It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 33



Elroy keluar dari kamar mandi dengan wajah fres dan pakaian casualnya. Well...inilah penampilan seorang pengangguran yang sebenarnya. Pria itu terlihat mengernyitkan dahi saat melihat alana sedang duduk di atas ranjang dengan memainkan ponselnya.


"Kau menungguku?"


"Iya"


"Kenapa?"


"Supaya kau tidak berteriak seperti Tarzan"


Elroy hanya terkekeh geli sembari  berjalan kearah ranjang. Dan membawa kedua tanganya untuk bersedekap masih dengan posisi berdiri.


"Ada yang ingin ku bicarakan padamu"


"Apa?"


"Berbaiklah dengan dad!"


Elroy terlihat menghela nafas pelan "Apa kau membiarkan aku di hina? Apa kau juga mengatakan aku tanpa namanya hanya sampah?"


Pria itu terlihat frustasi dan berjalan kearah tembok yang bersisian dengan ranjang. Menyenderkan tubuh bidang itu di tembok sembari menatap alana dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Jangan menanggapi perkataan orang yang sedang marah, El"


Alana beranjak dari tempatnya, gadis itu terlihat meraih wajah Elroy dan mengusap pelan rahang kokoh Elroy, sebelum pria itu memeluknya dan membenamkan wajah Elroy pada ceruk leher Alana.


Jika ini komik mungkin banyak percikan air mata. Karena pria berbahaya seperti Elroy bisa lemah. Sangat lemah bila d hadapakn dengan gadisnya. Karena jika kau merasa dia cintamu pasti dengan tenang kau akan menyandarkan masalahmu padanya.


"Tapi itu yang dia katakan Al


Dia pernah membuangku, sampai aku merasa aku manusia paling hina." Elroy terlihat menjeda ucapanya


"Karena aku tak bisa menjaga Ev, dan dia lebih mempercayai orang lain Dari pada aku"


"Tidak bisakah dia belajar dari kesalahannya di masa lalu?" kata elroy serak, sebelum menghembus nafas panjang. Mungkin kalimat sederhana itu cukup untuk menjelaskan konflik batinya selama ini. Tak perduli seberapa kuat seseorang dia berhak mengambil titik lelahnya.


Sebenarnya Alana sedikit terganggu dengan nama ev!


Ev lagi, Ev lagi tapi Alana mencoba sekeras mungkin untuk mengenepikan egonya. Pria yang ada di depanya saat ini sedang rapuh.


Dan Alana tak peduli akan masa lalu Elroy, yang ia inginkan adalah masa depanya. Alana berharap Semoga wanita bernama evgania itu tak menjadi bumerang di hubungan elroy di masa depan.


"Tidak bisakah kau berikan dia kesempatan kedua?" Tanya alana sedikit lirih karena ia sadar betul memang benar ada luka yang sulit untuk di ceritakan.


"Seperti ini hanya akan menyakiti dirimu el"


"Demi mom dan demi aku el. Izinkan aku merasakan kehangatan keluarga sekali saja" Alana terlihat serius dengan kalimat terakhirnya.


Sebenarnya itu bukanlah satu satunya maksud alana. Hanya saja alana sadar begitu besar rasa sayang elroy pada michel yang kini mengantarkannya pada rasa kecewa yang sangat menyakitkan.


"Kenapa permintaanmu sulit sekali sayang" elroy menangkup wajah alana. Sebelum mencuri ciuman kilat dari bibir alana.


"Apa kau tak bisa melaksanakan permintaanku?"


Elroy hanya mengela nafas kasar. Dan tetap diam pada posisinya.


Cup!


Mata Elroy membulat sempurna saat mendapati apa yang terjadi, wanita dengan keahlian menyiksa elroy itu melakukan hal di luar perkiraanya. Alana, wanita itu mencium lembut pipi elroy. Sangat singkat,namun sangat punya dampak yang hebat bagi elroy.


Itu ciuman pertama yang alana berikan padanya.


"Apa itu bisa menenangkanmu?" kata alana sedikit menunduk dengan wajah merona. Dan itu terlihat jelas di mata elroy.


Yes alana. Kau benar benar besikap ****** sekarang.batin alana


Apa dia malu? Batin elroy


pria itu tekekeh geli. Sepertinya ada ide jahil yang sekarang bersadar di kepala tampannya itu.


"Belum!"


"Karena itu bukan cara yang tepat"


kata kata singkat padat dan terkesan spele itu sukses membuat Alana mendongak menatap elroy.


Dan kesempatan itu di pakai oleh elroy untuk memangut bibir alana. Kesempatan manis takan di sia siakan oleh seorang pembisnis apa lagi itu elroy. Si pria mesum


Alana terlihat kaget dan bukan elroy namanya jika peduli. Elroy tetap melanjutkan mencium bibir alana bahkan memaksa alana untuk membuka mulutnya. Elroy menghentikan ciuman panasnya Sebelum angel menyeret mereka keluar, dia lebih memilih untuk membawa alana turun. Karena sedari tadi interkom telah berbunyi untuk menyuruh el dan alana turun.


Sarapan pagi ini berlangsung dengan tenang, ah kata tenang juga kurang tepat untuk mengambarkan suasana sarapan itu. Elroy dan michel makan dengan tenang. Tanpa menatap atau apa pun itu. Sepertinya mereka sama sama membangun benteng tak kasat mata sekarang?


Apa elroy lupa jika michel seperti apa? Michel adalah kembaran dirinya. Tapi dengan sengaja ia mengacuhkan permintaan maaf ayahnya.


Wah elroy sepertinya memang sengaja menabuh gederang perang pada ayahnya. Elroy juga terlihat cuek ia hanya peduli pada makanannya dan alana. Jika Alana dan angel merasakan aura yang sama. Berbeda dengan michel, pria itu tampak acuh, duduk dengan tenang di kursi kebesaranya yang berada di ujung meja.


Wah, sekarang Alana baru tahu jika sikap dingin elroy di turunkan dari ayahnya.


"Berhenti melirikku dan habiskan makananmu sayang" suara michel memecahkan kecanggungan.


Tapi suata barusan memancing kemarahan Elroy, lalu Elroy meletakan sendok dengan kasar "Berhenti bersikap dingin pada mom"


"Dan kau juga mencontohkan hal yang sama" Alana benar benar benci dengan situasi ini.


Dan demi ikan yang berenang, Elroy langsung tersedak karena kalimat sederhana alana. Elroy langsung meneguk minumanya dan melirik alana dengan tatapan bertanya.  --Apa yang sedang coba kau katakan?


Wah, wanita itu sekarang sedang menjatuhkan harga diri elroy. Alana sepertinya sengaja membuat elroy dan michel terjun dalam perang yang sesungguhnya dengan ucapan sikat itu.


"Jangan mengajariku. Seharusnya kau juga tahu cara menghargai orang lain" sambar michel dan langsung di hadiahi tatapan tajam dari Angel dan elroy. see... karena ucapan Alana barusan membuat Michel besar kepala.


"Benar! jika dad sudah minta maaf seharusnya kau maafkan" ucap alana tenang dan polos dengan wajah tak bersalah.


Kemudian sukses membuat michel tersedak Sementara angel dan elroy menatapnya dengan tatapan tak percaya. Di saat semua orang ingin melupakanya, gadis ini malah mengungkit hal yang memalukan bagi seorang michel joe Mclan.


Di cuekin anak sendiri heh. Memangnya siapa dia?


"Apa kau tidak kembali kekantor sayang?"


Kini angel mulai bersuara untuk  mencoba mencairkan suasana. Angel tahu betul bagaimana watak anak dan suaminya.


"Kantor? Kantor yang mana mom? Apa kau lupa jika aku seorang pengangguran dengan beberapa kekayaan" sudah jelas kata sarkas itu di tunjukan pada siapa.


"Sombong! Jika bukan karena M--"


"Michel" Angel menghentikan ucapan michel karena ia sadar betul apa yang akan kluar dari bibir tipis itu.


"See? Dia tak pernah benar benar menganggapkukan mom?"


"Dan kau juga berhenti untuk bersikap sombong tuan!" sambar alana.


Wah apa alana sekarang menjadi matre dengan terus terus membela michel.


Michel tersenyum pada alana seketika batu es yang di wajahnya tadi mencair. Seolah ia mendapat pengikut baru dan menjadi taming untung mengalahkan lawanya.


"Kau benar sayang. Jika dia tidak sombong maka aku juga tidak akan mengungkitnya. Karena cara menghentikan kesombongannya itu hanya dengan mengakui kuasaku" kata michel yang mengangkat tangan untuk high five.


"Damn, apa aku sekarang mencintai penghianat al?" Kata elroy menatap alana dengan tatapan membunuh.


"See? Apa kita seharusnya mengadopsi alana untuk jadi bagian kita sayang? Karena elroy tak akan meneruskan Mclan"


Sekarang angel?


Oke sekarang siapa yang anak kandung?


"Apa kau masih mau dengan pengangguran itu al? Tunggu aku ragu kenapa kau mau padanya?"


"Bagaimana lagi? aku di paksa! Oh tentu aku akan mencari pria yang lebih tampan dan bisa membahagiakan aku" alana berbicara dengan ala anatagonisnya


" Bukan hanya memikirkan egonya sendiri"


Shit! mereka sudah seperti keluarga kandung yang sedang berkomplotan menyiksa anak tiri.


What... siapa yang anak tiri sekarang? Elroy meneguk minumanya hingga tandas dan mencengram gelas kaca bertangkai itu hingga pecah. Tentu kaca kaca itu dengan senang hati menancap pada telapak tangan elroy.


Seketika suasana penuh canda itu menjadi mencengkam karena kepanikan michel yang tak bisa di bohongin. Pria paruh baya nan tampan itu terlihat bergegas bangkit dari kursinya dan menyambar tangan elroy.


"Damn, Angel cepat ambilkan kotak p3k!!!" Teriakan michel terdengar mengelegar di mansion luas itu.


Angel dengan cepat memerintah pelayan untuk mengambil p3k dan membersihkan sisa kaca. Michel menarik elroy untuk menjauh dari tempat itu.


Sedangkan Alana terlihat shock dengan apa yang baru aja El lakukan. Pria dingin dan berbahaya itu memang sulit di tebak. Apa lagi kini jauh di dalam hati alana ia merasakan  getaran ketakutan yang sangat hebat.


"Jika kau marah padaku! setidaknya jangan kau lukai dirimu sendiri!!!" Bentak michel terus memarahi elroy.


Ya Elroy tercekat, Michel memang terkesan tak peduli tapi selama ini yang tahu dirinya luar dalam adalah ayahnya. Seorang Ayah tak pernah menujukan rasa sayangnya bukan karena ia tak menyukaimu. Hanya saja ia bergerak dalam setiap bayangmu. Yang takan pernah meninggalkanmu walau sekejap.


Tbc