It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 47



Alana takjub saat menjejakkan kaki jenjangnya di helipad atas hotel yang mereka tempati. Jika saja Alana tidak bangun siang hari ini mungkin Elroy tak akan menggunakan Helicopter


Yeah Elroy bukanlah pria yang suka unjuk kekayaan. Hanya saja yang biasa menurutnya biasa tentu sangat mewah bagi orang lain.


Alana terlihat menganga melihat helicopter itu dengan sesekali menutup wajahnya dengan tangan untuk melindungi paras cantiknya dari godaan matahari.



"Kita akan naik itu?" Tanya Alana pada elroy yang berdiri tepat di depanya.


"Ya" Elroy melirik sekilas lalu berjalan meninggalkan Alana menuju helicopter.


"Apa tidak terlalu berlebihan? Kitakan hanya akan ke bandarakan?" Alana mencoba mengejar Elroy lalu menyentuh pergelangan pria itu.


"Jika seseorang bangun lebih cepat kita tidak akan sampai menaiki ini"


Elroy menurunkan cekalan Alana di lengannya. Lalu  mengandeng tangan Alana menuju pintu helicopter berwarna hitam metalic. Terlihat juga dua orang petugas yang berdiri di depan pintu heli.


"Jika saja seseorang tidak melayani kemabukanku, aku tidak akan bangun siang" sanggah alana.


Jika tadi Elroy memasang wajah datar kini  Elroy hanya tersenyum sekilas. Dengan matanya mencuri pandang pada gadis yang ada di sebelahnya ini. Mungkin karangan erotis Elroy di terima baik oleh isi kepala Alana.


Pagi ini sepasang kekasih itu akan langsung terbang new york, karena salah satu sepupu Elroy yaitu kenzo orlando akan mengadakan pesta ulang tahun perusahaan properti nomor satu di New York itu.


Bukankah Elroy harus hadir? mengingat bagaimana kedekatanya dengan kedua sepupu ajaibnya itu.


🍁🍁🍁🍁


Alana merasa jantung berdetak tidak beraturan. Bukan karena keberadaan Elroy di sampingnya. Tapi karena kali ini Elroy kembali mengajak Alana untuk bertemu dengan salah satu kerabatnya.


Alana tak ingin kejadian di novel novel menimpa dirinya. Di pandang sinis atau bahkan di sakiti oleh kerabat pria yang ia cintai.


Benar! Alana adalah gadis biasa bila di sandingkan dengan Elroy.


Dari di hina oleh kerabat Elroy, di culik dan di beri segepok uang untuk menjauhi Elroy atau di bunuh secara diam diam sudah bersarang di kepala alana saat ini.


"Kenapa?" elroy melirik ke arah Alana . Ia menyadari sikap aneh wanita yang ia cintai ini sejak mereka masuk ke dalam mobil ini.


"Tidak ada" balas alana cepat.


Alana merasa percuma mengatakan apa yang ia pikirkan pada Elroy. Pasti pria yang menatapnya ini akan mengatakan bahwa semuanya baik baik saja. Seperti drama korea yang selalu ia tonton.


"Benarkah?" Tapi sayangnya Elroy bukan pria gampangan yang bisa di tipu dengan ucapan dan tampang bodoh Alana.


"Hari ini sangat indah ya" Alana membenarkan duduknya dan menatap luar di balik kaca mobil itu.


Bukan tanpa sebab Alana tidak mengatakan pada Elroy. Mereka berada di dalam mobil tentu saja supir itu akan mendengar apa yang dia katakan.


Elroy hanya mngernyit dan melihat langit dari balik kaca mobil. Terlihat sekali awan hitam menyelimuti kota New York. Dan sesekali kilat juga menampakan dirinya.


"Sebenarnya apa masalahmu?" Elroy kini yang menatap Alana dengan serius. Bahkan pria itu memiringkan posisinya untuk menantap sang pujaan hati. alana yang mendapatakan tatapan itu seketika ciut.


"Apa istri kenzo baik?" Alana memasang wajah yang sedikit cemas. Elroy menaikan sebelah alisnya untuk mencerna kalimat dan raut wajah Alana barusan.


"Aku hanya tidak yakin dia akan menerimaku"  Alana *** kedua tanganya dan sedikit menudukan kepalanya. Sehingga membuat Elroy heran,


bisa bisanya singa betina ini jadi seimut ini?


"Memangnya apa urusanya jika dia tak menerimamu, memangnya kau akan menikah denganya?" Jawaban Elroy membuat Alana mendongkak dan ingin mencakar wajah tampannya itu.


Bukanya menenangkan pria ini malah bersikap menyebalkan. Alana yakin Elroy mengerti apa maksud Alana.


"Ketakutanmu tak beralasan Al. Sungguh aku tak mengerti jalan pikiran wanita. Mereka selalu mencemaskan hal hal yang tak penting. Key bukanlah gadis seperti itu. Jika itu yang kau takutkan" Elroy menangkup pipi Alana dengan tangan kirinya lalu kembali menghadap kedepan.


Seolah itu adalah cara untuk menenangkan Alana. Bukankah Elroy selalu memperlakukan Alana dengan baik. Walaupun sangat bertolak belakang dengan kalimat kalimat abstrak yang terlontar dari bibirnya.


"Apakah dia cantik?"


"Memangnya ada wanita yang tampan Al?" Bukannya menjawab elroy malah bertanya balik pada alana.


Mobil mewah itu terlihat berhenti tepat di depan pintu utama sebuah hotel ternama di newyork. Alana mengernyitkan dahi, kenapa mereka berada di sini? Sedangkan kenzo punya mansion disini.


Elroy menyadari kediaman Alana sejak mereka di jet private milik Elroy. Tentu sangat tidak nyaman bagimu untuk bertemu seseorang yang tidak kau kenali apa lagi itu keluarga dari pasanganmu.


Tanpa kata, masih dengan sikap dinginnya Elroy membuka pintu mobilnya sendiri dan Alana keluar dari mobil dengan pintu di bukakan oleh supir pribadi Elroy di newyork. Perjalanan itu terlihat hening saat mereka memasuki hotel mewah berdesain clasic modren.


"Istirahatlah, jangan pikirkan apa pun, tak ada seorang pun yang berani menyakitimu selama aku masih hidup. Aku akan pergi untuk mengurus sesuatu. Acara itu akan di adakan nanti malam" Elroy berhenti tepat di depan Alana saat mereka telah sampai di dalam kamar hotel. dengan mencium kening alana sebelum pria tampan itu melangkahkan kakinya kembali keluar.


Deg deg


Seorang Elroy memang mampu menjungkir balikan dunia Alana dalam sekejap. Sikap lembut dan menyebalkanya seolah perpaduan yang bisa membuat Alana tak sanggup berpaling lagi darinya. Bahkan Alana yang dulu mengilai zayn, tentu saja kini bagi alana zayn tidak ada apa apanya.


🍁🍁🍁🍁


Jam menunjukan angka 7 dan Alana telah siap dengan makeup ala-nya. Walaupun sebelumnya Alana sedikit, ralat! maksudnya sangat kesusahan dengan makeupnya.


tentu saja ia ingin terlihat cantik malam ini. Bahkan ia sudah berkali kali bermakeup dan hapus, makeup hapus. Sampai akhirnya ia lelah sendiri dan menyerah. Ia berdandan seperti biasa saja.


Bel kamar hotel berbunyi, Alana sedikit tercekat. Apa Elroy akan menjemputnya secepat ini? Alana membuka pintu dan yang berdiri di depan pintu ada seorang pria bertubuh gemulai. Dan 2 orang wanita muda dengan petugas hotel yang mendorong meja, di tambah beberapa kotak hitam di atasnya.


"Nona Alana? Kami MUA yang di tugaskan tuan Elroy untuk marias anda" kata pria berubuh gemulai itu.


What the heck?? Apa ini? Setelah tadi dia bersikap romantis dan sekarang dia kembali bersikap seenaknya. Apa pria itu memang di desain khusus oleh tuhan untuk menjadi pria tak terdekteksi atau memang dia spesies yang menyebalkan?


Sebelum Alana hendak memberontak tiba tiba saja pria bertubuh gemulai iu masuk dan membiarkan Alana yang tercekat. Well... sepertinya cuma di indonesia orang tahu tata krama atau memamg orang orang yang berada di dekat alana ini satu spesies dengan elroy? Entahlah.


Menit menit berlalu, Alana menurut saja apa yang di katakan pria bertubuh gemulai itu.


Sebelumnya pria bertubuh gemulai itu mengatakan namanya deraks oups sepertinya namanya yang aneh ya.


Bahkan Alana merasa tidak nyaman saat menyebutnya makanya ia memilih untuk diam. Dan mengikuti setiap proses menyebalkan ini. Toh dia tidak rugi apa apa.



Alana merasa takjub melihat kaca, dia seperti melihat orang lain disana. Apa dia terlihat jelek sekali sampai Elroy memberikan MUA terbaik?


Sehingga MUA ini meriasnya menjadi orang yang berbeda sperti ini?


"Finish" kata deraks tersenyum dan  kedua orang wanita itu juga terlihat terpensona akan kecantikan Alana.


Sekarang Alana pun tlah siap dengam gaun merah maron polos berlengan panjang . Dan membuat lekuk tubuh Alana terpampang dengan indah dengan belahan di kaki hampir memperlihatkan paha putihnya. Warna gaun yang merah dan kulit alana yang putih mampu membuat siapa saja berdecak kagum.


Sepasang mata hazel juga seolah tak berkedip melihatnya dari tadi. Dari mulai Alana keluar dari dalam  kamar bagian dalam. Alana yang menyadari tatapan itu hanya tercekat.


Padahal tadinya alana sudah berjanji akan menendang tulang kering Elroy saat pria itu tiba. Bisa bisanya dia selalu bertindak seenaknya. Tapi semua itu sirna. Bagaimana tidak? Jika Elroy menatapanya dengan tatapan sulit di artikan.



"Kau cantik" hanya itu yang mampu keluar dari bibir tipis Elroy.


Ketika Alana berada tepat didepannya. Nada bicara Elroy ketika mengatakan kalimat singkat itu mampu membuat Alana merona dan itu menambah nilai plus kecantikanya menurut Elroy


dan rona merah itu seolah menjadi pertanda lenyapnya kekesalan alana.


Nada bicara yang el gunakan kali ini sangat jauh berbeda dari Elroy yang biasa. Nada bicara ini terdengar sangat tulus. Apa lagi ada rasa lain dalam diri Alana yang membuat Alana begitu mendambakan sosok pria tampan yang telah siap menyeret Alana keluar kamar.


TBC


wkwkw ay kurang sehat trus liat komen banyak bgt jadi seneng 🤣 auto deh tengah mlm ngedit 🤣 kayaknya saat seseorang mengomentari meskipun cuma kata lanjut senggaknya kayakny ini story gaje ad yang nunggu 🤣...


ntr ay balas 😘 cuman ay mau bilang kalo ay ad slh kata dalam bls komen maap ya... mulut ay g prnh di kasi lotion jadinya kurang lembut jadi jan baper yak.. ay just kidding


seperti biasa ay butuh comen yang banyak 🤣 maksa nih ay pokoknya kalo g si Elroy ay kebiri 🤣🤣🤣🤣 eh kebiri apa kebanan ya what ever


Apparently ay has gone mad and needs to sleep 🤣🤣🤣 Dont be bored w/ alana andelroy anything else.


te amo mas que nada 😘😘😘