
"Pagi sayang"
Alana merasa seseorang memeluk tubuhnya dari belakang. Siapa lagi jika bukan Elroy. Elroy menyembunyikan kepalanya pada ceruk leher alana.
Di hirupnya dalam dalam aroma lily yang menyeruak dari tubuh Alana. Wanita yang masih mengenakan pakaian pasien yang berdiri di dekat jendela kamar rumah sakit itu membeku.
Pasalnya Alana merasakan sesuatu yang baru pada dirinya...
Takut
Ya.. tidak mustahil bukan? Jika Alana takut pada Elroy.. karena pria itu telah membunuh seorang gadis tepat di depan matanya tanpa belas kasihan sedikit pun.
"P...pagi" suara alana pelan, dan di dalam suara itu terselip nada ketakutan.
Elroy merasa hatinya di remas dengan kuat. Bagaimana tidak? Saat kau menerima kenyataan bahwa pasanganmu takut padamu.
Elroy memahami keadaan Alana. Itu adalah hal yang wajar. Tapi ayolah apa dia tidak bisa berfikir jernih Elroy melakukan itu karena marah. Karena wanita itu hampir mengambil miliknya.
"Makan dulu" kata Elroy lembut dan mencoba membawa Alana ke sofa biru yang tak jauh dari ranjang pasien.
"A... aku tidak lapar" Alana dengan pelan melepaskan tangan Elroy dari lenganya.
Wanita itu terlihat menunduk tak berani melihat wajah Elroy. Elroy menghela nafas pelan ia mencoba mengontrol emosinya. Sungguh ia tak suka Alana takut padanya. Yang salah bukan dia. Jika saja evalia tak bermain dengan miliknya. Mungkin ia takan menjadi malaikat pencabut nyawa gadis itu.
"Makan! Aku tidak suka kau sperti ini sayang" kata elroy lembut namun tersirat kemarahan disana.
Dan perkataan itu sukses membuat Alana menitikan bulir bening air mata yang membasahi pipi.
"Jangan sakiti aku"
see.. lagi lagi Elroy membuat wanita ini menangis, seharunya ia sadar dengan apa yang terjadi pada wanita ini sekarang. Ya ia harus ekstra sabar menghadapi makhluk tuhan bernama Alana chrisdelsa ini.
"Syut... maafkan aku sayang. Aku tidak bermaksud menyakitimu" Elroy menangkup wajah Alana dengan kedua tanganya.
"Aku hanya ingin kau makan. Apa kau tega membiarkan bayi kita kelaparan?" Kata elroy lembut selembut pantat bayi.
Jujur siapa saja yang mendengar suara pria itu pasti akan luluh. Tapi bukan itu yang membuat kegundahan alana hilang. Tapi inti dari kalimat itu yang membuat Alana menatap mata elroy - apa maksudmu-
"Aku akan menceritakanya nanti sekarang kau makan dulu" Elroy menuntun Alana berjalan ke sofa.
"El" kata alana singkat dengan tatapan tajamnya.
Sedangkan elroy hanya terkekeh geli melihat calon istrinya saat ini. Sangat mengemaskan. Ya!! Alananya telah kembali , macan betinanya telah kembali.
jujur Elroy lebih suka Alana melakukan kekerasan padanya dari pada harus menjadi kelinci yang ketakutan.
"Makan dulu. Aku akan menceritakan nanti. Dan aku tak menerima penolakan" Elroy yang mengendong Alana untuk pergi ke sofa. Seketika Alana terpekik sana tubuhnya sudah mengambang di udara.
sekarang sudah jam 9 pagi dan wanita itu belum juga menghabiskan sarapan ralat! Bahkan Alana belum menyentuhnya sama sekali.
Alana memasukan suap demi suap ke dalam mulutnya. Ugh makanan rumah sakit sangat tidak enak, lagi pula perutnya sedikit tidak bisa di ajak kompromi.
Alana lagi lagi menatap Elroy dengan tatapan memohon. Elroy dengan sifat diktatornya berhasil membuat Alana lagi lagi memasukan makanan itu dalam mulutnya.
Sebenarnya Elroy bisa memesan makan untuk Alana tapi mengingat Alana dalam kondisi lemah dan dalam kondisi berbadan dua. Makanan rumah sakit ini adalah makanan yang terbaik untuknya dan bayi mereka.
"Apa kau sudah makan?" Tanya Alana.
Sungguh alana tak sanggup lagi memasukan makanan itu. Sekarang dia berada dalam mode darurat. Karena perutnya benar benar ingin memuntahkan makanan itu.
"Jika tidak habis aku tidak akan memberitahukanmu apapun" Elroy menompang kepalanya dengan tangan di tangan sofa seraya terus menatap Alana. Elroy tahu itu hanya cara Alana untuk mengalihkan perhatian elroy.
"Aku sudah tidak bisa menghabiskanya. Aku yakin jika aku memakanya lagi.aku pasti akan memuntakan makan yang tadi" Alana memohon, dengan sesekali mengaduk makanan di depanya.
Elroy menghela nafas pelan. Ya tadi baru saja Elroy mempelajari fase kehamilan. Dia tak ingin mengulang kesalahan yang lama, Elroy ingin menjaga Alana dan anaknya. Ia benar benar ingin memulai semua dari awal. Dan ia tak mau kejadian masa lalu yang kelam terulang kembali
"Apa tidak bisa sedikit lagi?" elroy kini memeluk tubuh alana dari belakang, ia sadar ia tak bisa memaksa kehendaknya "sayang kau sekarang sedang hamil. Setidaknya cobalah demi anak kita"
"Apa aku pernah berkata bohong??" Tanya elroy.
Benar walaupun pria tampan di depanya ini adalah makhluk menyebalkan tapi Elroy tak pernah sekali pun membohonginya.
"Sebentar lagi juga tempat ini akan ribut" kata elroy santai,
Alana mengernyit menoleh ke arah Elroy dan benar saja sesat setelah mengatakan itu pintu ruangan pasien terbuka. masuklah seorang wanita paruh baya yang sangat cantik.
"Alanaaaaaaa. Putriku!"
"Kau baik baik saja sayang?!" angel menatap alana dengan cemasnya.
Wanita itu duduk di sebelah alana dan menarik Alana dalam pelukanya. Sementara Elroy hanya bisa menatap Michel yang menaikan kedua bahunya. Pria paruh baya itu juga terlihat berjalan mendekati mereka.
"Apa kau tak bisa menjaganya dengan baik El? Demi tuhan jika kemarin kau terlambat aku --"
"Mom jangan menyalahkan El. Aku baik baik saja" alana menyela. Ia mencoba menenangkan ibunya. Ralat! Itu ibu kandungnya Elroy.
Enak saja memangnya siapa dia!
"Apa yang terjadi?" kata m
Michel pada elroy
"Dia kembali dad. Dan kau tahu dia selalu terobsesi padaku" kata elroy datar.
Sementara Michel hanya menatap Elroy dengan mengangguk seolah mengerti. Toh masalahnya tak ada lagi sekarang. Elroy selalu menyelesaikan semuanya dengan caranya. Ya walaupun terkadang jauh dari kata waras.
"Mom membawa nasi uduk, bukankah ini kesukaanmu sayang? Mom mencari restoran indonesia" Kata Angel membuka semua tempat makanan yang ia bawa.
Sementara Elroy menatap Angel dengan tatapan tajam saat melihat tempat makanan yang berisi cabe.
"Mom" Elroy menatap Angel dengan tatapan memperingati "makana pedas tak baik untuk ibu hamil"
Tentu saja di abaikan oleh Angel dan Alana. Sementara Alana hanya tercekat melihat makanan yang ada di depanya. Sumpah! Dia sangat merindukan makanan favoritnya ini. Saat Elroy hendak mengambil tempat tempat itu secepat kedipan Mata Alana memukul tangan Elroy dengan keras.
"Jangan sentuh makananku!" Dan tatapan Alana mungkin bisa melubangi kepala Elroy saat ini.
Ayolah sedangkan tidak hamil saja emosinya tak bisa terkendali apa lagi saat hamil. Hanya mengingatkan untuk mu el. Periapkan dirimu, poor you Elroy.
"Al"
"Biarkan el, diakan baik baik saja" Michel menyela, pria paruh baya itu terlihat duduk di sofa singel yang tak jauh dari Elroy. "Bahkan ibumu makan wasabi saat dia mengandung dirimu" michel menunjuk elroy dengan dagunya
"Toh kau juga lahir, hanya saja kau harus menyiapkan dirimu menerima anak yang tak jauh berbeda dari dirimu" sambung michel,
Perkataan michel langsung di hadiahkan lirikan tajam dari Elroy. damn! memangnya ada apa dengan El?
Bahkan semua ibu di dunia mengharapkan anak seperti El. Tampan rupawan dan jenius walau tanpa Mclan sudah di pastikan Elroy mampu menjadi bilionaire di usia muda. Mengingat pria tampan yang sedang menyentuh dagunya itu adalah lulusan harvard dengan predikat cumlaude.
Camkan! Hanya ibu. Bukan ayah
Alana hanya memakan makanan yang sangat ia rindukan. Tanpa memperdulikan meeting keluarga itu. Toh dia belum jadi keluarga mereka.
"Lihat siapa yang berbicara? Bukankah kau lebih diktrator dari pada El" sangah angel.
Satu kosong- hitungan Elroy dalam hati. Ya ibunya selalu tahu cara menghentikan daddynya yang super menyebalkan ini.
Bersambung...
happy satnite 😘😘😘 smga noveltoon cpt update jadi bisa nemenin yang jumbloh wkwkwk
rutinitas ay main hp nulis dan ngecek komen wkwkw.. kering gigi ini kalo baca komen 🤣🤣🤣🤣 ngakak, senyum2 untung mas udh hapal ama tingkah gila ay jdi mah g kaget 🤣
makasih 😘😘😘😘😘😘