It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 58



Hueekk...hueekk


Elroy langsung membuka pintu kamar mandi yang ternyata tak di kunci. Terlihat Alana sedang memuntahkan cairan bening ke kuningan ke dalam westafel.


Elroy berjalan mendekati Alana, setengah membungkuk dan meraup rambut panjang Alana agar tak terkena muntahan, lalu tangan kirinya memijat pelan tekuk Alana perlahan.


Alana yang menyadari kehadiran Elroy berusaha untuk menolaknya masih dengan memaksa keluar muntahanya. Yang sungguh menyakitkan.


"Pergi El! Hueek aku sangat menjijikan"


Suara lemah itu terdengar sangat tidak menginginkan kehadiran Elroy saat ini


"It's oke " tentu Elroy tak keberatan dengan apa pun kondisi Alana. Memangnya pria mana yang tega meninggalkan istrinya dalam kondisi seperti ini.


"Ku mohon El! Keluar, aku.."


"Tidak ada yang menjijikan al?" Bantah elroy dengan nada lembut.


Tangan kiri Elroy mengambil alih untuk memegangi keseluruhan rambut Alana, lalu tangan kanannya menyentuh tangan kanan alana yang sedari tadi mencoba untuk mendorongnya keluar.


"Aku mencintaimu, tak ada yang menjijikan di sini Al"


Kata kata itu mungkin sangat tak cocok untuk situasi ini, tapi siapa sangka kata kata itu seperti obat ampuh untuk Alana.


Alana yang sedikit tenang kini menekan keran air dan mencuci bibirnya dari sisa muntahan.


"Apa sekarang sudah lebih baik, sayang" ucap Elroy lembut di barengin dengan senyuman tulus di bibirnya. Dan itu terlihat jelas di kaca. Saat ini Alana juga sedang melihat kaca yang sama.


Alana yang menatap Elroy hanya bisa diam dan langung berhambur kedalam pelukan pria tampan yang kini berstatus sebagai suaminya.


Elroy menghela nafas pelan, sebenarnya ia merasa kesal karena pekerjaanya, dia jadi tak mengetahui istrinya dalam kondisi tidak baik.


"Kenapa kau selalu mengatakan kau baik baik saja sayang?" Ucap Elroy yang mengelus pelan rambut Alana yang masih memeluk dada bidangnya.


Alana menompang tubuhnya di atas tubuh kekar Elroy pasalnya ia benar benar lemah sekarang. Elroy sedikit meringis ketika menyadari tubuh Alana yang melemah, Sedikit menghawatirkan.


Apakah sesulit ini saat trismester pertama? Elroy merutuki dirinya karena beberapa hari ini dia tak menyadari tubuh istrinya yang mulai mengurus hanya perutnya yang memulai membesar.


Lalu Elroy mengendong Alana untuk masuk kembali kedalam kamar dan mendudukan wanita itu di atas ranjang.


"Kau harus makan malam sayang? Walaupun sekarang sudah hampir pagi" ucap elroy yang sedikit membuat lelucon karena dia sebenarnya begitu khawatir oleh wajah pucat alana.


Aku mengharapakan dia hadir. Tapi aku tak tega melihatmu kesakitan seperti ini. Haruskah kita... Batin Elroy.


"Aaaa" elroy memasukan satu suap sup ayam dan nasi kedalam mulut alana.


"Ini enak" kata Alana senang dengan melahap makanan itu.


"Iya aku membuatnya dengan resep indonesia. Aku sadar kau pasti merindukan negaramu sayang" ucap Elroy mengelus pipi alana dengan lembut.


Alana langsung duduk di atas pangkuan elroy dan memeluk pria itu dengan manja. Elroy menyadari dari tadi Alana berubah sangat manja. Dan itu sedikit membuatnya terkekeh geli.


Bagaimana tidak? Duplikat nenek sihir ini bisa bersikap manis. Dan elroy sangat senang karena kehadiran buah hati mereka, alana bisa bersikap manja padanya.


Ia yakin anak itu adalah anaknya. Memangnya anak siapa lagi! Bodoh . Namun senyumanya hilang saat mendengar suara isakan di dadanya dan itu berasal dari iatrinya ya g kini memeluknya.


"Sayang kau kenapa?" Ucap Elroy sedikit panik. Buru buru ia meletakan piring makanan itu ke atas nakas.


"Aku lapar"


Spontan Elroy yang tadinya khawatir. Seketika mengeleng menanggapi tingkah baru istrinya. Ia teringat saat keyra yang menangisi zayn dengan alasan yang tak masuk akal. Pada saat itu keyra sedang mengandung maxim.


Apalagi di dalam perut Alana saat ini ada dua orang bayi. Jadi tidak menutup kemungkinan bahwa Alana akan lebih manja dari keyra.


Elroy mengendong Alana untuk duduk sedikit menjauh di depanya, agar Elroy mudah untuk menyupainya.


"El.. apa kau mencintaiku?"


"Tentu" jawab Elroy yang kini sedang menyuapi alana.


"Kenapa?"


"Apa tidak ada pertanyaan lain al?" Ucap elroy sedikit tegas dan kembali ingin menyuapi alana.


Tapi Alana malah mengelengkan kepalanya dan menutup bibirnya dengan tangan. Persis seperti anak kecil yang menolak untuk memakan makanannya.


"Baiklah" Elroy mengalah. Mengabaikan pertanyaan Alana bukan perkara baik. Apa lagi wanita itu dalam kondisi hamil bayi kembar.


Elroy kembali menaruh piring yang tadi di atas nakas dan memberikan Alana air mineral.


"Aku tak tahu rahasia tuhan. Yang jelas aku mencintaimu. Aku tak perlu alasan untuk itu. Kau membuatku nyawan dan bahagia, kau sadar atau tidak kau berhasil mencuri hatiku" Ucap Elroy tulus dengan menangkup kedua pipi alana dan menatapnya lekat.


"Lalu kau kenapa menerimaku?" Elroy balik menanyakan hal yang membuatkan penasaran. Sebenarnya ia tahu jelas bahwa pertanyaanya tak pantas. Mengingat bagaimana ia menculik dan memenjarakan Alana.


"Siapa yang akan menolak pria kaya dan tampan?" Ucap Alana sekenanya tentu saja jujur. Benar begitu bukan? Jika ada wanita yang menolak pria normal, baik, tampan dan mapan mungkin kepalanya harus di cek.


PLETAK!!!


"Apa tak ada yang lain? Aku serius al. Tampan dan kekayayaan itu tak abadi. Apa kau akan meninggalkanku jika aku tak punya semua itu"


"Ck! Memangnya bisa? Permisi tuan! Kau lupa jika dulu aku memintamu untuk membebaskan aku"


"Hmm. Mungkin akan. Karena tujuan ku memenjarakanmu adalah untuk membuatmu bahagia. Jika aku tak mampu lagi aku akan melepaskanmu"


"Memangnya kau pikir bahagia hanya tentang harta? Ku kira kau pintar ternyata kau tak sejenius yang ku pikirkan. Aku lebih memilih kau miskin tapi tetap setia padaku. Dari pada kaya tapi kau menjadi brengsek. Aku telah masuk perangkapmu tuan"


"Perangkap yang manis bukan?"


"Ck! Kau terlalu percaya diri tuan"


"Cheese in the trap. Karena jujur di awal aku sangat membencimu tapi perangkap yang kau buat sungguh nikmat. Sampai aku lupa apa itu rasa benci. Si yo estoy loco por ti apakah boleh?" (Jika aku tergila gila padamu?)


"Te amo mas que nada al, te amo mas que mi vida" ucap elroy bersemangat dan langsung memeluk tubuh mungil Alana.


Alana langsung berhamburan kembali dalam pelukan Elroy. Menangis sejadi jadinya di dalam pelukan Elroy. Bahkan Alana sendiri merutuki dirinya kenapa ia bisa secengeng ini sekarang.


Oh hormon sialan. Tolonglah.


"Hey kau kenapa al?" Hari ini entah berapa kali ia harus merasa khawatir dengan sikap istrinya.


Jujur Elroy lebih menyukai alana yang bersikap manja dan harus menerima amukan singa betina itu. Tapi kenapa sekarang alana lebih suka sekali menangis. Ia benci air mata apa lagi iu berasal dari orang yang paling ia cintai


"Hem aku tak mengerti apa artinya itu" ucap alana yang masih terisak.


Jujur Elroy ingin meledakan tawanya saat ini juga. Tapi mengingat raut sedih di wajah alana ia berusaha mati matian menahan tawanya.


"Aku mencintaimu lebih dari apa pun al. Aku mencintamu lebih dari hidupku" Elroy tersenyum tipis dan kembali memeluk istri kecilnya ini.


Hati elroy benar benar bahagia saat ini. Tingkah konyol alana yang membuat dadanya kembali hangat. Mungkin saat ini dan seterusnya hanya Alana yang mampu membuatnya berubah. Membuatnya tau apa itu arti mencintai, merasa di cintai.


Semoga tuhan selalu berbaik hati untuk terus memberikan kebahagaian pada mereka.


to be continiued 😘


wkwkw mo ay tamatin ama sini aja ato lanjot? 🤣 lan udh bahagiakan.. udah aja yakn. 🤣🤣🤣🤣🤣🤣


kita skrg di ujung ini 🤣🤣🤣🤣 pdhal enak loh kalo lngsung ay up 3 chapter lgi.. tpu g tau suka aja ay liat komenya 🤣 ngakak guling2 gemes2