It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 46



Cumbuan Elroy kembali memanas seolah malam ini memang tercipta hanya untuk mereka berdua. Elroy kehilangan akal sehatnya, Rindu dan nafsu kini bertumupuk menjadi satu mengelabuhi fikiran semu.


Sebenarnya Elroy ingin melakukan ini saat malam pertama mereka, setelah menikah tentunya. Hanya saja situasi kali ini sangat darurat. Dan Elroy memilih mengenepikan akal sehatnya.


Walaupun dalam keadaan tidak sadar Alana dapat merasakan, dia merasa sesuatu yang beda pada tubuhnya. Mendapati sentuhan dari Elroy mampu membuat gadis itu melayang dan menginginkan sesuatu yang lebih.


Jika dalam kondisi sadar mungkin wajah tampan Elroy akan mendapatkan tamparan maha dahsyat. Tapi nyatanya saat ini Alana hanya meminta Elroy mempertanggung jawabkan situasi ini.


Dengan melanjutkan sesuatu yang tertunda.


"El" kata Alana dengan tatapan sayu. Seakan meminta sesuatu yang lebih.


Elroy memilih diam tak melakukan apa-apa. Keterdiaman Elroy membuat Alana merengek pelan karena kehilangan sentuhan di tubuhnya, Sedangkan Elroy lagi-lagi tersenyum memperhatikan Alana.


"Katakan apa yang kau inginkan sayang?"


"El"


"Apa?" Kata Elroy berpura-pura tak mengerti.


"Seperti tadi"


"Seperti apa cantik?"


"Aku menginginkan dirimu hik" kata Alana yang masih dalam pengaruh alkohol


Alana sangat menikmati rasa asing ini. Elroy kembali menghentikan ciumanya.


"Aku mencintaimu al. Maafkan aku karena sekali lagi kita melakukanya tanpa persetujuanmu" jika tidak salah dengar ada nada ragu di sana.


Elroy kembali mencium bibir Alana dan memangut dengan buas. Dalam ciuman panas dan penuh gairah. saat itulah Elroy menyatukan tubuh mereka membuat Alana melenguh keras.


Deru nafas cepat saling bersahutan di dalam kamar yang kini berubah memanas meski di luar udara sangat dingin. Elroy berguling di sebelah Alana dan menutup tubuh mereka dengan selimut tebal.


"Maafkan aku" kata Elroy seraya menarik tubuh Alana untuk masuk dalam pelukanya.


Bahkan saat ini pun Elroy tak ingin melepaskan Alana. Baginya Alana sekarang menjadi candu untuknya.


"Maaf karena lagi-lagi menyentuhmu dengan cara seperti ini" Elroy mencium rambut belakang Alana. Karena posisi Alana kali ini membelakangi tubuhnya


"Aku telah memilikimu seuntuhnya. Dulu aku hanya memiliki tubuhmu, kini aku memiliki keduanya. Semoga anak kita kembali hadir disini sayang" tangan kokoh itu kembali mengusap lembut perut Alana yang tertutupi selimut putih


"Sebentar lagi kau akan resmi menjadi nyonya Mclan Al. Aku mencintaimu"


🍁🍁🍁


Alana mengeliat untuk merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena tidur panjangnya. Mungkin sekarang yang di rasakan Alana adalah tubuhnya retak seribu, seperti habis berkerja semalaman. Belum lagi kepalanya yang terasa sedikit berat.


Alana meraba tempat tidur samping. Oh syukurlah ia tidur sendirian. Alana bergelung kembali di dalam selimut. Menyadari selangkangannya yang sedikit perih dan sepertinya tubuhnya langsung bersentuhan langsung dengan selimut.


Juga  bahunya yang terasa dingin karena langsung terkena terpaan pendingin ruangan seperti ia tak memakai apa pun di bawah selimut tebal ini.


Alana membuka matanya melihat sekujur tubuhnya di bawah bulu mata lentik itu. Sontak ia terkejut dan mencoba mendudukan tubuhnya sendiri dengan menahan rasa perih di bagian selangkanganya.


Alana mengintip di balik selimut. Damn! Benar saja!


Dia tidak menggunakan apa pun di bawah selimut. Lebih cepat dari kedipan matanya Alana menutup kembali tubuhnya.


Alana mencoba mengingat apa yang telah terjadi. Sial! Ia tak bisa mengingat apa pun. Belum lagi tatapanya jatuh pada bekas merah di atas payudaranya.


Kejadian ini terasa tidak asing!


"Agh kepalaku pusing sekali" kata alana dengan memijit kepalanya sendiri, dan mengucek matanya.


"Apa yang terjadi?" Ucap alana lirih, Mencoba menetralkan sisa mabuk semalam, benar dia mabuk lalu ini?


Alana frustasi ia memukul kepalanya sendiri dan mengerjap beberapa kali.


"Apa yang telah ku lakukan?" Suara Alana naik satu oktaf untuk meratapi ke sialan ini.



"Kau memperkosaku dengan kasar"


Suara bariton itu menarik perhatian Alana. Wanita itu menoleh ke arah utara kamar. Disana tersedia balkon kamar dengan meja dan kursi kayu.


Seorang pria yang sebelumnya menikmati kopi dan membaca buku itu, kini menatapnya dengan tatapan datar. Sepertinya kalimat tadi itu adalah kalimat penyemangat untuk menjalankan hidup.


Pria dengan dengan rahang kokoh dan di tumbuhin jambang itu terlihat tampan dan segar. Sepertinya ia baru selesai mandi. Karena rambutnya yang rapi itu masih terlihat basah.


Jika wajah Elroy datar seperti biasanya. Maka wajah alana adalah sebaliknya. Ia melotot kearah Elroy seolah ingin menerkam dan memakan pria itu hidup hidup


"TIDAK MUNGKIN!" suara cempreng Alana mulai memguasai udara di kamar. Karena kondisi volume suara alana kali ini pada batas maksimal


Elroy terkekeh geli melihat reaksi wanita yang kini kalau berada di dalam komik, wanita itu full dengan api. Pria itu menaruh buku di tangannya dan berjalan mendekati Alana


"kita bercinta sayang. Karena aku mencintaimu dan kau mencintaiku, bukan?"


Seharusnya Alana marah. Karena situasi ini adalah salah. Tapi yang terjadi Wajah alana sedikit memerah, ada hal lain yang ada di dalam dirinya terasa hangat.


Oke ini bukan waktunya untuk baper, ayo marah Alana.


Namun lagi lagi ego menendang perasaanya. Alana kesal karena kejadian ini dan Elroy terlihat sangat santai. apalagi mendengar bahwa dia? What? memperkosa pria bertubuh kekar di depanya.


Apa itu masuk akal?


"Jelaskan bagaimana bisa aku memperkosamu?" Tantang alana. Oke Alana tidak ingat lalu Kita lihat bagaimana cara elroy berbohong.


"Jangan melotot, mata mu bisa jatuh al" elroy mendorong kening alana dengan jari telujuknya. Saat ia sudah berada dan duduk sisi ranjang alana yang lain. Berhadapan dengan wanita yang Elroy yakini sekarang berada dalam mode ganas.


"Kau mabuk, kau mengodaku saat aku ingin kembali ke kamarmu kau malah mnyeretku keranjang, dan kau memperkosaku" jelas Elroy dengan lancar dengan ekspresi sulit di tebak


"Ck!" Alana membuang muka 


"Kau sangat pintar berbohong"


"Lalu apa yang kau ingat??" Tantang Elroy, tentu saja bagi Elroy memojokan orang bukan hal yang sulit. Berdebat dan menjatuhkan orang lain adalah keahliannya. Pengusaha, Elroy mendalami karakter itu


Alana terdiam, benar ia tak mengingat apa pun. sekeras apa pun alana mencoba, hasilnya nihil. Dan Elroy terkekeh geli melihat ke bungkaman Alana.


"See? Kau bahkan tak mengingatnya. Apa kau mencoba untuk lari dari tanggung jawab setelah memperkosaku al?" Jelas saja Elroy tengah menyindirnya


What? Pertanyaan macam itu. Laki laki ini lagi lagi sukses membuat Alana bungkam.


"Kenapa kau tidak menolak??" Alana kembali mencoba melawan Elroy


"Aku tidak mabuk, Aku hanya minum 1 gelas, bahkan X minum 1 botol ia bersikap biasa" bantah alana.


"Jika kau minum setengah botol saja, ku jamin kau akan berada di bawah tanah sekarang"


Elroy menjulurkan tangannya dan meraup wajah alana dengan telapak tanganya.


"Kau payah dalam alkohol. Yang kau minum itu adalah alkohol dengan kadar paling tinggi al"


" Tentu saja kau mabuk bahkan jika kau hanya mencicipinya" jelas elroy panjang lebar dengan terus memajukan wajahnya kearah alana.


"Ka..au mau apa??"


Ternyata elroy mengambil jubah mandi yang di atas nakas dan langsung menutupi bahu ***** alana.  Alana sedikit terkejut mendapati perlakuan Elroy itu.


Apa benar dia yang memperkosa Elroy? Karena sikap pria itu sekarang jauh dari kata mesum


"Tutup tubuhmu jika tidak aku pastikan kita akan  mengulang hal itu lagi" Elroy mengedipkan matanya untuk menggoda Alana


"Apa itu benar??"


"Apa?"


"Aku memperkosamu?" Tanya Alana dengan suara lirih tapi tentu tetap terdengar oleh Elroy mengingat jarak mereka yang begitu dekat.


"Tentu!"


"saat aku masuk kamar.kau sudah berdiri di depan pintu kamar dan langsung memeluku. Mencium bibirku dengan kasar, menyeretku ke ranjang. Mendorongku dan membuka bajuku, aku masih sangat ingat saat kau menindihku dan---" buru buru Alana menutup bibir Elroy dengan telapak tangannya.


Bagaimana bisa pria ini menceritakan hal sedetil itu.


Alana benar benar malu mendapati dirinya seperti seorang ******.


Elroy hanya tersenyum geli, bagaimana tidak? Jika Alana terlihat percaya dengan karangan erotis versi Elroy.


Oh al kenapa kau begitu lugu.


"Bersiaplah. Kau punya waktu 30 menit 15 detik" Elroy beranjak meninggalkan alana dengan mengusap kepalanya.


"Apa kau harus menghitung detiknya juga el?!" Tanya alana tak percaya


"Jangan pernah spelekan waktu. Waktu takan pernah terulang? Cepat! jakarta newyork bukan jarak yang sebentar al" ucap pria itu tanpa menatap alana. Elroy berjalan memasukan kedua tanganya kesaku sebelum menghilang di balik pintu itu.


TBC


Ay seneng banget karena kedatangan ay di Noveltoon terbilang di respon cukup baik. secara ay ini penulis amatir narasi brantakan dialoge gaje tapi ay bakal belajar terus kok biar buat tulisan bagus, tunggu aja.. maafkan jika ay yang kehaluanya merajalela terus menyukai kehidupan dongeng putri 🤣🤣


mulai update Remember Me 26 09 2019 sampe sekarang ay datang bawa Elroy. kalo besok ay datang bawa Dokter Lauro masi ada yang nemenin ay gak ya??