It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 45



"Akh.. pahit sekali" Alana menjulurkan lidah, dan memejamkan matanya seolah menetralkan rasa alkohol yang sudah menyebar dengan leluasa di dalam rongga mulutnya.


"manis" perkata Alana berganti setelah beberapa detik, ia mencoba menimbang-nimbang rasa yang tercetak di lidahnya.


"Tapi rasanya seperti api, ini minumankan?" Alana mengangkat gelas itu kedepan wajahnya. Dengan menilik-nilik cairan yang tersisa pada gelas itu.


"Kalau bukan minuman kenapa ada gelas disini?" Lalu matanya kembali melihat meja yang sedari tadi bertengger botol hijau.


Alana kembali menuangkan cairan hijau itu kedalam gelasnya. Walaupun dia merasa kepalanya agak berat. Tapi, ada rasa aneh yang mendorongnya untuk kembali menyesap minuman itu.


Apakah ini rasanya mabuk? jika iya, Alana heran Bagaimana bisa dia mabuk dengan hanya gelas sekecil itu sedangkan ia sering melihat orang di klub minum berbotol-botol alkohol dengan santainya


"Akhhh..." kembali Alana merasakan sensasi aneh menjalar dalam rongga mulutnya.


"Enak" Alana menganggukan kepalanya seolah mengatakan bahwa minuman itu benar-benar lezat untuk di nikmati.


"Tapi, rasanya kepalaku pusing sekali" kata Alana dengan meletakan gelas itu di atas meja Dan menyentuh kepalanya, menahan sensasi baru sedang menyerbu.


"Apa ini yang dinamakan mabuk?" Kedua tangan Alana menekan kepalanya untuk mengurangi rasa aneh di bagian kepalanya,


"Ah mana mungkin! uk... Ini baru dua gelas uk.." kini gadis itu mulai cekukan dan duduknya tak setegap tadi.


Alana benar-benar mabuk saat ini, ia tersenyum tak jelas Dengan mata setengah tertutup.


Wajar jika ia mabuk. Bagaimana tidak? saat yang ia minum adalah Absinte yang memilik kandungan alkohol empat puluh lima hingga tujuh puluh lima persen.


Bahkan dengan kandunganya yang tinggi minuman ini sempat di larang di beberapa Negara. Namun saat ini minuman ini kembali di perbolehkan, hanya untuk para peminum kelas berat.


Bukanya menyudahi Alana kembali mengapai gelas untuk kembali menuangkan cairan itu, untung saja gelas itu terjatuh ke karpet bulu yang ada di lantai.


Alana terkekeh seolah apa yang baru saja terjadi benar-benar lucu. gadis cantik itu mencoba berdiri untuk mengapai gelas di seberang meja. Namun ia merasa tubuhnya sangat ringan dan melayang sampai ia kembali jatuh ke sofa.


Alana menatap langit-langit kamar tapi semuanya berbayang dan berputar. Walaupun beberapa kali ia mencoba memejamkan matanya semuanya tetap sama, terlalu berbayang dan tak menetap.


Sampai terdengar suara pintu utama kamar di buka. Pria itu masuk dengan melepaskan sepatunya.  Dengan mata mengedar keseluruh ruangan untuk mencari pujaan hatinya.


"Alana" Ucap Elroy ketika tak menemukan Alana di atas ranjangnya.


Pria itu kembali masuk ke ruang santai dan ia melihat Alana yang tergeletak tak berdaya di sofa. Awalnya ia sedikit khawatir sampai matanya tertuju pada botol alkohol yang terbuka di atas meja.


Elroy hanya mengeleng melihat Alana dan botol itu secara bergantian. Beruntung Alana hanya meneguk sedikit dari minuman itu karena jika banyak sudah di pastikan malam ini Alana harus di larikan kerumah sakit. Karena alkohol dengan kadar tinggi bagi para pemula sangat di larang.


Elroy berjalan mendekati Alana yang tersenyum dengan mata tertutup dan sesekali cekukan mendominasi tubuhnya.


Elroy akui bahwa Alana benar-benar cantik apa lagi saat ini. Senyum sempurna dan kedua pipi yang merona. bahkan Elroy tak menyangka bahwa kejadian 'itu' membawa mereka sampai ketitik ini.


Elroy melihat wajah Alana terus dan berjongkok di tepi sofa sejajar dengan dada Alana. Lalu tangan kokohnya Mengenepikan rambut halus yang menutupi wajah cantik Alana.


"kau selalu membuat masalah Al" ucapnya lirih


Elroy terlihat mengecek tanda tanda vital Alana karena Elroy harus memastikan Alana sekedar mabuk atau bisa jadi wanita itu keracunan alkohol. mengingat alkohol yang di minum gadis cantik itu saat ini berkadar tinggi walaupun hanya sedikit.


Elroy menghela nafa lega saat ia merasa aman. Elroy meletakan tangan kirinya di bawah leher Alana dan tangan kanan di bawah lutut. Ketika pria tampaj itu akan mengangkat tubuh Alana, dan seketika berhenti saat Alana membuka matanya dan menangkup wajah Elroy dengan kedua tangannya.


"Uk... kau sudah datang?" Alana kembali tersenyum dan menekan kedua pipi Elroy, dan memberikan cubitan ringgan disana.


"Kau siapa ya?"


"Oh kau? Pria tampan yang brengsek, jika saja kau tidak memperkosaku pasti sekarang aku tidak sedang bersamamukan? Iyakan?" Ucap Alana lalu kembali di hiasi cekukan


"Kenapa kau selalu bersikap semaumu? Ha!"


"Kenapa kau membuatku tak bisa meninggalkan pria brengsek sepertimu? Ha!"


"Dasar beruang kutub, bedebah, ******** tampan"


"Aku mencintaimu ********" kalimat-kalimat racauan dominan tak terlalu jelas tapi cukup di mengerti oleh Elroy.


Kata-kata itu cukup membuat hati elroy tertohok keras. Pasalnya Alana mengucapkannya dengan lancar dan dalam keadaan mabuk, tapi kalimat terakhir Alana membuat hati Elroy yang tadinya sakit kini mulai menghangat.


Setidaknya saat ini Alana benar-benar mencintainya.


"Uk.. El kenapa wajahmu begitu jelek? Wajahmu banyak sekali, ini satu, dua" kata Alana dengan racaunya.


Elroy hanya melihat wajah Alana dengan tatapan datar dan tanpa banyak bicara, Elroy mengangkat tubuh Alana untuk menuju ranjang di sebelah ruangan ini..


merebahkan tubuh itu di atas ranjangnya. Karena tidak mungkin Alana di bawa ke kamarnya. Elroy pun tak bisa meninggalkan Alana tidur sendiri malam ini. Mana mungkin ia meninggalkan seseorang yang sedang mabuk tidur sendiri.


Elroy melepaskan sepatu dan baju Alana secara perlahan. Bukan untuk melakukan hal buruk. pria itu hanya ingin Alana tidur nyaman malam ini.


Pasalnya pakaian yang Alana pakai hari ini sedikit ketat. Walaupun pria itu harus setengah mati menahan hasratnya untuk tidak segera menerkam kulit putih nan kenyal milik kekasihnya ini.


Saat Elroy menutup tubuh Alana dengan selimut. Alana menahan tangan Elroy dan mata yang sedari tadi tertutup kini terbuka. Elroy duduk di sisi ranjang dan merapikan selimut menutup tubuh Alana.


"Kenapa kau sangat tampan El?"


" Kenapa semua wanita menatapmu?"


" Aku mau kau bikin tato namaku di wajah ini" Ucap Alana dengan wajah serius lalu mata itu kembali terpejam seolah ia tadi sedang mengigau.


Elroy hanya tersenyum, mematikan lampu nakas dan memilih beranjak meninggalkan Alana. Tapi pergerakanya lagi-lagi terhenti saat Aalana membuka kembali selimutnya.


"El.. tubuhku panas!!!" rengek Alana. Sampai Alana menurunkan tali branya sendiri.


Elroy yang sempat berjarak beberapa meter dari Alana langsung bergegas  menahan tangan Alana. Sebelum ia melihat sesuatu yang sangat ia inginkan.


"Lain kali jangan meminum alkohol. Apa lagi minum dengan pria lain. Demi tuhan kau menyiksaku Al!!!" ujar Elroy dengan nada sedikit frustasi di akhir kalimat.


Mendapat sedikit bentakan dari Elroy membuat Alana mengeleng dan memeluk tubuh Elroy. Dengan kondisinya yang hampir *****. Sungguh itu adalah penyiksaan yang sangat mengerikan bagi Erloy. Berkali kali pria itu mengusap wajahnya dengan kasar.


"Kenapa dadamu berdetak sangat cepat?" Tanya Alana dengan entengnya. Seolah ia sedang menanyakan kondisi cuaca hari ini dengan segelas teh hangat di tanganya.


Tapi tidak bagi Elroy. Pria itu mati-matian menahan sesuatu. Seolah jika salah melangkah ia akan jatuh ke dalam jurang dengan buaya menanti di bawah sana.


Karena apa pun yang Alana kata tadi Itu sama saja dengan gadis cantik ini mengoda Elroy secara tidak sadar.


"Aahh. panas sekali!" Alana medorong tangan Elroy di bahunya dan mengigit bibir bawahnya.


Seperti kehilangan kesadaranya Dengan cepat Elroy mencium bibir Alana. Ciuman yang menuntun meminta pertanggung jawaban lebih atas situasi ini. Sampai suara desahan Alana menghentikan ciuman itu.


"Damn, aku tak bisa menahanya lagi al" Elroy terlihat mengumpat dengan kasar dan ia segera beranjak.


Elroy membuka kaosnya dan membuangnya sembarangan. Pria itu kembali merunduk dan mencium bibir Alana dengan kasar dan merebahkan tubuh Alana yang hampir ***** itu ke ranjang.


"Kamu membuatku tak punya pilihan" Elroy frustasi.


Elroy mencium bibir Alana untuk menuntut sesuatu yang lebih, bisa di katakan bahwa Alana harus bertanggung jawab karena bermain dengan pria yang sangat menginginkanya. Elroy benar-benar tak bisa menahannya lagi. pria tampan itu bisa bersabar menahan untuk tak menyakiti Alana dengan cara seperti ini tapi benteng itu hancur seketika. Tidak munafik bahwa pria bertubuh tinggi itu merindukan tubuh Alana.


Ketika saat ini Alana mengodanya seperti saat ini. Walaupun Elroy tahu betul situasi ini salah. Tapi jika pria tak bereaksi saat ini dengan kondisi seperti ini tentu kejantanya perlu di pertanyakan. Bukan?


"Ugh" Alana mengerang dalam ciuman Elroy.


Alana turut larut dalam ciuman Yang di berikan pria tampan iti mengingat ia sedang dalam kondisi mabuk. Alana turut membalas kecupan Elroy walaupun bisa di katakan sangat amatir. perlahan tapi pasti tangan Alana mengalungkan di atas leher Elroy yang sedang asyik mencumbunya dengan hebat.


Mendengar erangan Alana, Elroy yang memejamkan matanya seraya menikmati setiap cumbuanya pada Alana hanya bisa menyungingkan senyum nakal. bisakah kita fikirkan kekecewaan Alana besok saja?


Elroy semakin memangsa Alana untuk sesuatu yang lebih. Pasalnya ada sesuatu yang mendesak dari dalam tubuhnya. Elroy melepaskan pangutanya dan mencium pipi Alana. Bukannya berhenti kini cumbuan itu turun ke leher putih Alana. Menyusupkan wajahnya dan mencuri wangi tubuh Alana.


Dengan satu tangan kini berperan aktif untuk meremas satu bongkahan. Dan bibir masih aktif membrikan tanda cinta.


"El" kata alana dengan mata tertutup dan menikmati setiap cumbuan Elroy.


"Sebut namaku sayang" ucap Elroy dengan nada serak. Benar pria itu telah di kuasai gairah yang sangat hebat.


"Aku ingin" Alana menaikan dadanya dengan mata terpejam seolah sedang menunggu sesuatu yang lebih


"Kau ingin apa sayang?" Tanya Elroy dengan seringai nakalnya.


Bersambung...


wkwkwkwkwkw


Ciee nungguin.. wkwkww plis jgn timpuk ay


Di skip??


Gak dskip 🤣🤣🤣?


ayo mana suaranya 🤣🤣🤣🤣 dari 300 yang like masa yang komen 20 🤣 ayo dong tunjukan skil mngetikmu 🤣 .


Makasih udah baca 😗😗😗😗😗😗



suka g tega liat yang tampan diem.. bawaanya pen meluk 🤣🤣



waktu si akang masi soleha.. belum di coret2 itu kulit 🤣



Bg jangan tatap dede kalo g mau di culik ke KUA 🤣🤣




bisa bayangin siapa aja yg syg kalo ga suka ama si Rafael a.k.a Elroy . bayangin ay jadi alana juga gpp ay ikhlas lahir batin centah..


ay nyari cast berdasarkan karakter ya centah 😂 bukan cma tmpan.. jdi kamu bisa byngin sp aja kecuali V 🤣 suami sah ay skrg ganti jdi jgan bayangin dia 😂😂😂


gigi ay kering 🤣 kalo baca komen kalian suka ketawa2 sndiri 🤣🤣