It'S A Sweet Trap

It'S A Sweet Trap
chapter 35



cuma mqu ngasi tau...


katanya part ini bikin sesak nafas... dan jiwa yang meronta2 buat jomblo.... katanya 🤣🤣🤣🤣🤣



Alana sendiri langsung terperangah melihat interior mewah di  dalam mansion. Sangat indah, mungkin kata indah juga kurang tepat untuk mengambarkanya.


Chandelier berwarna emas yang bergantung dengan kokoh di atas langit langit mansion. Dua tangga menjulang dan megah yang menanjak keatas. Walaupun terlihat tanpa banyak barang, nyatanya mampu membuat mansion itu sudah terlihat mewah dan elegan.


"Ini mansion kita"


"Maafkan aku karena terlalu lama membawamu dari tempat sempit itu" ucap elroy membuat alana menoleh kearahnya. Sedangkan Elroy sendiri juga menatap alana dan menyungingkan senyum tipis.


"Ini mension mu?"


Elroy terlihat mengeleng dan tersenyum "No! ini mansion kita?"


"Bagaimana bisa?" Ucap alana tak percaya


" jangan bila kau menghabiskan uang daddy untuk--"


Elroy tergelak "ini uangku al. Sebenarnya aku sudah lama membelinya. Hanya saja sedang ku renovasi dan masalah datang. Jadi pembangunanya sempat terhenti" jelas elroy panjang lebar


"El, aku tak butuh mansion semewah ini. Yang aku butuhkan hanya kau yang tak pernah berubah" ucap alana dengan wajah bersungguh sungguh.


bohong jika Alana tak menginginkan mansion itu. Tapi yang terpenting bagi alana adalah elroy. Penthouse itu saja sudah terlalu mewah untuknya. Bagaimana bisa elroy memberi tempat seindah ini untuk gadis sepertinya.


Seakan tak bisa lepas mengagumi mansion. Alana mengedarkan lagi pandanganya kesekeliling mansion. Seolah keindahan itu akan lenyap sebentar lagi jika tak di lihat sekarang. Alana berjalan kedepan dan membelakangi elroy.


"Aku akan berubah al. Berubah untuk lebih baik.sehingga kau tak sanggup berpaling dari cintaku. Dan mansion ini penting al. Aku tak ingin kau dan anak anak kita tinggal di tempat kecil itu"


Astaga... mungkin pria ini adalah ahlinya dalam membuat alana tercekat. Alana merasa terbang di awan dengan di temani para burung burung indah, sulit untuk dijelaskan dengan kata kata.


jantung alana lagi lagi berdetak cepat saat elroy memeluknya dari belakang dan mencium lembut leher belakang alana yang tertutup dengan helaian rambuy tipis. Karena saat ini alana menggulung rambutnya ke atas.


"Aku bahagia al. Akhirnya kau mau menerimaku. Dan aku akan berjanji untuk menjadi lebih baik. Jika kau tahu sesuatu tentang aku di masa depan. Aku mohon jangan pernah tinggalkan aku" bisik elroy tepat di samping telinga alana.


"Izinkan aku menebus semua kesalahanku. Dengan membahagiakanmu dan anak anak kita" ucap tulus elroy tak ada keraguan dari nada biacara itu


Kata kata manis itu membuat alana tak bisa berfikir dengan waras, Dia bahagia. Bahkan senyuman itu enggan luntur walau sebentar saja.


"Aku bahkan sudah membayangkan keluarga kita akan bahagia dan harmonis"


"Aku akan menjaga kalian, aku takan akan membiarkan seorang pun menyakiti kalian" dekapan elroy makin erat dan kali ini tangan elroy menujukan ruang keluarga yang di dominasi warna gold.


"Lihat ruangan itu, aku membayangkan putra putra kita berlarian. Dan putri kita memainkan permainannya di atas sofa itu" Elroy sekilas dengan mencuri ciuman kecil dari pipi alana


"mereka bercanda di kolam renang. Aku akan berusaha menjadi daddy terbaik buat mereka. Mansion kita akan penuh dengan canda tawa mereka. Asal kau memberikan aku kesempatan untuk menikahimu"


Elroy sepertinya memang benar masuk dalam perangkap yang ia buat untuk Alana. Dan ini bukanlah Elroy yang dingin. Mungkin kata dingin tidak cocok untuk kehangatan pria itu kali ini.


Oh my god... Alana seperti terhipnotis dengan kata kata itu. Mau tak mau alana juga membayangkan apa yang di katakan elroy sehingga alana  merasa terharu dengan hal itu.


Alana berharap apa yang terjadi saat ini bukan mimpi. Alana memutar tubuhnya dan mendongak menatap Elroy, karena tubuh Elroy jauh lebih tinggi darinya.


"Maafkan aku atas semua kesalahanku. Aku mencintaimu" kata elroy tulus dan di selingi senyum manis


"I love u too" balas alana singkat.


Perkataan singkat itu sukses membuat Elroy membatu. Pria itu terdiam dengan terus menatap wajah alana. sampai alana sempat berfikir dia telah mengucapkan sesuatu kata yang salah. Saat kepala gadis itu hendak tertunduk


Elroy mencium bibir alana sekilas  dan berteriak senang.


"Oh my god, deal kata kata itu tidak bisa di tarik lagi" kata elroy lantang membuat semua orang yang ada di sana menatap mereka.


"Dia" Elroy menghadap para pelayan yang memang sedari tadi berdiri di dekat pintu menyaksikan kehangatan sepasang kekasih itu


"Gadis ini kalian lihat. Dia bilang dia juga mencintaiku" teriakan elroy lagi.


Entah berbicara pada siapa. Semua pelayan terlihat senang. Sedangkan alana sampai menutup wajahnya karena malu. Tapi beberapa detik kemudian alana memekik ketika. Elroy mengangkat tubuhnya dengan biridal dan membawanya menaiki tangga.


"El turunkan aku"


"Ku rasa aku belum menunjukan kamar tidur kita. Dan kita harus merayakan pernyataan cintamu al"


Sehingga sukses membuat mata indah Alana membulat matanya. Dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Si mesum ini pasti akan menodainya. Dan alana juga sedang menyusun rencana untuk menyiksa elroy.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Alana mengernyit saat mendengar pintu mobil di ketuk oleh seseorang. Ah spertinya ia tertidur karena perjalanan yang sangat panjang menuju pantai.


Alana membuka matanya dan menoleh ke kiri, kosong.


Mana Elroy?


Seingatnya tadi ia bersama pria itu. Lagi lagi ketukan itu membuat lamunan Alana terpecah. Ada sedikit rasa takut dalam diri alana. Alana menurunkan kaca mobil perlahan, seketika ia menghela nafas lega saat pria yang mengetuk pintu kaca adalah salah satu teman Elroy.



Pria itu terlihat meletakan sikunya di kaca mobil dan menompang pipinya. Oh lord apa pria itu tidak bisa secute ini. Alana sedikit terpesona padanya.


"Aku tahu aku tampan. Jadi berkediplah" rasa kagum Alana lenyap bagai di tiup angin dan di gantikan dengan rasa kesal. Ia benci pria dengan kadar percaya diri yang tinggi. Ya walaupun apa yang pria itu katakan adalah kenyataan. Ternyata pria ini jauh lebih menyebalkan dari elroy.


"Ck! Percaya diri sekali anda" kata alana yang membuang wajahnya. Lauro pun tercekat pasalnya Alana adalah wanita pertama yang mengacuhkanya seperti itu. Dokter muda tampan dan mengemaskan di acuhkan oleh alana.


Sinting!


"Mana Elroy?"


Lauro hanya menaikan kedua bahunya sambil mempersilahkan alana untuk berjalan kedepan. Alana mulai cemas mana sebentar lagi matahari hampir terbenam.


Katanya ada party pantai ini, tapi pantai itu jauh dari kata akan mengadakan suatu acara. Pantai itu terlihat sepi sekali. Mungkin hanya ada Alana and Lauro saja disana. Alana membalikan tubuhnya menghadap lauro.


"Mana elroy? Apa ini? Sepi sekali? Apa elroy membuangku?"


Pletak


Lauro menyentil kening Alana sehingga membuat gadis itu meringis


"Untung kau cantik jika tidak, aku heran kenapa elroy menyukaimu, selain temperamen tinggi kau juga crewet" kata lauro sekenanya.


"Berjalanlah kedepan ikut gua itu kau akan menemukanya" tambah lauro



Alana yang kesal hanya menurut. Baginya yang terpenting saat ini adalah menemukan Elroy. Dan menendang tulang kering pria itu atau menonjok wajah tampan itu karena berani meninggalnya sendiri.


Alana benar benar tak melihat siapa pun kecuali Lauro yang mengikutinya dari belakang dengan tersenyum manis. Suara ombak yang saling berkejaran dan angin yang sedikit menusuk kulit karena dinginya, sampai Alana memeluk dirinya sendiri.


Dengan kaki telanjang Alana menelusuri pantai. Ia mengedarkan pandanganya pada laut lepas ah sangat indah. Jika ada Elroy disini pasti sangat bagus tapi nyatanya keindahan itu tak begitu di nikmati Alana. Lalu ia kembali fokus pada niat awalnya, yaitu mencari Elroy.


"El... kau dimana?!!!" Teriakan alana kini yang sudah tiba di gua yang pertama.


Tapi nihil. Ia tak menemukan siapapun disana. Alana menoleh kebelakang ingin menanyakan Lauro tapi kini Lauro juga tak berada di belakangnya lagi.


Alana panik


Kau jahat el, setelah tadi kau membawaku  terbang setinggi langit kini kau mencampakkan aku. Membuangku di pantai ini.batin alana.


Mata Alana mulai berkaca kaca dan mengancam hendak keluar saat ini juga. ia ingin berbalik kebelakang tapi niatnya untuk menemukan Elroy makin kuat.


gadis itu memilih untuk terus melangkahkan kaki jengjangnya kedepan. Tapi lagi lagi nihil. Ia tak menemukan apa pun atau siapapun disana. Ia benar benar telah di tinggalkan sendiri disana.


Alana berbalik namun mobil yang tadi terpakir di tempatnya kini juga lenyap. Apa Elroy membuangnya setelah pernyataan cintanya?


Atau Elroy telah berhasil membuat Alana jatuh dalam pelukanya agar lebih mudah untuk menancapkan belati?


Bodoh


Alana merutuki kebodohanya. Seharunya ia tak mempercayai pria seperti Elroy. Pria yang suka bermain perempuan takakn pernah berubah. Karena di luar sana banyak wanita yang lebih cantik bahkan lebih kaya.


Alana benar benar merasa kecewa, marah dan kesal pada dirinya sendiri.


Mungkinkah ini akhir dari hidupnya?


TBC


wkwkw ini Elroy beneran buang Alana atau mau ngapain sih? bingung ay 🤣


ayo kesayangan Ay tunjukan ide brilianmu 🤣🤣🤣😘😘😘