Nona" peringatan pria yang menyetir mobil.
"Terserah aku, memangnya apa urusanmu?! huh?, Lepaskan aku atau aku akan mendengang bokongmu saat nanti aku sudah bebas ya"
"Lepaskan aku br*ngsek sialan. Kau kira aku mau ikut dengan kalian!" kini Alana kembali berontak dan berteriak.
"matilah kalian, aku berdoa pada Tuhan agar kalian semua kekal di neraka!!! aku membenci kalian semua"
Pria itu saling memberi kode dan satu pria lainya membekap hidung Alana dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.
"Aku membenci---"
TBC
🤣🤣🤣🤣 jan minta di culik, please 🤣🤣🤣
No siders i love it. Spam coment
Thanks banget buat yang udah mau vote. Tulungin juga coment spamnya ya bebe 🤣
Biar kek novel novel lain 🤣
#penulisgaktaudiri