It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 41



Air mata alana seketika runtuh, ia tak sanggup menerima kenyataan bahwa pria yang berada di atas ranjang itu adalah elroy. Rasa sesak menghujam dada alana.


Penyesalan datang bertubi tubi padanya.


Apa harus sesakit ini perpisahan mereka?


Apa harus sesingkat ini perjalanan cinta mereka?


Sebelum jenazah itu lebih jauh meninggalkannya. Alana berlari kearah ranjang itu untuk menahan para perawat yang sedang mendorong bed pasien itu.


Sofia yang berdiri jauh di belakang alana juga tak kuasa menahan tangisnya. Ia juga hancur melihat hidup sahabat barunya yang jauh dari kata bahagia.


Ketika Ia ingin berlari menenangkan alana tapi langkahnya  terhenti saat seorang pria berjas hitam memeluk tubuh mungil sofia.


Pria itu adalah Xavier tunangan sofia. Wanita itu menangis dalam pelukan Xavier seolah memberitahu bahwa elroy kini telah tiada. Xavier sendiri terlihat habis menangis karena matanya sembab.


Tapi mulut xavier seolah terkunci dan pria itu terlihat mengeleng. Seraya terus berusaha menenangkan sofia. Sofia melirik ke arah evan yang berdiri tak jauh di depanya. Masi dengan wajah datar, dan mata itu terus menatap alana yang kini hampir sampai di bed pasien.


Alana histeris, ia tak bisa menerima takdir tuhan yang satu ini. Ia memeluk jasad yang tertutup kain putih itu. Tubuh alana bergetar menahan rasa sakit bercampur sesak di tubuhnya.


Demi tuhan! Membayangkan hari ini saja alana tak bersedia. Apa lagi di tambah dengan menerima ini sebagai kenyataan.


Ia menangis dan terus meraung di atas tubuh jasad kosong tanpa jiwa itu. siapa pun pasti akan terenyuh melihat adengan memilukan yang terjadi disana. 


"El, ku mohon bangunlah. Jangan tinggalkan aku" alana menolak kenyataan itu. Ia berusaha mengoyangkan jasad itu berharap usahanya akan membuahkan hasil, dan pria itu bisa bangun tapi semua usahanya nihil, Lalu meletakan kepalanya di dada pria itu.


"Aku mencintaimu el!"


"bagunlah ku mohon"


"Aku harus bagai mana El? Ku mohon tolong aku!" Air mata dan isakan menjadi kesatuan yang pasti.


"AKU MOHON!!!" pekik alana mengema di rumah sakit. Lauro mencoba menarik tubuh alana. Ia bermaksud untuk menyadarkan alana.


"Lepaskan aku!" Alana menepis tangan lauro dengan kasar, lalu ia kembali memeluk jasad itu.


"El ku mohon bangunlah" alana terus memohon. Seolah permohonanya akan membangunkan jazad itu.


"Al DENGARKAN AKU!!!" Bentak lauro dengan menarik alana dengan keras sampai alana melepaskan jasad itu.


"Kau dokterkan?" Alana merapatkan kedua tanganya untuk memohon seolah sekarang posisi Lauro sejajar dengan tuhan "ku mohon bangunkan elroy, ku mohon akan ku lakukan apa pun. kalau bisa gantikan dengan nyawaku saja, ku mohon selamatkan kekasihku" kini alana  memohon dengan bertekuk lutut di depan lauro.


Jelas semua mata tertuju pada gadis itu, semua yang melihat pasti jelas terenyuh. Bahkan para perawat pria dan wanita yang melihatnya  ada yang meneteskan air mata.


Lauro menghela nafas  pelan lalu melirik Evan dan Xavier yang menatapnya dengan tatapan sulit di artikan.


"Kenapa kau diam? Ku mohon L"  alana yang masih terisak dan memegang celana bahan lauro.


Sepasang mata indah juga menatap kejadian itu dari awal kejadian. Pria itu menatap alana yang begitu hancur saat melihat alana kehilangan dirinya.


"Hiks... el.. ku mohon!" Alana menunduk dengan air mata terus mengucur deras. Meratapi penyesalanya.


Takdir memang kejam. Apa saat terakhir kebersamaan mereka harus di hiasi dengan perang dingin?


Aku menyesal


sampai sebuah tangan kokoh terulur padanya. Mata alana menangkap tangan kokoh itu dan menyusuri tangan sampai menemukan wajah si empunya tangan.


Pria itu terlihat bersusah payah berdiri dengan tangan kanan yang bertumpu dengan tongkat. Kepala dan pipi yang di hiasi perban. Alana mengenali dengan jelas siapa pria itu.


ELROY!


Alana berdiri dan dengan cepat menerjang tubuh Pria itu dengan pelukanya. Dan tentu saja tindakan ekstrim alana itu membuat elroy sedikit meringis dan mencoba tetap menahan serangan manis dari alana. mengingat kakinya yang cedera akibat kecelakaan yang di alaminya beberapa jam yang lalu.


"Kau kembali el?"


"Terimakasih kau kembali el"


"Aku mencintaimu el. Maafkan aku"  kata alana sekilas lalu kembali memeluk tubuh elroy dengan erat.


Seolah jika di lepaskan sebentar saja. Ia takut elroy akan pergi jauh meninggalkannya.


Elroy terlihat tersenyum menanggapi pernyataan alana, tangan kirinya memeluk alana dan tangan kanannya dengan setia memegang tongkat.


Elroy mengecup kepala alana dengan sayang. Sedangkan Lauro tampak memberi isyarat pada para perawat untuk membawa jenazah yang di rengekan alana itu pergi.


Mungkin semua yang terenyuh dengan adegan memilukan itu tadi kini kebingungan. Bagaimana dengan cepat seorang wanita berganti pria?


"Aku masih disini sayang, aku takkan meninggalkanmu" bisik elroy di tepi telinga alana. Dengan tangan terus mengelus rambut halus wanitanya.


Alana melepaskan pelukanya. Dan menatap wajah tampan elroy. Alana memukul dada bidang elroy pelan tapi beruntun.


"Bohong! kau baru saja meninggalkanku tadi, apa ini? keajaiban kau kembali padaku?" alana menyentuh rahang kokoh elroy.


Elroy mengengam jemari alana dan menciumnya "kau salah faham sayang. Aku memang mengalami kecelakaan tapi tak begitu parah dan yang kau tangisi tadi adalah pasien lauro" jelas elroy.


Dengan senyum devil yang terbit di bibirnya. Mungkin saat ini elroy menahan diri untuk tidak tertawa terbahak bahak akibat adegan yang terjadi tadi. Tapi tak di pungkiri oleh elroy.


Ia bahagia


Karena akibat salah faham itu. Ia tahu bahwa cinta yang di miliki alana saat ini bukanlah cinta akibat keterpaksaan.


Alana menatap elroy dan lauro secara bergantian. Lauro hanya menaikan bahunya dan alana menatap banyak mata yang mengarah padanya. Lalu matanya juga menatap jasad yang tadi ia tangisi juga telah jauh.


Seketika alana tersadar dengan situasi yang terjadi. Alana memilih menyembunyikan wajahnya di dada bidang elroy.


Ia malu.


Mungkin saat ini alana memilih untuk mengubur dirinya sendiri di bawah tanah.


Tapi setidaknya ia bersyukur saat ini karena semua itu hanyalah salah faham. Karena prianya yang ia kira telah tiada kini berdiri kokoh di depanya.


Sedangkan Elroy hanya terkekeh geli melihat tingkah polos kekasihnya. Senyum itu mungkin tanda penyelesaian masalah mereka.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Suara gelak tawa dan candaan memenuhi ruang santai di luar mansion. Mansion yang biasa terlihat sepi itu kini mendadak menjadi riuh saat elroy kembali pulang ke mansion.



Lauro, Evan dan Xavier terlihat sedang berenang. Sementara elroy, alana dan sofia duduk di sofa di tepi kolam dengan melihat bayi bayi besar itu berenang.


Candaan juga terdengar di sana. Alana hanya menahan malu saat Evan  dan Lauro mengoda alana. Karena sempat menangis pada orang yang salah. Bahkan lauro dan evan tak sungakn untuk mempraktekan kejadian itu.


Alana berkali kali menutup wajahnya menahan malu sampai saat pelukan el menenangkanya.


"Jangan salahkan aku. Salahkan evan karena dia mengatakan kau benar --" bahkan mengatakanya saja alana tak sanggup. Alana benar benar tak ingin itu terjadi. ya pada dasarnya semua manusia akan mengalami kematian. Tapi membayangkannya saja alana ketakutan.


"Syuut. Sudahlah aku percaya padamu" seolah setelah sebulan lebih menjalin perang dingin alana. Elroy menjadi sosok yang sangat dewasa.


"Tanyakan pada sofia" kata alana merasa kurang yakin pada elroy. Karena mengingat bagaimana elroy dulu.


"Hakhuu shakshinya (aku saksinya)" sofia mengiyakan perkataan alana. Walaupun mulutnya penuh dengan makanan.


Xavier langsung naik keatas dan menutup tubuh basahnya dengan handuk. Dan berjalan menghampiri sofia.


"Makan pelan pelan sayang. Ingat kau tak sendiri lagi" Xavier terlihat khawatir. Tentu sepasang kekasih itu menjadi pusat perhatian. Sampai elroy lagi lagi tersenyum. Walaupun tubuhnya terlihat lemah tapi ia tetap menikmati waktu kumpul bersama sahabatnya.


Seoarang pria datang dengan tergesa gesa saat mendengar elroy kecelakaan. Pria tampan itu terlihat panik mendengar elroy kecelakaan sampai ia rela meninggalkan konsernya di Miami.


Bahkan membayar kerugian tak masalah baginya. Bukankah yang terpenting bagi mereka adalah keluarganya.


Walaupun alana tahu siapa itu zayn bagi elroy. Tapi tetap saja ia merasa sedikit canggung bila menatap superstar dunia itu dari dekat. Mengingat bagaimana dia mengilai zayn dulu.


Wanita mana yang tak pernah Berhayal menjadi istri zayn?


Elroy yang menyadari kepanikan zayn hanya menatap tajam ke arah evan yang cengegesan. dan dia memilih menengelamkan diri ke dasar kolam.


Lagi!


Evan menyebarkan berita hoax pada zayn. Jangan sampai berita ini sampai ke michel atau angel. Jika benar, Elroy bersumpah akan membunuh evan saat ini juga.


"Aku baik baik saja. Hanya luka kecil zayn" jelas elroy


"Apa yang terjadi? Kenapa kau sampai kecelakaan?"


"Takdir" jawab elroy sekenannya.


"El......."


Kini suara Seorang pria tampan mengema di mansion. Pria dengan pakaian casualnya, juga terlihat panik di dalam mansion.


Pria itu menanyakan keberadaan elroy pada pelayan.


Zayn yang melihat kenzo dari kursinya hanya melambaikan tangan supaya kenzo menyadari keberadaan mereka.


"Apa yang kau lakukan? Kau berjanji tidak akan mati sebelum aku dude" ketus kenzo yang terlihat marah.


"Aku baik baik saja. Lihat aku masih bisa bernafas" kata elroy terkekeh geli melihat kepanikan kedua sepupunya tersebut.


Kenzo mendorong alana kesamping dengan wajah tak bersalah dan ia mengambil alih posisi alana. Setelah duduk di posisi Alana kenzo kembali mengibas ngibas tangan di udara menandakan wanita itu harus pergi.


"Hey kau! dia calon istriku!" Oke Elroy sehat karena sifat kepemilikan itu datang tanpa permisi.


"Sorry.. kau ingin kembali kenegara mu? Aku akan mengantarkan dengan jet pribadiku" tawar kenzo dengan wajah tanpa dosa.


Elroy dengan sigap memukul kepala kenzo dengan tangan kanannya. Sampai kenzo mengaduh kesakitan.


"Walapun kondisi tubuhku tidak sehat tapi aku masih sanggup untuk membunuhmu sekarang jerk" kata elroy dengan wajah marah yang di buat buat.


Semua yang berada di sana tertawa kecuali alana. Mereka semua tahu perjalanan cinta alana dan elroy yang terkesan unik. Salah paham yang terkesan seperti pemerkosaan lalu di lanjutkan dengan penculikan? Ck! Kisah cinta penuh dengan tindak kejahatan.


Tbc


hiya hiya 🤣 aman bgtkan konfliknya 🤣