It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 25



Alana mencoba menenangkan jantungnya. Ia berusaha bersikap biasa saja. Saat Alana memasuki ruang makan terlihat seorang pria yang selalu ada di mimpinya. tiba tiba kakinya terasa kaku. Matanya terbelalak, kakinya tiba tiba lemas dan menjatuhkan vas bunga yang di sampingnya. Suara pecahan vas itu membuat semua mata terarah padanya.



Zayn yang melihat Alana sedikit mengenyit, dengan masih memegang gelas cofenya. Mendapati tatapan itu membuat Alana malah salah tingkah Alana melirik ke arah Elroy yang juga terlihat bingung melihat tingkah Alana. Pria itu sedang duduk di tepi jendela.



Elroy berdiri dan berjalan mendekati alana dengan memasukan tangan kiri kedalam saku celana. Menarik alana supaya tak terluka karena pecahan vas bunga. Erloy terlihat memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan vas bunga.


"Kau baik baik saja?" Kata elroy. Alana hanya mengangguk tapi matanya terus menatap zayn.


"A...apakah dia Zayn" kata alana sedikit berjinjit dan berbisik tepat di sebelah telinga elroy. Mengingat bagaimana tingginya tubuh elroy.


"Ya" Elroy juga melirik kearah zayn karena sedikit bingung.


"Zayn orlandokan? Kenapa dia disini?" bisik Alana lagi. Elroy mendengar pun mengenyit tak tahu harus menjawab apa.


"Hey kau kenapa ada disini?" Elroy malah bertanya pada zayn.


Alana yang merasa malu langsung mencubit perut Elroy sampai pria itu meringis. Zayn hanya tersenyum penuh makna. Ya dia tahu betul siapa gadis yang sedang berdiri di sebelah Elroy. Karena tak ada manusia pun yang berani bersikap seperti itu pada elroy.


"Kau tanyakan saja sendiri padanya" kata Elroy sedikit kesal.


Alana yang terlihat kesal menarik elroy, agar sedikit jauh dari zayn."Kau... bagaimana bisa artis terkenal seperti dia berada di rumahmu" sementara Elroy terlihat bingung dengan pertanyaan itu.


"Kau kenapa? Apakah salah dia ada disini?"


"Kau tahu dia penyanyi yang sedang bersinar. Bagaimana bisa dia ada disini? Maksudku bagaimana kau bisa mengenalinya" kata alana masih berbisik tapi tatapanya bertanya pada elroy penuh semangat.


"Kau mengaguminya?"


"Jawab dulu pertanyaaku"


"Kau suka padanya" tanya Elroy dengan nada tak suka.


Hell... Elroy benar benar bingung pada jalan fikiran Alana. Dia seperti sangat menganggumi Zayn padahal pria yang berdiri di depanya ini jauh lebih kaya dari pada Zayn. Bahkan Elroy tak pernah bermipi untuk menjadi tukang nyanyi seperti Zayn.


"Demi Tuhan, semua wanita di muka bumi ini pasti mengaguminya. Aku fans beratnya el" kata alana dengan wajah yang bahagia.


"Apa kau menyukainya lebih dari pada kau menyukaiku?"


"Hm aku fansnya, dan kau? Aku tak tahu apa hubungan kita" kata alana lirih di akhir kalimat.


"Apa aku harus menyadarkanmu lagi?" elroy menatapan tajam dan mengurung alana di tembok dengan tubuhnya.


"Hey apa yang sedang kalian lakukan?" zayn yang kini berdiri tak jauh dari alana dan elroy. Elroy hanya bersikap datar sedangkan alana menjadi salah tingkah.


"Dia suka padamu!" kata elroy datar, sedangkan alana yang merasa malu dan takjub memilih memegangi pingang elroy dan bersembunyi di belakang tubuh kekar elroy. Elroy hanya mengernyit dengan tingkah baru alana.


"Wah.. aku merasa tersanjung el. Wanita mu menyukaiku" kata zayn dengan senyuman khasnya.


Alana sesekali mengintip dan terpesona dengan senyuman itu. Apakah ini mimpi? Alana menepuk pipinya sendiri tak percaya. Bahkan gadis itu itu sampai tak sadarkan diri. Beruntung dengan sigap Elroy menangkap tubuh alana. Dan membawanya keruang keluarga.


"Damn, apa ini? Apa pengaruhmu begitu besar baginya!!" Elroy sedikit mengumpat dan membopong tubuh alana membawa gadis itu kesofa.


"Kau lupa bahwa aku superstar? Ini hal biasa yang ku temukan" zayn sekarang duduk di sofa tak jauh dari alana dan elroy.


"Itu hal biasa el. Bahkan ada yang lebih aneh dari dia"


"Ya"Ā  Pria itu terlihat sedikit cemas dan menaruh bantal untuk menyangah kepala alana. Dengan sesekali mengelus pipi alana dengan tatapan yang tak pernah teralih sedetik pun.


"Bagaimana dia bisa disini?" Kata zayn penasaran


"Aku membawanya. Lebih tepatnya aku menculiknya" Elroy duduk di sebelah tubuh alana.


Sementara zayn hanya mengeleng dan tersenyum. Ya kenzo dan elroy adalah spesies yang sama, orang yang terlalu ambisius. Orang yang akan menghalalkan segala cara. Apa pun yang mereka inginkan harus mereka dapatkan walaupun dengan cara yang tidak masuk akal.


Detik terus berjalan berganti menit dan menit terus berganti dengan hitungan jam, sudah setengah jam alana belum sadarkan diri. Elroy masih setia menatap alana dengan menggenggam tangan alana. Tiba tiba saja ada pergerakan dari alana. Alana menyentuh kepalanya yang sedikit pusing.


"El"


"Kau baik baik saja? Kita kedokter sekarang?" Kata elroy yang masih terlihat cemas.


"Aku tidak apa apa. Aku hanya bermimpi aneh" kata alana yang mencoba bangkit untuk mendudukan dirinya di sofa. Tentu dengan di bantu oleh elroy.


"Apa yang kau mimpikan?"


"Entahlah. Hanya hal konyol. Aku bermimpi zayn orlando ada disini tadi. Benar benar tidak masuk akal"alana sedikit tersenyum, menceritakan bertapa konyolnya mimpi itu.


"Apa zayn yang kau maksud adalah aku?" kata zayn yang memang sudah dari alana tak sadarkan diri duduk di sofa singel itu.


Alana tercekat saat melihat zayn dari jarak dekat. Elroy menarik alana dalam pelukanya.


"Apa dia nyata" Alana menatap elroy.


"Iya. Kenapa sayang?" Kata elroy yang juga melirik zayn.


"Aku .. tidak bermimpikan?" Alana menatap menatap zayn.


Zayn dan elroy mengangguk bersamaan. Tanpa elroy dan zayn sadari alana bergerak secepat kilat dan menubruk tubuh zayn yang sedang terduduk di sofa. Tentu elroy mengeram dan mengepalkan tanganya. Namun zayn yang terkejut berusaha tenang dan memberi isyarat pada elroy untuk tenang. Bahwa ini bukan pertama kalinya bagi zayn mendapatkan perlakuan seperti itu dari para fans.


Alana memeluk zayn erat dan menangis tak percaya akan ini semua. Bagaimana prasaanmu bila kau bertemu dengan idolamu. Bukan artis indonesia melainkan artis internasional. Wah... apa lagi pria setampan zayn. Tangan kanan zayn trus memberi isyarat pada elroy untuk tenang. Sedangkan tangan kirinya membalasa pelukan alana.


Elroy yang sudah tidak bisa sabar lagi berdehem dengan keras "hem" dan deheman itu sukses membuat alana mendapatkan kewarasanya. Alana berdiri dan menunduk malu. Matanya juga melirik elroy yang kini berdiri di sampaingnya


Kau sudah seperti ****** lana.. kau benar benar sperti ******.rutuk alana dalam hatinya.


"Maaf" kata alana pelan tak tahu pada siapa kata maaf itu. Yg jelas alana benar benar terlihat menyesal. Kini zayn berdiri dan tersenyum manis pada alana. Zayn menarik dagu alana untuk menatapanya. Perlakuan zayn sangat manis.


"Tidak masalah, benar begitu el" zayn menatap elroy dengan tatapan pringatan.


"Terserahlah" balas elroy malas berdebat ia lebih memilih menarik alana dalam pelukanya.


"Kau makanlah dulu. Aku tak ingin kau pingsan lagi. Dan jangan terlalu dekat dengan zayn.. dia gay" Elroy membawa Alana keruang makan.


Sementara zayn hanya menatap kesal pada punggung elroy dan alana. Gay? Bahkan zayn mampu membuat alana mengandung anaknya.


Ck! Jika saja zayn mau mati muda saat ini.


"Makanlah.. jangan pikirkan apa pun. Apa lagi dia"kata elroy dengan kata kata bossy tapi dengan nada yang sangat lembut. Dan mencuri ciuman di dahi alana.


Alana Tak bisa berfikir waras untuk hari ini. Terlalu bnyak keajaiban yang ia alami hari ini. Kelembutan elroy dan berjumpa secara langsung pada idolanya. Semoga ini bukan hari terakhir dia hidup.


tbc


responya dong.. gmn 🤣🤣