It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 43



"Alana" suara begitu familiar itu memenuhi pendengaran alana. Alana mendongak dan menatap wanita itu tanpa berkedip. Ya wanita paruh baya yang terlihat elegan itu telah berdiri tepat di depan alana.


"Ta..Tante.. apa kabar?" Sapa Alana menyembunyikan keterkejutanya.


"Wah... kamu sekarang terlihat sedikit lebih cantik, Alana" kata wanita paruh baya itu dengan senyum sedikit meremeh. Alana menangkap ada aura yang aneh dari wanita itu.


Sebenarnya, Alana merindukan sosok wanita yang dulu hampir menjadi ibu mertuanya ini. Tapi Alana tak menyangka kenapa sikap mama calvin ini berubah padanya.


Bukan tak ingin bertemu. Alana hanya belum siap untuk menjelaskan kenapa hubungannya dan calvin kandas di tengah jalan. Ia begitu menyayangi wanita ini, itu adalah alasanya.


Tanpa di suruh duduk wanita paruh baya itu duduk di kursi dekat Alana.


"Kamu tahu al? tante begitu kecewa karena kamu memutuskan Calvin" ucap Nia tanpa basa basi, dan alana menangkap nada kecewa dari kalimat itu


Nia mahendra wanita paruh baya nan cantik dengan penampilanya yang glamor, mungkin hanya wanita ini yang begitu menyayanginya dulu


"Maaf" kata alana lirih dan menunduk tak sanggup melihat wajah kecewa tante nia.


Jika saja calvin tidak berselingkuh. Mungkin saat ini tante Nia sudah menjadi mertuaku.Batin alana


"Kenapa kamu berubah menjadi seperti ini nak? Kenapa kamu tega menduakan calvin?"


Alana mendongak menatap nia. Sontak ucapan yang terlontar dari bibir tante nia membuat alana terkejut.


"Apa? Apa calvin mengatakan hal itu?"


Bukannya menjawab nia malah memberikan pertanyaan yang membuat hati alana tertohok keras. Jelas nia lebih mempercayai anaknya dari pada gadis yang tak jelas asal usulnya seperti alana.


"Apa pria itu lebih kaya?"


Alana tercekat. Ia tak menyangka namanya begitu buruk di depan nia. Pantas saja saat pertama kali bertemu nia seperti ada yang berbeda. Alana sedih, Nia sudah ia anggap seperti ibu kandungnya sendiri. Sampai suara itu membuyarkan lamunanya.


"Baby.. sorry, i'm latte" itu elroy tiba tiba saja pria itu sudah duduk di posisinya semula.


Elroy diam menatap nia dengan tatapan sulit di artikan. Mungkin pria itu heran siapa wanita dengan dandanan ala badut ini.


Tapi elroy diam, ini negara wanita itu jelas saja dia banyak kenalan di sini. Selagi kenalan itu bukan pria muda bagi  Elroy tak masalah.


Dan nia juga menatap elroy dari ujung kepala sampai ujung kaki, seolah wanita itu sedang menilai seberapa hebat dan sebarapa kaya pacar alana saat ini.


Karena ini hanya jalan jalan santai tentu elroy hanya mengunakan kaos dan celana jeans pendek. Tapi tetap tak mengurangi aura maskulin dari pria berahang kokoh itu.


"Apa karena dia?" Tanya nia menatap alana dan melirik elroy dengan tatapan meremehkan.


"...." tak ada jawaban yang bisa alana ucapkan. Ia tak mengerti harus menjelaskan dari mana kesalah pahaman ini.


"Kurasa calvin lebih segala galanya dari dia" mendapat pernyataan monohok itu. Membuat alana mengengam tangan elroy di atas paha pria itu dan menjelaskan.


"El ini tante nia, mamanya calvin. Kau ingat?"


"Apa dia kekasihmu?" kata nia memotong pembicaraan alana. Seolah ia benar benar benci dengan elroy karena dengan berani merebut calon istri anaknya.


Elroy hanya tersenyum tipis melihat nia. Senyum tipis itu saja membuat semua orang pasti mengakui ketampan penerus Mclan internasional grup ini.


Nia mengabaikan senyuman elroy. Bagi nia anaknyalah yang lebih tampan. Dan lebih segala galanya dari pria yang Nia yakini bukan keturunan indonesia asli.


Memangnya ada ibu di dunia ini yang tak berfikir seperti nia? Jawabanya pasti tidak.


"Lebih tepatnya calon suami" ucap elroy tanpa menunggu jawaban dari alana.


Jawaban elroy langsung membuat nia merengut tak suka. Ya dia menyukai alana hanya saja ia kecewa karena alana meninggalkan anaknya demi pria tampan ini.


"Oh ya? Apa pekerjaanmu?"


Nada bicara nia memang terdengar manis. Hanya saja alana tahu ada sesuatu di balik pertanyaan itu. Apa lagi kalau bukan untuk meremehkan. Mengingat mereka memang dari kalangan cukup berada. Kemarahan yang berawal dari kesalah pahaman membuat semuanya terlihat salah. Lihat saja sekarang. Alih alih menanyakan nama elroy. Nia lebih memilih menanyakan pekerjaan elroy hanya untuk membandingkan.


Alana langsung menatap elroy. Dengan tatapan Memohon untuk bersikap baik mengingat itu adalah salah satu kenalan alana.


Kalian pasti ingat bukan?


Elroy memang cuek, dingin tapi jangan lupakan lidahnya itu setajam silet. Bisa jadi yang tak pernah di lakukan Elroy adalah memikirkan perasaan orang lain. Apa lagi orang itu terang terangan meremehkannya.


"Hmm hanya Menjalankan perusahaan daddy... ya semacam perusahaan kecil kecilanlah" jawab elroy santai dengan kembali menatap Alana dengan tersenyum tipis.


Mungkin Alana lebih menyukai jawaban kasar Elroy dari pada seperti ini. Tentu saja jawaban elroy membuat alana bersusah payah menelan salivanya. Saliva yang berbentuk cairan itu entah sejak kapan menjadi bongkahan batu bagi alana. Jika Mclan adalah perusahaan kecil kecilan jadi apa namanya perusahaan kecil lainya?


"Tapi ku yakin alana tak akan pernah merasa kekurangan apa pun, benarkan sayang?" tambah elroy lagi.


Elroy bermaksud menampilkan adengan romantis itu pada nia. Bahwa ia tak perlu lagi memikirkan hidup gadis yang sudah menjadi miliknya ini. Nia yang melihat hanya tersenyum sinis.


"Ya memang sperti itu, itulah janji manis pria saat belum menikah"


"Tapi jika sudah menikah dan kebutuhan rumah tangga semakin meningkat, pasti seorang istri akan menjadi pelampiasan kekerasan" mungkin untuk yang satu ini alana setuju, Contoh nyatanya sudah ada itu adalah ayah tirinya. Tapi ini bukan waktunya untuk membahas itu, Mengingat ini adalah pertemua mereka yang pertama.


Dan ucapan nia barusan membuat rasa lapar alana hilang. Ya ia ingin cepat cepat membawa elroy pergi dari sana. Tapi elroy masih terlihat tersenyum mendengarkan kata demi kata yang nia ucapakan. Sepertinya pria itu tak bermasalah sedikit pun. Mungkin pria itu ketularan keramahan lauro. Come on el wajah mu tak seimut lauro.


Yang jelas sepertinya elroy mengikuti drama yang sedang di mainkan oleh Nia.


"Ku jamin itu takan terjadi pada alana Mrs" kata elroy masi dengan senyumannya. Jika kempat temanya ada disana. Mungkin mereka akan merukiah elroy saat ini juga. Karena pada dasarnya elroy adalah manusia dengan kesabaran paling tipis di dunia.


"Ya takan terjadi. Tapi apa kau yakin masih bisa berpenampilan menarik seperti ini al?"


"Pria tahu apa? Saat istrinya sudah tak cantik lagi. Dia pasti akan mencari wanita lain"


"pasti nanti saat kebutuhan makin mencekik dan belum lagi kedatangan buah hati yang membutuhkan biaya--"


"Tante" kata alana berusaha menyudahi perang dingin ini. Ia tak ingin kejaiban ini akan menjadi bomerang. Kesabaran elroy itu adalah salah satu keajaiban dunia saat ini.


"Kenapa al? Apa kamu takut menerima kenyataan itu nak? Tante sayang padamu" nia menyentuh tangan alana yang ada di atas meja. Jelas sekali bahwa wanita paruh baya ini menyayangi alana. Mungkin rasa kecewa yang membuatnya menjadi seperti ini.


"Makanya tante mengatakan ini. Intinya cinta bukanlah segalanya untuk memulai kehidupan. Apa lagi hanya bermodalkan wajah tampan"


"Kau harus memikirkan apa yang terjadi kedepan sayang. Uang dan kesuksesan seorang pria itu penting" kata nia menatap alana.


"Anda ingin memesan sesuatu mrs?" Tawar elroy


"Tidak perlu" nia berkata tanpa menatap elroy


"Aku sudah makan tadi... Tunggu" kata nia menghentikan langkah pelayan untuk kembali.


wanita paruh baya itu menaikan tas mahalnya di atas meja, mengambil dompet dan mengeluarkan pecahan uang seratus ribu sebanyak dua lembar.


"Ini..." nia menyerahkan uang itu pada pelayan


"aku bayar makanan ini dan kembaliannya ambil saja untukmu" kata nia dengan angkuhnya.


Elroy hanya menatap nia dengan senyuman yang melekat sempurna dan mengernyitkan dahi dalam diam.


"Anda baik sekali. Tapi kurasa itu tidak perlu" elroy mengambil garpu dan pisau lalu bersiap memotong daging yang mengunggah selera itu. Ia seperti tak peduli dengan kehadiran nia saat ini. Sedikit pun ia terlihat nyaman nyaman saja dengan kalimat sarkas yang sedari tadi memenuhi pendengaranya.


"Tidak masalah... Anggap saja traktiran untuk pernikahan kalian dan karena tante juga merindukanmu alana"


"Ohya kamu tahu alana, calvin sekarang sudah sukses" kata nia dengan suara sedikit tinggi di akhir kalimat. Mungkin dengan kata lain ia ingin alana menyesal karena telah meninggalkan anaknya.


Mendengar kalimat yang berisikan nama seseorang itu membuat perhatian elroy teregut. Elroy kembali mengernyit dan menghentikan makannya. Alana benar benar ingin menengelamkan tubuhnya di dasar lautan agar tak terjebak dalam situasi ini.


Elroy menatap alana datar. Ia ingin melihat apa respon wanita ini? Apa alana masih mengharapakan pria berambut seperti kotoran itu?


"Wow, itu hebat" kata elroy dengan takjub karena melihat keenganan alana. Dan ucapan elroy  membuat nia tersenyum kemenangan.


"Dia memang putra membanggakan. Dan pekerja keras. Dia tak ingin berebut dengan anton untuk urusan perusahan"


Tatapan Nia beralih menatap elroy "Kami memiliki perusahan besar di sini. Dia lebih memilih berkarir sendiri. Dia manager di Mclan italy group dan sekarang dia menetap disana" kata nia dengan bangga.


"Kau tahu Mclan italy Grup?"


"Ku pernah dengar sesekali" Elroy terlihat antusias


"Ya itu perusahan fashion terbesar di dunia, ku dengar itu perusahan fhasion terbesar no 5 di dunia"


"Nomor dua" ucap Elroy


" ohya nomor dua dia akan menjadi perusahan nomor satu tak lama lagi"


Elroy hanya terkekeh geli dengan membuang wajahnya. Agar nia tidak tahu kalau ia sedang tertawa.


"Seandainya saja kamu... ah sudahlah ku harap kamu bahagia bersama dia" kata nia tulus.


"Apa nama perusahaan anda Mrs.nia"


"PT.tjip, ya kami jarang menerima kerja sama dengan perusahaan kecil jika kau mau. Aku akan membantumu. Aku juga tak ingin alana sedikit menderita setelah menikah" kata nia dengan sombongnya.


Sementara Elroy tertawa keras. Karena tak bisa lagi menahan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya. Elroy ingat PT Itu telah ribuan kali ia tolak untuk bekerja sama dengan perusahaannya yang berada di indonesia.


Alana tak mengerti apa yang ada di kepala elroy saat ini. Pria itu seperti Viper diam tapi terlalu mematikan. Tertawaan elroy membuat alana sadar bahwa ada sesuatu yang di ceranakan pria itu. Apa lagi calvin berkerja di salah satu perusahaannya.


"Ah. Maaf aku begitu senang kau akan membantuku" kata elroy.


"Tentu!" kata nia dengan menatap elroy remeh.


Alana terus berdoa dalam hati agar elroy tak mengeluarkan kata kata mutiara sepanas larva gunung merapi khas miliknya. lihatlah saat ini dia selalu merendah dan membiarkan nia tersenyum bangga meremehkannya.


What... Meremehkan seorang elroy christian mclan?


Kau cari mati?


"Kenapa calvin tidak bekerja di indonesia saja?" Tanya elroy.


"Ya kau tahu dia adalah pekerja keras. Ia akan membahagiakan istrinya kelak dengan kesuksesanya, jadi ia memilih untuk di pindahkan kesana"


Itu bukan pilihan. Batin elroy


"Kenapa kau tidak bekerja saja?  bersaing di dunia bisnis itu sulit, dan untuk memulai kehidupan butuh uang bukan peluang. Dunia bisnia itu rentan"


"Aku mencintai usahaku" jawab elroy ramah.


Nia tersenyum meremeh "semoga kalian bahagia" kata nia yang hendak beranjak meninggalkan elroy dan alana. Mungkin kata2 sarkasnya sudah habis tapi tetap tak membuat elroy merasa tersinggung.


Alana sedikit lega karena perang dingin itu berakhir dengan damai. Tidak seperti apa yang ia fikirkan. Ya walaupun ia sedikit tidak rela saat elroy di bandingkan dengan calvin. Baginya elroylah pria paling baik di dunia ini. Dan dia sangat tak pantas di bandingkan dengan pria tak bermoral seperti itu.


"Tunggu Mrs" kata elroy menghentikan pergerakan nia.


Bersamaan dengan ucapan Elroy tiba tiba Alana bersusah payah menelan salivanya. Ia tahu ini bukanlah pertanda yang baik. Karena Senyuman tipis elroy kali ini sedikit berbeda.


"Ini" elroy memberikan kartu nama yang baru saja ia keluarkan dari dompetnya.


"Terimakasih untuk makananya. Sebagai gantinya pergilah kesalah satu butik kami untuk mengambil barang yang kau inginkan. Tujukan saja kartu namaku dan kau akan mendapatkan apa pun secara.... gratis!"


Nia terlihat mengamati kartu nama putih dengan tulisan yang terbuat dari tinta emas itu, wanita paruh baya itu sedikit mengernyit.


"Elroy christian Mclan,CEO Mclan Internasional Group" nia membaca nama di kartu putih itu


TBc


part ini panjang ya? bosen gak? bagusnya au cut jdi 2 chapter yekan? 🤣


ada yang tau kelanjutan ini gimana?


🤣 pas inget kejadian ini suka bikin ay ketawa sndiri... setinggi apa pun tetap harus jaga omongan ya jangan jadiin kesombongan itu menenggelamkan diri kamu sndiri.


cara hidup bahagia


perlakukan orang lain gimana kamu mau di perlakukan 😘